10:00 . Pertamina EP Field Asset 4 Sosialisasi Pengeboran Lokasi Sukowati i003   |   09:00 . SKK Migas Jabanusa Perlu Media Menyampaikan Informasi dari Masyarakat   |   07:00 . Siapa yang Tahu, Lompong Punya Khasiat Menurunkan Tekanan Darah   |   06:00 . 4 Hari, 1.544 Rumah Rusak Disapu Angin   |   20:00 . Komplotan Pencuri Antar Provinsi Incar Nasabah Bank di Bojonegoro Berhasil DIbekuk   |   19:00 . DPRD Dorong Pemberian Intensif Guru Madrasah   |   18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |  
Tue, 19 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 07 November 2019 19:00

Masuk Musim Hujan, Dinas Kesahatan Himbau Waspadai DBD

Masuk Musim Hujan, Dinas Kesahatan Himbau Waspadai DBD

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Musim hujan sudah mulai terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Kendati pun masih bersifat lokal, namun intensitasnya cukup mampu membuat genangan air.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Hernowo mengimbau, agar masyarakat dapat waspada dan berhati-hati gejala Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dirinya mengatakan, sepanjang tahun 2019 sampai bulan Oktober jumlah penderita DBD di Kabupaten Bojonegoro mencapai 404 orang, sementara yang meninggal dunia sebanyak 7 orang. Sedangkan pada 2018, jumlah kasus demam berdarah sebanyak 589 kasus dengan angka kematian sebanyak 12 orang.

"Pada musim hujan populasi nyamuk demam berdarah bakal meningkat karena banyaknya tempat berinduk Nyamuk Aedes Aegypti dan semakin berpotensi menggigit anak dan remaja sehingga akhirnya terjangkit demam berdarah," ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan penderita DBD pada tahun 2019 ini bisa dikatakan diakibatkan kualitas lingkungan yang tidak kondusif. Hingga menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti.

Terlebih lagi, saat ini sudah memasuki musim perubahan cuaca dari kemarau ke musim hujan. Untuk itu, Pemkab Bojonegoro juga terus melakukan sosialisasi dan juga melakukan antisipasi melalui gerakan serentak satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik).

"Untuk itu, cara terbaik mengurangi DBD adalah dengan menjaga lingkungan agar tetap bersih sehingga mencegah perkembang biakan nyamuk Aedes aegypti," pungkasnya.[din/ito]

 

Tag : Dbd, bojonegoro, dinkes

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat