13:00 . Meriah Event Road Race Bojonegoro 2019   |   12:00 . Difabel, Membangun Kesadaran Inklusivitas   |   09:00 . Selangkah Lagi Absorber 3 Sampai Proyek JTB   |   08:00 . Dana Pinjaman Bunga 0 Persen Pegadaian   |   07:00 . Apel Disebut Makanan Super, Ramah untuk Jantung dan 2 Alasan Ini   |   22:00 . Rider Cilik Ikut Roadrace   |   21:00 . Dibuka untuk Umum, Sinau Nge-MC Bareng Disosialisasikan di CFD   |   20:00 . Pedagang dan Peternak Asal Sengon ini Jual Kambing Hingga ke Ibu Kota   |   19:00 . Festival Geopark 2 Teksas Wonocolo 2019, Galakkan Promosi Wisata Bojonegoro   |   18:00 . Meriah Event Road Race Bojonegoro 2019   |   17:00 . Bengawan Solo Menghijau Penuh Eceng Gondok   |   16:00 . Agrowisata Belimbing Olah Belimbing Menjadi Kuliner Unik   |   15:00 . Petani Ngulanan Dander Panen Raya, Harga Gabah Tinggi   |   14:00 . Sejumlah Fasilitas Baru Dibangun Perlancar Lalu Lintas di Bojonegoro   |   13:00 . 31 Jembatan Jadi Tantangan Moving Alat Jumbo JTB   |  
Mon, 09 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 02 December 2019 16:00

Curhatan Jokowi 30 Tahun RI Nggak Bangun Kilang

Curhatan Jokowi 30 Tahun RI Nggak Bangun Kilang

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus membahas masalah defisit atau tekor neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan (CAD) yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan.

Penyebab utama defisit neraca perdagangan dikarenakan impor minyak dan gas (migas) masih tinggi dibandingkan ekspornya. Menurut Jokowi, impor migas tinggi dikarenakan Indonesia tidak pernah bangun kilang selama lebih dari 30 tahun.

"Kalau barang impor bisa diproduksi di dalam negeri kenapa harus kita impor. Contoh tadi minyak dan pembangunan kilang minyaknya, refinery-nya. Sudah 30 tahun lebih kita nggak bangun satu kilang pun," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Padahal, kata Jokowi, jika kilang minyak banyak dibangun di Indonesia maka banyak pula produk turunan yang bisa dibuat di dalam negeri.

"Kalau kilang dibangun itu ada turunannya nanti. Petrochemical itu bisa langsung larinya ke mana-mana. Masa kita masih impor petrokimia, padahal kesempatan untuk membikin itu terbuka lebar dan tidak dikerjakan. Ini ada apa? Ini yang mau kita selesaikan ini. Ini gede banget ini kalau bisa selesaikan refinery dan akan impor-impor petrokimia akan anjlok turun," tegasnya.

Menurut Jokowi, kilang minyak yang ada saat ini masih bisa ditingkatkan produksinya sehingga ketergantungan pada impor pun akan menurun. Apalagi pemerintah mau menerapkan program mandatori biodiesel sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) solar menjadi 30% (B30).

Mantan Wali Kota Solo ini mengaku bahwa kegiatan impor minyak masih bisa dilakukan namun harus dipastikan pada saat produksi nasional benar-benar kurang.

"Kalau betul-betul kurang baru impor. Bukan menggantungkan terus pada impor dan lifting produksi minyak kita turun terus," jelasnya.

*Sumber: detik.com

Tag : migas, kilang minyak, kilang tuban, kilang pertamina


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat