20:00 . Punya 18 Siswa, di SD Ini Ada Kelas Tanpa Murid   |   19:00 . Bahagia Tidur di Kebun Pinggir Hutan Bersama Ternak   |   18:00 . Wakili Bupati, Staff Ahli Paparkan Faktor Pendukung Pembangunan Desa   |   17:00 . Hanya 1 Pendaftar CPNS Difabel, BKPP Tak Buka Kesempatan Lagi   |   16:00 . Stok Darah Melimpah, PMI Batasi Layanan DD di Tempat Umum   |   15:00 . Inilah Syarat dan Ketentuan Dana Pinjaman Bunga 0 Persen dari Pegadaian   |   14:00 . Pembangunan SDM 5 Tahun Kedepan Lebih Utama   |   13:00 . PMI Gelar Muskerkab untuk Meningkatkan Pelayanan   |   12:00 . Datangkan Ketua PBNU, IAI-UNUGIRI Perdalam Konsep Islam Nusantara   |   11:00 . EMCL Gelar Lokakarya dan Peluncuran Program Pembangunan Desa Berwawasan Kependudukan   |   10:00 . Warga Nglampin Berharap Jalan Segera Diperbaiki   |   09:00 . 2019, Jilbab Waterproof Jadi Idola Kaum Hawa   |   08:00 . Tiga Minggu UMK Ditetapkan, Disperinaker Belum Terima Penangguhan   |   07:00 . 5 Kebiasaan yang Dapat Merusak Gigi Anak   |   00:00 . Wabup Kunjungi Museum Petroleum Geo Heritage Wonocolo   |  
Tue, 10 December 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 03 December 2019 19:00

Pilbox Bukti Jejak Peninggalan Belanda di Bojonegoro

Pilbox Bukti Jejak Peninggalan Belanda di Bojonegoro

 

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Pilbox penyebutan sebagai tempat pengintaian berongga, atau warga sekitar Jalan Pinggiran menyebutnya sebagai benteng peninggalan Belanda. Menariknya benteng ini terdapat 2 bangunan, sisi timur dan sisi barat. Untuk sisi Barat berada di ujung persis tepi Bengawan Solo, Pinggiran RT 23. Sedangkan, sisi timur berada tepat di tengah Jalan berpaving yang berada persis di depan rumah penduduk, di Jalan Pinggiran RT 22 , Desa Banjarejo, Kecamatan Kota Bojonegoro.

Sebelum terjadi longsor, dahulu kondisi pilbox yang berada di sisi timur RT 22 Jalan Pinggiran ini berukuran 2 meter lebih tinggi. Saat ini ukuran pilbox lebih rendah dari rumah penduduk sekitar, terdapat 3 rongga di sisi tengah, timur dan barat. Serta pintu yang saat ini berukuran kecil.

Menariknya dari Bangunan Benteng ini tidak adanya yang dipugar sama sekali. Hanya beberapa saja yang tampak diperindah dengan cat warna merah dan putih oleh pemuda sekitar.

"Ya benar memang ini benteng peninggalan Belanda. Zaman Kakek saya dulu memang dipakai untuk memasang senjata jenis meriam, dipasang di rongga sisi tengah itu untuk menghadang musuh dari selatan tepat persis di sisi Bengawan Solo, rongga barat dan timur juga untuk memasang senjata meriam dari musuh yang berlawanan," terang Sapi'i, warga RT 22, Desa Banjarejo, Kecamatan Kota Bojonegoro. [liz/lis]

Tag : Benteng, Belanda


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat