08:00 . Melihat Sirkuit Cross Putuk Kreweng   |   07:30 . Satpol PP dan Pedagang Tarik Meja   |   07:00 . Bolehkah Anak Makan Telur Setengah Matang?   |   06:00 . Ditertibkan Satpol PP, Pemilik Warung Buang Makanan   |   19:00 . Orang Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah, Hari ini ada 1 Orang   |   18:00 . Petani Desa Sumengko Pilih Tanam Semangka, ini Alasannya...   |   17:00 . 15 Menit Lagu Jadi Langsung Record, Video Clip Ambil Konten Lokal   |   16:00 . Siap-siap New Normal, Pondok Pesantren Disterilkan   |   15:00 . Jaga Kebugaran Fisik Atel Latihan Online   |   14:00 . Akhir Pekan, Harga Buyback Emas Merosot Rp16.000   |   13:00 . Disdik Himbau Sekolah Tak Adakan Perpisahan   |   12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |   10:00 . Lagi, Pedagang 3 Pasar Tradisonal di Rapid Test   |   09:00 . Mantabkan Ketahanan Pangan, Kodim Bojonegoro Tanam Padi Perdana di lahan Demplot   |  
Sun, 07 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 16 November 2019 14:00

Di Bojonegoro, Lulusan PGMI Tak Bisa Daftar CPNS

Di Bojonegoro, Lulusan PGMI Tak Bisa Daftar CPNS *Foto ilustrasi.

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Lulusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di Kabupaten Bojonegoro, harus berkecil hati lantaran pada lowongan CPNS kali ini, lowongan guru Sekolah Dasar tertutup untuk lulusan PGMI.

Plt. Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro, Aan Syabana mengungkapkan, tidak bisa mendaftarnya lulusan PGMI lantaran memang sudah ketetapan dari pusat, bahwa kuota 119 tenaga pendidikan guru sekolah dasar di Kota Ledre, sepenuhnya hanya untuk lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

"Ini memang sudah ketentuan dari pusat, bahwa semua kuota tenaga pendidikan sekolah dasar hanya untuk PGSD," ujarnya.

Saat disinggung terkait beberapa daerah yang sudah menyetarakan antaran lulusan PGSD dengan PGMI, Aan Syabana tidak begitu mengetahui. Namun, dengan dibukanya lebih banyak untuk tenaga pendidikan di Bojonegoro diharapkan juga turut memberi harapan kepada guru honorer di Bojonegoro.

"Sebelumnya kita hanya mendapat 184 kuota CPNS dan P3K sebanyak 484, tetapi setelah P3K dibatalkan jatah kita berubah 444 kuota cpns, salah satunya mendapat kuota 194 tenaga pendidikan," imbuh Aan kepada blokBojonegoro.com.

Sementara itu, salah satu lulusan PGMI asal Bojonegoro, Achmad Fatkhurrozi, menganggap lulusan PGMI di Bojonegoro masih dianaktirikan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Padahal, lanjut pria asal Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk tersebut, menurut undang-undang dari Kemendikbud dan Kemenag pusat antara lulusan PGSD dan PGMI sudah disetarakan.

"Kalau merasa kecewa sudah pasti, padahal dari Kemendikbud maupun Kemenag pusat sudah menyetarakan, namun di Bojonegoro belum mengikuti," jelasnya.

Mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Pgmi se-Indonesia (IMPI) Wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali dan Nusa Tenggara (WIJAYATIRTA) periode 2016/2017 ini juga mengungkapkan beberapa daerah di Jawa Timur seperti Ponorogo, Bangkalan dan Malang sudah menyetarakan. Bahkan di Kota Malang Mendikbud sendiri yang membukanya.

Lulusan PGMI, menurut Rozi, juga tak kalah dengan lulusan PGSD. Bahkan bisa dikatakan memiliki keunggulan di bidang keagamaan dan tak kalah juga dalam bidang sosial maupun kekreatifan dibanding lulusan PGSD.

"Ini adalah kemunduran yang dialami oleh Bojonegoro, kita berharap segera disetarakan dan bisa bersaing dengan sehat, kita juga tidak menutup kemungkinan bisa lebih baik dari lulusan PGSD," tutup lulusan kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) tersebut. [din/mu]

Tag : pgmi, pgsd, cpns, pns, cpns bojonegoro, cpns jawa timur, cpns 2019


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat