17:00 . Terus Menurun, Total Ada 56 Orang ODP di Bojonegoro   |   16:00 . Masa Belajar di Rumah Siswa Diperpanjang   |   15:00 . Masyarakat Tolak Gedung Pusdiklat Jadi RS Sementara Corona   |   14:00 . Petugas Gabungan Semprot Disinfektan Hingga Pelosok Bojonegoro   |   13:00 . Timsar Perluas Pencarian Korban Hingga Bengawan Solo   |   12:00 . Gugus Tugas Tejo Rutin Semprot Disinfektan   |   11:00 . Selain Masker, Tempat Cuci Tangan Laris Terjual   |   10:00 . Cuci Kendaraan, Gratis Masker dan Handsanitizer   |   09:00 . Biasa Mangkal di Pasar dan Perempatan, 6 Anak Jalanan Diamankan   |   08:00 . Update Grafik Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 3 April   |   07:00 . 6 Nasihat Terbaik untuk Sahabatmu yang Sedang Putus Cinta   |   06:00 . EMCL Berikan Alat Pencegahan Penyebaran Virus Corona   |   19:00 . Timsar Hentikan Pencarian Korban Tenggelam di Kedungbondo   |   18:00 . Sisir Sungai, Warga dan Tim SAR Cari Korban   |   17:00 . Total Ada 60 ODP dan 35 Orang Usai Pemantauan   |  
Sat, 04 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 05 November 2019 14:00

Puncak BBGRM XVI dan HKG PKK Ke-47

Kecamatan Malo Ikut Tampilkan Kerajinan Gerabah

Kecamatan Malo Ikut Tampilkan Kerajinan Gerabah

Kontributor: Lizza Arnofia


blokBojonegoro.com - Dalam peringatan puncak Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVI yang dipadukan dengan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-47 Bojonegoro Tahun 2019,  diselenggarakan di lapangan Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Selasa (5/11/2019), juga ada stand industri kreatif di Bojonegoro.

[Baca juga: Upaya Tingkatkan Semangat Gotong Royong Melalui PKK ]

Tampak begitu dipadati oleh keramaian stand-stand bazar dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, salah satunya stand kerajinan gerabah khas Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro turut pula ramaikan agenda.

"Dalam stand bazar kali ini Kelompok PKK Desa Rendeng menampilkan kerajinan gerabah khas Desa Rendeng, Kecamatan Malo yang digadang sebagai kecamatan penghasil gerabah terbesar di Kabupaten Bojenegoro," ujar penjaga stand, Yuli kepada blokBojonegoro.com.

Yuli menambahkan, tanah dari Malo itu mengandung kaolin yang berasal dari pegunungan Malo, jadi tanah kaolin itu bagus untuk pembuatan gerabah karena cepat melekat. Sisi lain ditularkan juga keahlian yang sudah turun temurun," terang Yuli.

Proses pembuatan gerabah tidak hanya sekadar membuat, namun mengunakan tiga teknik yang digunakan oleh pengrajin gerabah khas Malo. Di antaranya, teknik manual, teknik mencetak patung yang akan disatukan dengan gypsum dan teknik memutar.

"Awalnya memang keahlian ini turun-temurun dari nenek moyang kami. Di samping itu dari PKK Desa Rendeng bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) serta melakukan pelatihan dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI) sebagai bahan pertimbangan," imbuh Yuli.[liz/ito]

Tag : bulan, bakti, pkk, rendeng, malo, trucuk


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat