20:00 . Peserta Diseminasi Aku Sehat Senam Bersama   |   19:00 . Aku Sehat Gelar Evaluasi Bersama Program   |   18:00 . Beri Masukan Pemangku Kebijakan, Paparkan Hasil KKN kepada Stakeholder   |   17:00 . Maknyus Lezatnya Sate Kelinci Khas Warung Online   |   16:00 . Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro Beri Penghargaan 10 UMKM Berprestasi   |   15:00 . Hore..! 124,5 Kilometer Jalan Rigid Beton Tahun Ini   |   14:00 . Izin Keluar, Cafe dan Karaoke Ini Siap Buka Kembali   |   13:00 . Dinas PUPR Kebut Perencanaan Jembatan Darurat   |   12:00 . Pemohon Paspor di UKK Imigrasi Masih Stabil   |   11:00 . Ikut Koalisi, Gerinda Merapat ke Pemkab, Benarkah?   |   10:00 . Kemenag Bojonegoro Benarkan Umroh Sementara Distop   |   09:00 . Ribuan Jamaah Hadiri Silaturohim IHM-NU Se-Bojonegoro   |   08:30 . Semangat Ikuti Semiloka Sahabat Pertamina   |   08:00 . Tajak Sumur di Trembes, Pertamina EP Gelar Syukuran dan Santunan   |   07:00 . Anak Balita Sangat Pendiam, Kenapa Ya?   |  
Sat, 29 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 17 December 2019 09:00

Meski Renta, Tetap Gigih Jadi Penggembala

Meski Renta, Tetap Gigih Jadi Penggembala

Kontributor: Herman

blokBojonegoro.com - Pernah lihat orang yang pekerjaannya menggembalakan ternak? Tentunya pernah ya. Biasanya, binatang ternak yang digembala seperti kambing, sapi, bebek dan sebagainya. Penampilan si penggembala juga hampir sama tiap daerah, bersendal jepit, topi caping dan memegang tongkat atau kayu kecil yang berguna untuk menghalau ternaknya.

Di usianya yang sudah senja, usaha Talem warga Kaliaren-Tambakrejo ini patut diapresiasi. Sebab, meski tubuh rentanya tak sekuat dulu, namun pria 63 tahun tersebut masih semangat bekerja menjadi seorang penggembala sapi.

Untuk menggembalakan sapi-sapinya bapak tiga orang anak ini harus pergi ke tengah hutan, Talim pun harus menempuh jarak lebih dari tiga kilometer dari desanya. Hal itu karena kuwalahan mencarikan rumput untuk memberi makan 5 ekor sapi.

“Sapi-sapi itu, setiap hari saya gembala di tengah hutan untuk mencari makan. Kalau waktu sudah sore kembali ke kandang. Kemudian di pagi harinya, kembali bekerja yang sama,” kata Talim, Selasa (17/12).

Pria yang berdomisili di Kaliaren ini terlihat bahagia dengan kondisinya saat ini. Dengan ditemani 5 ekor sapinya, dirinya setia merawat sapi-sapinya pagi hingga malam. “Pekerjaan lain ya bertani. Setiap hari, mengembala sembari bertani,” tuturnya.

Talim mengaku menggembala ke tengah hutan berangkat pagi sekitar jam delapan pagi, dan baru kembali pukul enam sore.

"Saya berangkat menggembala sapi jam delapan pagi dan baru pulang jam enam petang," ucap Talim.

Menurutnya, merawat sapi susah-susah gampang. Karena sapi memiliki nafsu makan yang lumayan banyak, sehingga tidak cukup bila hanya diberi makan rumput saja. Selain, harus mengembala pagi hingga sore tiba, juga harus diberi minum hingga kenyang. [her/lis]

Tag : Humaniora, penggembala


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat