16:00 . Siap-siap New Normal, Pondok Pesantren Disterilkan   |   15:00 . Jaga Kebugaran Fisik Atel Latihan Online   |   14:00 . Akhir Pekan, Harga Buyback Emas Merosot Rp16.000   |   13:00 . Disdik Himbau Sekolah Tak Adakan Perpisahan   |   12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |   10:00 . Lagi, Pedagang 3 Pasar Tradisonal di Rapid Test   |   09:00 . Mantabkan Ketahanan Pangan, Kodim Bojonegoro Tanam Padi Perdana di lahan Demplot   |   08:00 . Ular Sanca Besar Hebohkan Warga   |   07:00 . Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan   |   21:00 . New Normal untuk Pesantren, Begini Kata Wagub Emil   |   20:00 . Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga   |   19:45 . Wagub Jatim Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |   19:30 . Tambahan 1 Orang Positif Covid-19 dari ODP   |   19:15 . Via Vidcon, Wagub Emil Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |  
Sat, 06 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 13 November 2019 21:00

Pemdes dan Kelompok Tani Ngadiluhur Balen Kendalikan Tikus

Pemdes dan Kelompok Tani Ngadiluhur Balen Kendalikan Tikus

Pengirim: Iskak Riyanto*

blokBojonegoro.com - Musim hujan sudah di depan mata, petani saatnya segera bercocok tanam. Panen dengan hasil maksimal adalah harapan dan impian para pahlawan pangan itu, sebutan untuk petani. Tetapi kadang semua itu terganggu oleh serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Untuk pengendalian sejak dini khususnya hama tikus sawah, Pemerintah Desa (Pemdes) dan Kelompok tani Sri Rejeki 1 dan 2 Desa Ngadiluhur, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro mengadakan gerakan pengendalian hama tikus dengan cara pemasangan umpan beracun, Rabu (13/11/2019).

Penyuluh Pertanian Lapangan desa setempat, Sri Utami mengatakan hama tikus ini harus dikendalikan sejak awal karena bisa mengganggu hasil panen petani. Sebelum ada tanaman padi seperti sekarang ini merupakan saat yang pas untuk mengendalikanya. "Hewan pengerat ini merusak tanaman padi pada semua fase vegetatif juga generatif, " sambung Utami di depan para petani yang mengikuti gerdal.

Utami menambahkan, tikus menyerang tanaman padi pada malam hari, sedang kalau siang mereka bersembunyi di sarangnya, yang berada di pematang sawah, jalan desa, semak-semak dan lain-lain.

Sementara itu Kepala Desa Ngadiluhur, Muhargo menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua anggota kelompok tani yang sudah berpartisipasi dalam gerakan pengendalian tikus ini. Karena mayoritas penduduk Desa Ngadiluhur pekerjaanya sebagai petani, maka Pemdes ikut hadir di tengah-tengah masyarakat khususnya petani untuk mengendalikan hama tikus ini. "Dengan gerdal ini Pemdes berusaha mengamankan tanaman padi sejak awal dari serangan hama dengan tujuan akhir meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani," tambah kepala desa muda yang enerjik ini.

H Rosyid, petani desa setempat mengatakan senang dengan adanya gerakan pengendalian  ini. Ini sebagai bentuk perhatian Pemdes kepada petani. Selain mengendalikan di sawahnya sendiri ia juga bersama-sama mengendalikan sawahnya tetangga.

"Konco-konco petani lebih semangat karena dihadiri Bapak Kepala desa beserta perangkat, dan PPL. Kalau guyub dan rukun semua menjadi kompak dalam gerdal ini," katanya. [lis]

*PPL Disperta Bojonegoro.

Tag : Tikus, pengendalian, hama


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat