17:00 . Kembali Naik, Inilah Harga Logam Mulia Hari Ini   |   16:30 . Patuh Prokes, EMCL Sosialisasikan Program Bronjong Sungai   |   16:00 . Vaksin dan 3M Paket Lengkap Proteksi Kesehatan Masyarakat dari Covid-19   |   15:30 . Tahapan Uji Klinis Vaksin   |   15:00 . Jalin Silaturahmi Bersama Insan Pers, Korem 082/CPYJ Gelar Jalan Sehat   |   14:30 . Kondisi Terkini Longsor Jembatan Glendeng   |   14:00 . Sedikit Demi Sedikit Omzet Asinan Salak Merangkak Naik   |   13:30 . Update Testing di Indonesia   |   13:00 . Selama Pandemi, Ribuan Istri Gugat Suami, Ini Penyebabnya   |   12:00 . Kebab Rp5 Ribuan Enaknya Bikin Ketagihan   |   11:00 . Guyangan Park, Pelosok Kota Migas dengan Alam Mempesona   |   10:00 . Bright Gas Hadir di Dapur Umum Dinsos Lumajang   |   09:00 . Beredarnya Program Stimulus Tarif Tenaga Listrik di Masa Pandemi, ini Kata PLN Bojonegoro   |   08:00 . Covid-19 Berbahaya, Pencegahan dengan Vaksin dan 3M   |   07:00 . Hindari, 14 Kebiasaan yang Tak Disadari Bisa Menghambat Karier   |  
Fri, 04 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 21 December 2019 14:00

Festival Salak Wedi

3 Pengembangan Salak Wedi Menurut Bupati

3 Pengembangan Salak Wedi Menurut Bupati

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Festival Salak ke-4 di Desa Wedi ini hendaknya perlu pengembangan dan modifikasi agar salak di Desa Wedi bisa tumbuh dan dipanen setiap waktu.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah saat memberikan sambutan pada Festival Salak, Sabtu (21/12/2019).

Menurut Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah dalam mengembangkan potensi desa salak ini perlu 3 cara yang harus dilakukan, agar potensi desa salak lebih dikenal.

Yakni pertama mengembangkan bagaimana cara agar salak Desa Wedi tidak hanya panen musiman, tapi bisa panen sewaktu-waktu.

Kedua, kata Bupati Bojonegoro, mendorong masyarakat agar terus mengelola hasil salak dengan aneka olahan lain, dan yang ketiga yakni mendorong masyarakat atau Pemdes setempat untuk memasarkan hasil salak di titik tertentu, sehingga nantinya bisa menambah ekonomi masyarakat desa.

Masih kata bupati, Festival Salak wedi ini digelar untuk menggali potensi sekaligus memotivasi warga desa untuk terus melestarikan, karena dengan giat festival salak bisa dijadikan momentum kebangkitan salak wedi.

"Produk hasil salak ini bisa jadi salah satu oleh-oleh khas saat ada kunjungan wisata di Bojonegoro," terang Bupati Anna Mu'awanah.

Kepala Desa Wedi, Mashuri mengatakan, Festival Salak ini merupakan sumbangsih dari seluruh warga dan petani salak, yang bertujuan untuk melestarikan potensi desa sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat dengan mengelola buah salak menjadi aneka jajanan atau produk lain.

"Total lahan tanaman salak di Desa Wedi ini 60 hektar," jelas Kades Wedi, Mashuri.

Dari total itu rata-rata lahan kosong dan halaman milik warga semua ditanami salak, sehingga saat panen pastinya buah salak di desa ini cukup melimpah.

"Salak wedi memang memiliki rasa yang berbeda dibanding dengan salak pondoh, salak bali maupun beberapa jenis salak lainnya, karena salak wedi rasannya beraneka ragam yakni ada manisnya dan juga ada rasa asam," tandas Mashuri kepada blokBojonegoro.com.

Sementara itu, antusias masyarakat yang datang di acara festival salak sangat luar biasa. Nampak ribuan masyarakat berjubel dari pagi hanya ingin menyaksikan rangkaian acara ini, bahkan masyarakat juga tak sabar ingin menikmati makan salak gratis di lokasi festival. [saf/mu]

Tag : salak wedi, salak, festival salak


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat