20:00 . Peserta Diseminasi Aku Sehat Senam Bersama   |   19:00 . Aku Sehat Gelar Evaluasi Bersama Program   |   18:00 . Beri Masukan Pemangku Kebijakan, Paparkan Hasil KKN kepada Stakeholder   |   17:00 . Maknyus Lezatnya Sate Kelinci Khas Warung Online   |   16:00 . Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro Beri Penghargaan 10 UMKM Berprestasi   |   15:00 . Hore..! 124,5 Kilometer Jalan Rigid Beton Tahun Ini   |   14:00 . Izin Keluar, Cafe dan Karaoke Ini Siap Buka Kembali   |   13:00 . Dinas PUPR Kebut Perencanaan Jembatan Darurat   |   12:00 . Pemohon Paspor di UKK Imigrasi Masih Stabil   |   11:00 . Ikut Koalisi, Gerinda Merapat ke Pemkab, Benarkah?   |   10:00 . Kemenag Bojonegoro Benarkan Umroh Sementara Distop   |   09:00 . Ribuan Jamaah Hadiri Silaturohim IHM-NU Se-Bojonegoro   |   08:30 . Semangat Ikuti Semiloka Sahabat Pertamina   |   08:00 . Tajak Sumur di Trembes, Pertamina EP Gelar Syukuran dan Santunan   |   07:00 . Anak Balita Sangat Pendiam, Kenapa Ya?   |  
Sat, 29 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 29 November 2019 20:00

Martiana Laela Fitri, Guru IPS SMP di Dander

Bertekad Jadikan Momen Hari Guru Tak Sekadar Perayaan

Bertekad Jadikan Momen Hari Guru Tak Sekadar Perayaan

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Martiana Laela Fitri, wanita 23 tahun asal Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, Bojonegoro ini sudah 2 tahun berkecimpung di dunia pendidikan. Sosok pengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sekaligus operator di salah satu SMP swasta di Desa Sumberagung, Kecamatan Dander.

Bagi Fitri sapaan akrabnya. Momentum hari guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 29 November ini, bukan hanya sekedar euforia/perayaan. Melainkan terdapat penghargaan sekaligus peringatan bagi guru untuk selalu menjalankan tugas dengan baik.

"Ketika kita menengok, zaman semakin berkembang. Apalagi sekarang eranya millenial, dimana semuanya serba teknologi, terutama smartphone. Hal ini tentu membuat anak didik banyak dipengaruhi berbagai banyak hal untuk meniru gaya hidup di sosial media, hal ini jika tidak dipilah dengan baik maka akan membawa dampak negatif," kata wanita 23 tahun ini.

Hal inilah yang memotivasi fitri untuk tetap menjadi seorang pendidik profesional, untuk membuat siswa agar lebih tumbuh lebih cerdas dalam memilih masa tumbuh serta menjadi generasi penerus bangsa.

Keluh kesah selama menjadi pendidik tentu dialami oleh seluruh guru, tak terkecuali wanita 23 tahun yang akrab disapa Fitri ini. Tergantung bagaimana kita menyikapi serta menikmati setiap profesi kita.

"Saya menikmati profesi ini, apapun resiko serta tantangannya. Keluh kesah pasti ada, dan itu termasuk hal yang wajar. Apalagi mengajar anak SMP notabene nya mereka sebagai anak baru gede (ABG).Tetap saya nikmati, sebagai niat ibadah sekaligus untuk memberikan sedikit banyak ilmu pengetahuan yang dapat saya salurkan kepada anak didik sekaligus bisa menjadi teladan, " imbuhnya. [liz/lis]

Tag : Guru, teladan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat