13:00 . Dari Masker Bantu Ekonomi Tetangga   |   12:00 . Petakan Daerah Rawan Bencana, 18 Kecamatan Rawan Longsor dan 16 Banjir Bandang   |   11:00 . Dampak Pandemi, Pertumbuhan Kendaraan di Bojonegoro Lesu   |   10:00 . Begini Komentar Pelaku Usaha yang Mendapatkan BLT UMKM Tahap Pertama   |   09:00 . Inilah Warga yang Dapat Penghargaan di HJB 343 Termasuk Nakes Pencegahan Covid   |   08:00 . 307 Pasien di Jatim Sembuh, Kasus Baru Tambah 300 Orang   |   07:00 . Kebiasaan Pegang Ponsel yang Memicu Nyeri Leher   |   06:00 . Digelar Berbeda Upcara Hari Jadi Bojonegoro Tetap Patuhi Protokol Kesehatan   |   05:00 . Alhamdulillah, Hasil Testing 86% Negatif Covid 19   |   04:00 . 4 Orang Sembuh, 7 Baru dan 1 Orang Dinyatakan Meninggal   |   20:00 . KPK RI Enggan Berkomentar Terkait Gugatan PI Blok Cepu   |   19:00 . Rapikan Administrasi, Askab PSSI Manfaatkan Teknologi   |   18:30 . Isolasi di Rumah   |   18:00 . Alumni Stikes Rajekwesi Jadi Tenaga Kesehatan di Luar Negeri   |   17:30 . 3 Wajib Lawan Covid   |  
Wed, 21 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 06 November 2019 08:00

Perhatikan Kesejahteraan Masyarakat, Farida Kritisi Kenaikan Cukai Rokok

Perhatikan Kesejahteraan Masyarakat, Farida Kritisi Kenaikan Cukai Rokok

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Adanya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 152 tahun 2019 tentang cukai rokok, mendapat tanggapan serius anggota DPR RI, Farida Hidayati. Politisi perempuan PKB itu menilai aturan tersebut belum memihak pada kesejahteraan masyarakat, terutama petani dan industri tembakau.

"Aturan PMK tentang cukai rokok belum memihak pada rakyat kecil, khususnya petani tembakau dan cengkeh. Kenaikan sebesar 23 persen hingga 29 persen bisa mengancam industri tembakau yang menyerap banyak tenaga kerja," kata Farida saat melihat salah satu pabrik rokok kretek di Kabupaten Bojonegoro, Selasa (5/11/2019).

Anggota DPR RI dari Dapil Jatim IX (Bojonegoro - Tuban) itu menilai, jika industri tembakau tidak berproduksi, maka yang kasihan buruh dan petani tembakau. Termasuk ratusan karyawan perusahaan rokok kretek di Bojonegoro, dimungkinkan mereka terancam dirumahkan.

"Untuk itu saya meminta pemerintah untuk mengkaji ulang aturan tersebut. Jika memang cukai rokok harus naik, tetap mengutamakan kesejahteraan para petani dan buruh, bukan perusahaan besar," ungkapnya.

Ditambahkan, sebab dengan adanya kenaikan cukai rokok tersebut, maka akan mempengaruhi biaya produksi hasil tembakau dan cengkeh. Efeknya adalah pengurangan produksi dan serapan tembakau dari petani.

"Kenaikan cukai rokok tetap harus mengutamakan kesejahteraan petani dan buruh, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu juga untuk menghindari menjamurnya pabrik rokok ilegal," imbuhnya.

Farida berharap kebijakan pemerintah ke depan lebih memihak pada buruh dan petani kecil. "Harapannya pemerintah kedepan lebih memperhatikan sektor-sektor kecil dan menengah. Karena mereka merupakan tulang punggung perekonomian bangsa," harapnya.

Tampak saat mengunjungi perusahaan rokok kretek, Farida merasakan pentingnya perusahaan rokok bagi masyarakat kecil yang mempekerjakan mayoritas perempuan. Dimungkinkan keberadaan industri rokok kretek tersebut menjadi pekerjaan utama, bagi masyarakat. [rud/lis]


Tag : Cukai, rokok, DPR RI


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat