15:00 . Hore..! 124,5 Kilometer Jalan Rigid Beton Tahun Ini   |   14:00 . Izin Keluar, Cafe dan Karaoke Ini Siap Buka Kembali   |   13:00 . Dinas PUPR Kebut Perencanaan Jembatan Darurat   |   12:00 . Pemohon Paspor di UKK Imigrasi Masih Stabil   |   11:00 . Ikut Koalisi, Gerinda Merapat ke Pemkab, Benarkah?   |   10:00 . Kemenag Bojonegoro Benarkan Umroh Sementara Distop   |   09:00 . Ribuan Jamaah Hadiri Silaturohim IHM-NU Se-Bojonegoro   |   08:30 . Semangat Ikuti Semiloka Sahabat Pertamina   |   08:00 . Tajak Sumur di Trembes, Pertamina EP Gelar Syukuran dan Santunan   |   07:00 . Anak Balita Sangat Pendiam, Kenapa Ya?   |   06:00 . Semiloka Program Sahabat Pertamina   |   17:00 . Silaturahim IHM NU Kecamatan Kanor, Dihadiri 10.000 Anggota   |   16:00 . Dinas Perdagangan Wacanakan Pembuatan Kartu Penerima Elpiji Bersubsidi   |   15:00 . Kurangi Risiko Longsor, Kodim Dan Pemkab Tanam Rumput Vetiver   |   12:00 . Harga Bawang Putih Merangkak Naik, Cabai Berangsur Turun   |  
Fri, 28 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 18 November 2019 09:00

Catatan Festival Bengawan 2019 (2)

Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng

Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng

Oleh: Muhammad A. Qohhar*

blokBojonegoro.com – Setiap pagelaran Festival Bengawan (FB), hampir dipastikan ada sesuatu yang unik dan baru. Termasuk pada perhelatan ke 6 kali FB tahun 2019 di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.

Ribuan pengunjung yang mendatangi lokasi FB 2019, wisata Taman Pinggir Nggawan (TPG) Desa Pilanggede dibuat geleng-geleng. Sebab, “ada-ada saja” karya yang dibuat oleh para seniman.

[Baca juga: Cerita ‘Bandung Bondowoso’ dan Tim Hebat ]

Sebelum acara dimulai 8-9 November 2019, salah satu seniman asal Kabupaten Bojonegoro yang juga anggota Tim Kreatif FB, mitra Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Dadang Setia Budi, sudah membuat geger. Sebab, anggota tim lain juga dibuat bingung. Sebab, salah satu ilustrasi gambarannya membuat bola dari kerajinan bambu. Besarnya juga tak lazim.

“Ukuran bola diameter terbesar 2 meter, terus 1,5 meter dan terkecil 30 centimeter. Setiap paket bola ada 7 buah,” celetuk Dadang sambil menunjukkan sketsa di “buku kerja” nya.

Beberapa peserta rapat kala itu di Bojonegoro Creative Hub (BCH), posko panitia FB 2019, dibuat geleng-geleng kepala. Paling pusing tampak Hans, panggilan karib Handoko S.H.W. Sebab, ia yang mewujudkan dalam bentuk grafis tiga dimensi.

“Aneh-aneh memang, pikiranmu ngak ada di google Dang, panggilan Dadang,” celoteh Hans sambil tertawa.

Tuntas sketsa dan grafis dibuat, saat eksekusi, tim lokal dari Desa Pilanggede angkat tangan untuk ikut membantu. Karena waktu mepet, dan warga Desa Pilanggede sibuk turut serta menyiapkan lokasi acara. Akhirnya, panitia memilih beberapa orang kreatif di Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Bojonegoro untuk ikut membuat komponen instalasi.

Selain 15 buah bola bambu, dibuat pula tempat padasan –gentong dari gerabah untuk cuci tangan masyarakat tepi Bengawan Solo zaman dulu.

Tuntas semua instalasi terpasang di lokasi, masyarakat Pilanggede dan pengunjung terheran-heran dengan display yang disajikan Tim Kreatif. Sebab, benar-benar ikonik dan sesuatu yang baru. Apalagi saat gentong sudah dilukis oleh perupa asal Bojonegoro dan luar wilayah. Sebuat saja dari Tuban, Lamongan, Gresik dan bahkan ada yang asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

“Impor dari mana gentong-gentong bagus itu?” tanya Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Mu’awanah saat pembukan FB 2019 saat melihat gentong berlukis aneka jenis yang dipasang depan panggung.

Kebetulan saya berada di samping Bupati Anna dan menjelaskan semua terkait instalasi di FB 2019. Selain bola-bola bambu, gentong lukis dan latar panggung garapan Tim Kreatif; Dadang, Mukarrom, Kikis, Hasan, dan lain-lain.

“Konsep FB 2019, sangat bagus. Apalagi lokasi wisata Taman Pinggir Nggawan (TPG) juga sangat memadai dan bisa menjasi ikon desa di tepi  Bengawan Solo,” jelas Bupati Anna.



Grumbul yang Indah Saat Malam

Ketika tengah malam jelang pelaksanaan, Tim Kreatif dan pemuda desa Pilanggede sibuk menyiapkan latar panggung utama yang terbuat dari bambu. Anehnya, ranting bambu tidak diberaihkan dan dibiarkan seperti aslinya.

“Apa ini, grumbul kok dijadikan latar panggung,” celoten warga setempat yang belum tau maksud dari Tim Kreatif.

Saat sudah jadi, dengan tulisan “FESTIVAL BENGAWAN 2019” terpasang, masyarakat baru takjub dengan keindahan saat dipadu lampu aneka warna. Apalagi ketika malam hari, indah sekali.

“Woowww... panggungnya luar biasa, alami dan megah,” kata Kepala Desa Pilanggede, Yaskun. [bersambung]

*Ketua Panitia Festival Bengawan 2019 yang sekaligus CEO/Founders Blok Media Group (BMG).

 

Tag : Catatan, festival, bengawan, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat