10:00 . Pertamina EP Field Asset 4 Sosialisasi Pengeboran Lokasi Sukowati i003   |   09:00 . SKK Migas Jabanusa Perlu Media Menyampaikan Informasi dari Masyarakat   |   07:00 . Siapa yang Tahu, Lompong Punya Khasiat Menurunkan Tekanan Darah   |   06:00 . 4 Hari, 1.544 Rumah Rusak Disapu Angin   |   20:00 . Komplotan Pencuri Antar Provinsi Incar Nasabah Bank di Bojonegoro Berhasil DIbekuk   |   19:00 . DPRD Dorong Pemberian Intensif Guru Madrasah   |   18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |  
Tue, 19 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 07 November 2019 09:00

1.909 Warga Desa Temu Kecamatan Kanor Terima Sertifikat Tanah

1.909 Warga Desa Temu Kecamatan Kanor Terima Sertifikat Tanah

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Ribuan warga Desa Temu, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro tumpah ruah di Lapangan Desa Temu, Kamis (7/11/2019). Kedatangan warga ke lapangan desa setempat guna menerima sertifikat tanah yang diserahkan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Tercatat ada 1.909 warga di Desa Temu yang mendapatkan sertifikat bukti kepemilikan tanah dari pemeritah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun anggaran 2019. Dalam acara tersebut hadir juga Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Ninik Susmiati selaku perwakilan Bupati Bojonegoro, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bojonegoro Yeri Agung Nugroho, Forkopimca Kanor dan beberapa tamu undangan lainya.

Ninik Susmiati mengatakan, program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ini merupakan program strategis nasional, dalam rangka memberikan kepastian hukum dan fakta atas kepemilikan bidang tanah. Sebab tanah merupakan aset yang sangat berharga dan bernilai.

“Dalam program penyerahan sertifikat hari ini, jumlah yang mendapatkan sertifikat di Desa Temu sebanyak 1.909 dan menjadikan Desa Temu sudah tuntas dalam hal PTSL," ujar Nini Susmiati.

Oleh karena itu, lanjut mantan kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro ini, acara ini juga dalam rangka meminimalisir dan mencegah hal yang tidak diharapkan maka pemerintah meluncurkan program PTSL. 

“Tanah yang kita miliki dilindungi oleh adanya sertfikat, dan dalam proses pengurusannya sangat mudah dan murah. Selain itu program PTSL ini mudah, karena petugas yang mendatangi masyarakat untuk dilakukan pendataan dan penataan tanah,” ujarnya.

Menurut Ninik, program PTSL merupakan program yang baik ataupun kesempatan emas yang harus diambil, sebagai perlindungan atas hak-hak kepemilikan tanah yang dimiliki.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih pada masyarakat Desa Temu, atas partisipasi masyarakat terhadap program tersebut. Rawat dan jaga baik-baik sertifikat ini, dan kalau bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya jangan hanya disimpan di lemari saja,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Temu, Sentot Pramono, mengaku masyarakat Desa Temu sangat antusias untuk mendaftar dalam program pemerintah melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hal itu dibuktikan dengan banyaknya masyarakat Temu yang mendatangi balai desa untuk mendaftarkan guna mendapatkan sertifikat kepemilikan tanah.

Sebelumnya dari pihak desa telah menyosialisasikan program PTSL ini kepada Masyarakat. Bahkan warga yang mendaftar dalam program ini juga sangat banyak.

"Alhamdulillah masyarakat sangat antusias dengan progam ini, saya juga berterimakasih kepada Pemkab, Forkopimca, TNI, Polri dan tentunya masyarakat Desa temu yang ikut mensukseskan progam ini," jelas Sentot.

Terpisah, salah satu warga Desa Temu, Supar, mengaku sangat berterimakasih dengan adanya progam ini. Sebab masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor pertanahan Kabupaten Bojonegoro untuk mengurusnya.

"Apalagi PTSL ini tidak dipungut biyaya, sehingga tidak merepotkan masyarakat," tutup Supar kepada blokBojonegoro.com.[din/lis]


Tag : Ptsl, sertifikat

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat