10:00 . Pertamina EP Field Asset 4 Sosialisasi Pengeboran Lokasi Sukowati i003   |   09:00 . SKK Migas Jabanusa Perlu Media Menyampaikan Informasi dari Masyarakat   |   07:00 . Siapa yang Tahu, Lompong Punya Khasiat Menurunkan Tekanan Darah   |   06:00 . 4 Hari, 1.544 Rumah Rusak Disapu Angin   |   20:00 . Komplotan Pencuri Antar Provinsi Incar Nasabah Bank di Bojonegoro Berhasil DIbekuk   |   19:00 . DPRD Dorong Pemberian Intensif Guru Madrasah   |   18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |  
Tue, 19 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 05 November 2019 19:00

PKK Desa Rendeng, Populerkan Gerabah Khas Malo

PKK Desa Rendeng, Populerkan Gerabah Khas Malo

Reporter: Liza Arnofia

blokBojonegoro.com - Hari  Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVI dan Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG PKK) ke-47 Kabupaten Bojonegoro yang bertempat di lapangan Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro berlangsung meriah.

Kegiatan dilaksanakan dengan adanya stand-stand bazar dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Di antara sekian banyak stand ada pula  stand kerajinan gerabah khas Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro.

Dalam stand bazar kali ini Kelompok PKK Desa Rendeng menampilkan kerajinan gerabah khas Desa Rendeng, Kecamatan Malo sebagai Kecamatan penghasil gerabah terbesar di Kabupaten Bojenegoro.

"Mengapa dikatakan sebagai penghasil gerabah di Bojonegoro, karena memang tanah dari Malo itu mengandung kaolin yang berasal dari pegunungan Malo jadi tanah kaolin itu bagus untuk pembuatan gerabah karena cepat melekat, disamping itu keahlian juga sudah turun temurun," terang Yuli, salah seorang perajin.

Yang menarik dari pembuatan gerabahnya ada tiga teknik yang digunakan oleh perajin gerabah khas Malo. Yakni, teknik manual, teknik mencetak patung serta disatukan dengan gypsum dan teknik memutar.

"Awalnya memang keahlian ini turun-temurun dari nenek moyang kami. Di samping itu dari PKK Desa Rendeng bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) serta melakukan pelatihan dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI) sebagai bahan pertimbangan," imbuh Yuli. [liz/lis]

Tag : Gerabah, Malo

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat