20:00 . Peserta Diseminasi Aku Sehat Senam Bersama   |   19:00 . Aku Sehat Gelar Evaluasi Bersama Program   |   18:00 . Beri Masukan Pemangku Kebijakan, Paparkan Hasil KKN kepada Stakeholder   |   17:00 . Maknyus Lezatnya Sate Kelinci Khas Warung Online   |   16:00 . Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro Beri Penghargaan 10 UMKM Berprestasi   |   15:00 . Hore..! 124,5 Kilometer Jalan Rigid Beton Tahun Ini   |   14:00 . Izin Keluar, Cafe dan Karaoke Ini Siap Buka Kembali   |   13:00 . Dinas PUPR Kebut Perencanaan Jembatan Darurat   |   12:00 . Pemohon Paspor di UKK Imigrasi Masih Stabil   |   11:00 . Ikut Koalisi, Gerinda Merapat ke Pemkab, Benarkah?   |   10:00 . Kemenag Bojonegoro Benarkan Umroh Sementara Distop   |   09:00 . Ribuan Jamaah Hadiri Silaturohim IHM-NU Se-Bojonegoro   |   08:30 . Semangat Ikuti Semiloka Sahabat Pertamina   |   08:00 . Tajak Sumur di Trembes, Pertamina EP Gelar Syukuran dan Santunan   |   07:00 . Anak Balita Sangat Pendiam, Kenapa Ya?   |  
Sat, 29 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 10 December 2019 19:00

Bahagia Tidur di Kebun Pinggir Hutan Bersama Ternak

Bahagia Tidur di Kebun Pinggir Hutan Bersama Ternak

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Menua dan akhirnya masuk fase lanjut usia, menjadi siklus alami yang akan dilalui setiap manusia.

Di masa senja ini, kegemilangan saat masih muda hanya menjadi cerita. Meski pada umumnya para lansia diurus oleh keluarga yang lebih muda, tidak sedikit yang memilih tinggal secara mandiri dan tak ingin merepotkan orang lain.

Di usia tua, kakek yang akrab dipanggil Mbah Jan ini memilih tinggal di kebun dekat hutan. Laki-laki 88 tahun asal Desa Nglampin Kecamatan Ngambon Kabupaten Bojonegoro ini, lebih suka tinggal di gubuk yang ada di tengah kebunnya, selama 20 tahun lebih Mbah Jan selalu bermalam di gubuk.

Biasanya sebelum bertani di pagi hari, Mbah Jan menyempatkan minum kopi sambil menunggu kiriman sarapan dari rumah.

Meski hidup dalam keterbatasan yang nyaris tanpa fasilitas seperti lampu, tv dan radio, agaknya Mbah Jan sudah terbiasa dengan kondisi ini.

Di dalam gubuk mungil itu hanya ada tempat tidur dan kandang yang diisi dengan 5 sapi, 16 kambing dan sekitar 60 ayam. Itulah alasan Mbah Jan lebih memilih tidur di gubuk dari pada di rumah.

"Gubuk ini sudah bertahun-tahun saya tempati. Perkiraan sudah 20 tahun yang lalu sejak hutan masih rimbun hingga sekarang, karena ternak-ternak saya ada di sini, jadi saya memilih untuk tidur di sini," kata Mbah Jan, kepada blokBojonegoro.com, Senin (9/12/2019).

Jika persediaan makanan sudah habis, Mbah Jan pun harus kreatif untuk bisa memakan apapun yang ada di kebun. Seperti kemarin malam, dia memilih merebus singkong yang ada di kebunnya. “Ini enak dimakan,” terangnya sembari menunjukkan singkong miliknya.

Dengan tenaganya yang mulai lemah, Mbah Jan memang tidak bisa lagi bekerja seperti dulu. Setiap hari dia hanya bisa mencari rumput untuk pakan ternak. Dia mengaku tidak menginginkan apapun. Hanya saja, di musim hujan seperti sekarang, bapak empat anak ini mengaku susah tidur di malam hari, sebab banyak nyamuk yang lalu lalang hinggap di tubuh rentanya.

Mengapa tidak meminta anaknya yang tinggal di gubuk untuk menunggu ternaknya?
Ditanya demikian, Mbah Jan menggeleng. “Saya tidak mau merepotkan mereka,” tuturnya sembari mengaku dirinya sudah ikut senang jika anak-anaknya bisa hidup bahagia. [her/mu]

Tag : hutan, profil, kakek tua


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat