23:00 . Kanwil BPN Serahkan 3.313 Sertifikat Tanah Kepada Pemkab   |   23:00 . BPN Bojonegoro Serahkan Sertifikat Hak Atas Tanah Kodim   |   22:00 . Satu Guru Setingkat SMA Terkonfirmasi Covid 19   |   20:00 . Klaim Pasien Covid 19 se-Jatim Capai Rp1 Triliun   |   19:00 . Bersih-Bersih, Polres Gelar Tes Urine Bagi Anggota   |   18:00 . Wabup Penuhi Panggilan Sebagai Saksi di Polda Jatim   |   15:00 . Bupati Bojonegoro Menyerahkan Sertifikat Hak Atas Tanah   |   14:00 . Suporter Persibo Surati Pemkab Bojonegoro   |   13:00 . 98.76 Persen Warga Bojonegoro Memiliki Jaminan Kesehatan   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan UHC dari BPJS Kesehatan   |   07:00 . 7 Macam Kelainan pada Payudara Wanita dan Cara Mengobatinya   |   22:00 . Pelatihan Berkelanjutan PEPC Kuatkan UMKM   |   21:00 . Sembuh 3 Orang, 3 Pasien Terkonfirmasi Positif   |   19:00 . Panen Tembakau, Harga Jual Masih Stabil   |   18:00 . Dinkop: Total Pendaftar BLT UMKM Bojonegoro Capai 14.550   |  
Thu, 24 September 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 20 December 2019 06:00

Pladu, Munggut dan Ngumboh

Pladu, Munggut dan Ngumboh

Reporter: Muharrom

blokBojonegoro.com – Seminggu terakhir ini, media sosial terutama Facebook benar-benar meriah dengan tiga kata; pladu, munggut dan ngumboh.

Kata tersebut mempunyai arti atau maksud yang kemungkinan sama, yakni ikan tengah mabuk akibat pergantian kondisi air. Ya, memang Bengawan Solo telah berubah dari debet air minim menjadi melimpah.

Warna air sungai terpanjang di Jawa tersebut kecokelatan. Setelah sebelumnya bening berubah kehitaman yang diduga tercemar limbah.

“Kalau di bagian timur air mabuk di bengawan disebut munggut,” kata seorang warga yang tengah mencari ikan semalam di wilayah Kedungbondo, Kecamatan Balen, Arif.

Arif yang mengaku asal Desa Kabunan, Kecamatan Balen, Bojonegoro itu menambahkan, jika di bagian barat Bojonegoro warga menjuluki dengan pladu.

“Di selatan dan beberapa daerah lain dikatakan ngumboh,” tambah warga lain, Yanto.

Pladu, munggut dan ngumboh memang kata yang selalu dinanti oleh warga di bantaran Bengawan Solo. “Kita sudah menanti beberapa kali, tapi disampai bawah wilayah Kanor,” jelas Fauzi, warga Desa Sarangan, Kecamatan Kanor.

Sebab, ketika itu terjadi, maka pesta tersaji dengan berbagai jenis ikan, mulai tawes (bader/keplekan), nila/mujaer, jambal (rengkik) dan patin (jendil). Atau ikan khas bengawan lain yang disebut warga bernama keting, garingan, kecot, arengan, sili dan lain-lain. [mu/ito]

Tag : pladu, munggut, ngumboh, nggawan, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat