15:00 . Hore..! 124,5 Kilometer Jalan Rigid Beton Tahun Ini   |   14:00 . Izin Keluar, Cafe dan Karaoke Ini Siap Buka Kembali   |   13:00 . Dinas PUPR Kebut Perencanaan Jembatan Darurat   |   12:00 . Pemohon Paspor di UKK Imigrasi Masih Stabil   |   11:00 . Ikut Koalisi, Gerinda Merapat ke Pemkab, Benarkah?   |   10:00 . Kemenag Bojonegoro Benarkan Umroh Sementara Distop   |   09:00 . Ribuan Jamaah Hadiri Silaturohim IHM-NU Se-Bojonegoro   |   08:30 . Semangat Ikuti Semiloka Sahabat Pertamina   |   08:00 . Tajak Sumur di Trembes, Pertamina EP Gelar Syukuran dan Santunan   |   07:00 . Anak Balita Sangat Pendiam, Kenapa Ya?   |   06:00 . Semiloka Program Sahabat Pertamina   |   17:00 . Silaturahim IHM NU Kecamatan Kanor, Dihadiri 10.000 Anggota   |   16:00 . Dinas Perdagangan Wacanakan Pembuatan Kartu Penerima Elpiji Bersubsidi   |   15:00 . Kurangi Risiko Longsor, Kodim Dan Pemkab Tanam Rumput Vetiver   |   12:00 . Harga Bawang Putih Merangkak Naik, Cabai Berangsur Turun   |  
Fri, 28 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 03 December 2019 16:00

Faktor Cuaca, Banyak Petani Tunda Masa Tanam

Faktor Cuaca, Banyak Petani Tunda Masa Tanam

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Faktor cuaca atau musim penghujan yang belum stabil di Kabupaten Bojonegoro, membuat petani Bojonegoro terpaksa menunda masa tanam. Hal itu, diakui oleh Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro,hingga kini, hampir lahan pertanian belum banyak dijumpai petani yang tengah menanam padi.

"Semestinya, di Bojonegoro memasuki masa tanam sejak bulan oktober lalu di dasarian ke dua," ungkap Kabid Tanaman pangan dan Holtikultura, Disperta Bojonegoro, Zaenal Fanani.

Kondisi hujan yang belum bisa diprediksi, maka banyak petani memilih menunda masa tanam padi, bahkan pada musim awal penghujan lalu, sejumlah petani mencoba membuat benih padi untik persiapan masa tanam, namun akhirnya gagal karena kekurangan air.

"Kalaupun ada petani yang melakukan masa tanam lahan pertaniannya ada sekitar Bengawan Solo," papar Zaenal kepada blokBojonegoro.com.

Salah satu petani, Imam mengaku hanya sekadar membersihkan lahan yang akan disiapkan untuk menabur benih. Sebab, intensitas hujan tidak bisa diprediksi, sedangkan lahan juga masih kering.

"Hanya membersihkan rumput-rumput dulu. Nanti kalau ada airnya baru dicangkul untuk ditabur benih," kata petani asal Kecamatan Kapas.

Terpisah, Kabid Sarpras, Disperta Bojonegoro, Imam Nur Hamid membenarkan banyaknya petani yang menunda masa tanam akibat belum stabilnya prediksi cuaca turun hujan, namun Disperta mengklaim ketersediaan pupuk di Bojonegoro masih mencukupi, hanya bahkan jenis pupuk NPK sudah ada tambahan dari pusat sejak awal bulan november 2019.

"Total ada tambahan 450 ton pupuk jenis NPK dari pusat," beber Imam kepada blokBojonegoro.com.

Namun yang pasti, ketersediaan pupuk untik masa tanam dipastikan aman, sehingga petani tidak perlu khawatir akan adanya kelangkaan pupuk yang terjadi.[saf/ito]

Tag : hujan, petani, tanam


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat