20:00 . Punya 18 Siswa, di SD Ini Ada Kelas Tanpa Murid   |   19:00 . Bahagia Tidur di Kebun Pinggir Hutan Bersama Ternak   |   18:00 . Wakili Bupati, Staff Ahli Paparkan Faktor Pendukung Pembangunan Desa   |   17:00 . Hanya 1 Pendaftar CPNS Difabel, BKPP Tak Buka Kesempatan Lagi   |   16:00 . Stok Darah Melimpah, PMI Batasi Layanan DD di Tempat Umum   |   15:00 . Inilah Syarat dan Ketentuan Dana Pinjaman Bunga 0 Persen dari Pegadaian   |   14:00 . Pembangunan SDM 5 Tahun Kedepan Lebih Utama   |   13:00 . PMI Gelar Muskerkab untuk Meningkatkan Pelayanan   |   12:00 . Datangkan Ketua PBNU, IAI-UNUGIRI Perdalam Konsep Islam Nusantara   |   11:00 . EMCL Gelar Lokakarya dan Peluncuran Program Pembangunan Desa Berwawasan Kependudukan   |   10:00 . Warga Nglampin Berharap Jalan Segera Diperbaiki   |   09:00 . 2019, Jilbab Waterproof Jadi Idola Kaum Hawa   |   08:00 . Tiga Minggu UMK Ditetapkan, Disperinaker Belum Terima Penangguhan   |   07:00 . 5 Kebiasaan yang Dapat Merusak Gigi Anak   |   00:00 . Wabup Kunjungi Museum Petroleum Geo Heritage Wonocolo   |  
Tue, 10 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 03 December 2019 16:00

Faktor Cuaca, Banyak Petani Tunda Masa Tanam

Faktor Cuaca, Banyak Petani Tunda Masa Tanam

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Faktor cuaca atau musim penghujan yang belum stabil di Kabupaten Bojonegoro, membuat petani Bojonegoro terpaksa menunda masa tanam. Hal itu, diakui oleh Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro,hingga kini, hampir lahan pertanian belum banyak dijumpai petani yang tengah menanam padi.

"Semestinya, di Bojonegoro memasuki masa tanam sejak bulan oktober lalu di dasarian ke dua," ungkap Kabid Tanaman pangan dan Holtikultura, Disperta Bojonegoro, Zaenal Fanani.

Kondisi hujan yang belum bisa diprediksi, maka banyak petani memilih menunda masa tanam padi, bahkan pada musim awal penghujan lalu, sejumlah petani mencoba membuat benih padi untik persiapan masa tanam, namun akhirnya gagal karena kekurangan air.

"Kalaupun ada petani yang melakukan masa tanam lahan pertaniannya ada sekitar Bengawan Solo," papar Zaenal kepada blokBojonegoro.com.

Salah satu petani, Imam mengaku hanya sekadar membersihkan lahan yang akan disiapkan untuk menabur benih. Sebab, intensitas hujan tidak bisa diprediksi, sedangkan lahan juga masih kering.

"Hanya membersihkan rumput-rumput dulu. Nanti kalau ada airnya baru dicangkul untuk ditabur benih," kata petani asal Kecamatan Kapas.

Terpisah, Kabid Sarpras, Disperta Bojonegoro, Imam Nur Hamid membenarkan banyaknya petani yang menunda masa tanam akibat belum stabilnya prediksi cuaca turun hujan, namun Disperta mengklaim ketersediaan pupuk di Bojonegoro masih mencukupi, hanya bahkan jenis pupuk NPK sudah ada tambahan dari pusat sejak awal bulan november 2019.

"Total ada tambahan 450 ton pupuk jenis NPK dari pusat," beber Imam kepada blokBojonegoro.com.

Namun yang pasti, ketersediaan pupuk untik masa tanam dipastikan aman, sehingga petani tidak perlu khawatir akan adanya kelangkaan pupuk yang terjadi.[saf/ito]

Tag : hujan, petani, tanam


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat