09:00 . Pulang dari Ladang, Warga Gondang Terseret Arus Kali Kandangan   |   08:00 . Permudah Layanan Kependudukan, Pemkab Luncurkan Aplikasi Online   |   07:00 . 5 Cara Hilangkan Rasa Baper Terhadap Mantan   |   21:00 . UDD PMI Bojonegoro Meski Idul Fitri Stok Darah Aman   |   20:00 . Tambah 1 Lagi di Kota, Kumulatif 51 Orang Positif Covid-19 di Bojonegoro   |   19:00 . Bupati Bojonegoro Hadiri Penyaluran BLT DD di Kepohbaru   |   18:00 . Sekda: Kenaikan Tunjangan DPRD Diproses Sejak 2019   |   17:00 . Kenaikan Tunjangan DPRD Bojonegoro, Begini Prosesnya Hingga Diundangkan   |   16:00 . 3 Bulan, Transaksi Pengiriman Barang di Kantor Pos Meningkat   |   15:00 . Tahun 2020, Sebanyak 181 Penyandang Disabilitas Bakal Dapat Bantuan Rp1,5 Juta   |   14:00 . Heemm...! Tunjangan Wakil Rakyat Naik   |   13:00 . 11 Penjaga Makam Leluhur Terima Gaji Rp750 Ribu   |   12:00 . Libatkan Relawan Jadikan Kampung Tangguh   |   11:00 . Disperta Isi Ikan di 50 Embung   |   10:00 . Bantu APD, Wihadi Dukung Kampung Tangguh di Bojonegoro   |  
Fri, 29 May 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 05 November 2019 19:00

PKK Desa Rendeng, Populerkan Gerabah Khas Malo

PKK Desa Rendeng, Populerkan Gerabah Khas Malo

Reporter: Liza Arnofia

blokBojonegoro.com - Hari  Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVI dan Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG PKK) ke-47 Kabupaten Bojonegoro yang bertempat di lapangan Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro berlangsung meriah.

Kegiatan dilaksanakan dengan adanya stand-stand bazar dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Di antara sekian banyak stand ada pula  stand kerajinan gerabah khas Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro.

Dalam stand bazar kali ini Kelompok PKK Desa Rendeng menampilkan kerajinan gerabah khas Desa Rendeng, Kecamatan Malo sebagai Kecamatan penghasil gerabah terbesar di Kabupaten Bojenegoro.

"Mengapa dikatakan sebagai penghasil gerabah di Bojonegoro, karena memang tanah dari Malo itu mengandung kaolin yang berasal dari pegunungan Malo jadi tanah kaolin itu bagus untuk pembuatan gerabah karena cepat melekat, disamping itu keahlian juga sudah turun temurun," terang Yuli, salah seorang perajin.

Yang menarik dari pembuatan gerabahnya ada tiga teknik yang digunakan oleh perajin gerabah khas Malo. Yakni, teknik manual, teknik mencetak patung serta disatukan dengan gypsum dan teknik memutar.

"Awalnya memang keahlian ini turun-temurun dari nenek moyang kami. Di samping itu dari PKK Desa Rendeng bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) serta melakukan pelatihan dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI) sebagai bahan pertimbangan," imbuh Yuli. [liz/lis]

Tag : Gerabah, Malo


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat