11:00 . Hari Gizi, TK Aba Percontohan Gelar Festival Anak Sholeh   |   09:00 . Di Duga Korsleting Toko Bangunan di Ngasem Ludes Terbakar   |   08:00 . Tahu Lontong Mak Katinem, Rasa Khas Sejak Puluhan Tahun   |   07:00 . Waspada Kutu Air di Musim Hujan   |   20:00 . Alat Jumbo JTB Terpanjang Kesulitan Belok   |   19:00 . Spot Petualang Menarik dan Menantang di Kota Migas Bojonegoro   |   18:00 . Mendebarkan, Aksi Barongsai - Leang Leong saat Imlek   |   17:00 . Kangen Bojonegoro? Intip Wisata, Budaya dan Keseniannya   |   16:00 . Serba-serbi Perayaan Imlek di Tahun 2020 Shio Tikus Logam   |   15:00 . Ciptakan Kader Militan, IPNU IPPNU Gedongarum Gelar Makesta   |   14:00 . Digelar 2 Hari, ini Rangkaian Alisco 2020   |   13:00 . Brimob Bojonegoro Ikut Amankan Perayaan Imlek   |   12:00 . Air Kali Pacal Meluap, Ratusan Rumah Terendam   |   11:00 . Meriah, Hari Ini Pembukaan Alisco 2020   |   10:00 . Wujudkan Ketahanan Wilayah, Koramil Kanor Gelar Karya Bakti   |  
Sun, 26 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 05 December 2019 20:00

Kaleidoskop 2019 (1)

Meningkat, Tahun 2019 Ada 3.223 Perkara di Pengadilan Agama

Meningkat, Tahun 2019 Ada 3.223 Perkara di Pengadilan Agama Foto: tirto.id

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Dibanding tahun 2018 lalu, laporan perkara yang diterima di Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro meningkat. Tercatat, mulai awal tahun 2019 hingga bulan November 2019 ini ada 3.223 laporan perkara yang masuk.

"Padahal tahun 2018 lalu, mulai bulan Januari hingga habis Desember, ada 3.029 perkara," kata Panitera Pengadilan Agama Bojonegoro, Panitera PA Bojonegoro, Solikin Jamik.

Jumlah 3.223 di tahun 2019, adalah total dari sebanyak 31 perkara yang masuk di Pengadilan Agama. Termasuk izin poligama, cerai gugat, cera talak, pengasuhan anak hingga dispensasi kawin.

Kepada blokBojonegoro.com Solikin Jamik menjelaskan, salah satu faktor yang paling dominan dan adalah kemiskinan. Menurutnya, akibat kemisikinan, warga tidak bisa sekolah lebih tinggi, jangkauan sosial juga rendah.

"Sehingga tidak terlalu tangguh atau kuat menghadapi masalah," ujar Solikin Jamik. [saf/ito]

Tag : kasus, perceraian, bojonegoro, perkara


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat