10:00 . Pedagang Ngamuk, Kasatpol PP: Kita Hanya Jalankan Tugas   |   09:00 . Belum Jelas Kapan Santri Boleh Kembali ke Pesantren   |   08:00 . Melihat Sirkuit Cross Putuk Kreweng   |   07:30 . Satpol PP dan Pedagang Tarik Meja   |   07:00 . Bolehkah Anak Makan Telur Setengah Matang?   |   06:00 . Ditertibkan Satpol PP, Pemilik Warung Buang Makanan   |   19:00 . Orang Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah, Hari ini ada 1 Orang   |   18:00 . Petani Desa Sumengko Pilih Tanam Semangka, ini Alasannya...   |   17:00 . 15 Menit Lagu Jadi Langsung Record, Video Clip Ambil Konten Lokal   |   16:00 . Siap-siap New Normal, Pondok Pesantren Disterilkan   |   15:00 . Jaga Kebugaran Fisik Atel Latihan Online   |   14:00 . Akhir Pekan, Harga Buyback Emas Merosot Rp16.000   |   13:00 . Disdik Himbau Sekolah Tak Adakan Perpisahan   |   12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |  
Sun, 07 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 01 December 2019 19:00

Bengawan Solo Diduga Tercemar, ini yang Dilakukan Gubernur Khofifah

Bengawan Solo Diduga Tercemar, ini yang Dilakukan Gubernur Khofifah

Reporter : Ali Imron/blokTuban.com

blokBojonegoro.com - Perubahan warna air Sungai Bengawan Solo telah menjadi perhatian serius Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pengambilan sampel air pun telah dilakukan pada 29 dan 30 November, yaitu dua di Ngawi dan tiga di Bojonegoro.

"Pada 4 Desember mendatang kita akan tahu hasilnya. Ada indikasi karena warnanya ada merah tua, memang kemungkinan dari limbah tekstil dan pewarna batik," terang Gubernur Khofifah disela pengecekan tanggul retak di Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang, Minggu (1/12/2019).

Kendati demikian, Khofifah meminta tetap harus dibuktikan. Sedangkan pada 3 Desember 2019 ini akan ada kongres Sungai Bengawan Solo di Semarang.

Dua bulan lalu, Khofifah mengaku telah koordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Apakah dicari titik tengahnya perbatasan Jatim dan Jateng. Apapun itu dibahas daya dukung alam, terutama baku mutu air.

"Kita harus lakukan kewaspadaan lebih signifikan," terangnya.

Ditambahkan, di kongres di Semarang nanti Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga hadir. Khofifah berharap yang melakukan pelanggaran terhadap pembuangan limbah secara tidak bertanggungjawab, seyogyanya mereka dapat peringatan sampai dengan hukuman.

Soal baku mutu air, Gubernur Ganjar juga waktu itu mengatakan dalam posisi yang membahayakan. Kemarin dikagetkan di Ngraho air mengalir warnanya sudah berubah.

"Saya tidak hanya minta foto tapi juga video, supaya bisa mengenali sumber air kemudian dilakukan sampling di lima titik," imbuhnya.

Oleh karena itu, mencintai sungai menjadi bagian penting. Beberapa kali Khofifah susur sungai, diharapkan sungai menjadi beranda depan. Tidak hanya di Jatim dan Jateng, tapi dimana saja.

Ketika mencintai sungai, itu berarti ada harapan habitat sungai bisa hidup dengan baik. Bahwa secara serius Pemprov ingin ada wisata sungai yang lebih strategis, dari Gresik, Mojokerto, sampai Surabaya.

"Diambil contoh perahu kecil bisa menjadi indah ada di belahan Sungai Kapuas," tambahnya.

Terobosan tesebut diharapkan diterapkan di Jatim, sehingga menjadi sumber mata pencaharian baru bagi masyarakat yang punya pasion untuk membangun wisata. [ali/ito]

Tag : bengawan, solo, tercemar, limbah


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat