10:00 . DPRD Dorong Pemkab Anggarkan Penanganan Covid 19 Bagi Ponpes   |   09:00 . Sambut New Normal, Ponpes Harus Ada Perhatian dari Pemerintah   |   07:00 . Trik Kuatkan Imunitas Anak di Tengah Pandemi   |   22:00 . Pedagang 3 Pasar di Rapid Test, 2 Orang Rekatif   |   21:00 . Sekarang Urus Administrasi, e-KTP, KK, Akte Bisa dari Rumah   |   20:00 . Total 3 Orang Sembuh Covid-19 di Bojonegoro   |   19:00 . Kanor Zona Merah, Baureno Tambah 3 Positif   |   18:00 . Warga Talok Manfaatkan Bantaran Bengawan Solo untuk Ditanami Ale   |   17:00 . Reaktif, 2 Pedagang Pasar Baureno Diisolasi ke BLK   |   16:00 . Rapid Tes RS Swasta Tak Diakui   |   15:00 . Inilah Hasil Lengkap Rapid Test 3 Pasar   |   14:00 . Pedagang Pasar Sumberrejo Ikuti Rapid Test   |   13:00 . Sempat Ketakutan, Pedagang Sambut Positif Rapid Test   |   12:00 . Disdik Rumuskan Kebijakan Normal Baru di Sekolah   |   11:00 . Ditemukan Meninggal, Korban Terseret Sejauh 8 Kilometer   |  
Sun, 31 May 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 25 December 2019 14:00

BPBD : Jika Hujan, 21 Kecamatan Ini Rawan Banjir

BPBD : Jika Hujan, 21 Kecamatan Ini Rawan Banjir

Reporter:  M Safuan

blokBojonegoro.com - Seiring musim hujan yang mulai melanda Kabupaten Bojonegoro, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, telah memetakan sejumlah desa/ kecamatan yang tergolong rawan bencana banjir saat intensitas hujan yang turun cukup tinggi.

"Ada ratusan di 21 kecamatan yang tergolong daerah rawan banjir baik karena luapan air bengawan maupun akibat hujan yang turun dengan intensitas cukup tinggi," kata Kepala BPBD Bojonegoro, Umar Ghoni.

Lanjut dia, meski tidak ada penambahan wilayah yang terkena banjir itu, namun diimbau kepada masyarakat yang ada disekitar tersebut untuk selalu waspada. Rata-rata wilayah itu disebabkan karena luapan air kali yang ada di sekitar desa/kecamatan.

"Untuk dampak banjir akibat luapan Bengawan Solo, diperkirakan 156 desa yang akan terkena dampak," paparnya.

Banjir di sejumlah wilayah itu disebabkan akibat curah hujan yang cukup tinggi dengan durasi sekitar 2 jam lebih, sehingga dengan durasi itu bisa berpotensi banjir. Oleh karenanya, BPBD Bojonegoro dengan memprediksi puncak musim hujan akan terjadi mulai terjadi diimbau kepada masyarakat agar selalu waspada.

"Untuk prediksi puncak musim hujan akan terjadi di bulan Februari mendatang," papar Umar.

Adapun 21 kecamatan yang rawan terkena banjir tersebut yakni Kecamatan Balen, Baureno, Bojonegoro, Dander, Gayam, Kalitidu, Kanor, Kapas, Kasiman, Kedungadem, Kepohbaru, Malo, Ngasem, Ngraho, Padangan, Purwosari, Sugihwaras, Sukosewu, Sunberrejo, Temayang dan Trucuk.

Dengan hujan yang cukup tinggi dengan durasi lama bakal mengakibatkan banjir akibat luapan air kali/sungai yang ada dikecamatan tersebut, seperti di Daerah Kasiman akan terdampak bencana banjir kiriman dari Kecamatan Kedewan melalui hulu sungai.[saf/lis]


Tag : Bpbd, bencana, banjir


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat