18:00 . Ibu-ibu PKK di Kedungprimpen Belajar Pemasaran Daring   |   17:00 . FKMB UINSA Kembangkan Potensi Desa Melalui Bakmas   |   16:00 . Nyentrik, Polisi Ramah Dikenal Kumisnya   |   15:00 . Boromania Beri Waktu Manajemen Persibo Beri Kepastian   |   14:00 . Pendekar Velg Super Jago   |   13:00 . Sama-sama Naik, ini Harga Jual dan Buyback   |   12:00 . Meski Selesai Secara Kekeluargaan, Mbah Dul Enggan Balik   |   11:00 . PWI Bojonegoro Gelar Lomba Menulis Potensi Desa   |   10:00 . Nurul Hayat Bojonegoro Resmikan 3 Rumah Baru untuk Korban Puting Beliung   |   09:00 . ABC Kampanyekan Pola Hidup Bersih dan Sehat di Desa Setren   |   08:00 . Ular Besar Diamankan di Lingkungan Warga Kota Bojonegoro   |   07:00 . Kunci Stamina Prima untuk Calon Pengantin   |   21:00 . Antisipasi Banjir, Pemkab Bojonegoro Gelar Pelatihan Anggota Satlinmas Desa   |   20:00 . Dalam Satu Hari, Damkar Bojonegoro Tangkap 4 Ular di Lokasi Berbeda   |   19:00 . Harga Cabai Rawit Melonjak Hingga Rp85 Ribu Per Kilogram   |  
Fri, 24 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 03 January 2020 11:00

Mudah Tumbuh dan Bernilai Ekonomis, Warga Selatan Bojonegoro Tanam Porang

Mudah Tumbuh dan Bernilai Ekonomis, Warga Selatan Bojonegoro Tanam Porang

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Iles-iles atau porang adalah tanaman penghasil umbi yang dapat dimakan, tanaman umbi-umbian ini dari spesies Amorphophallus Muelleri.

Selain itu, tanaman umbi-umbian ini tengah populer dibicarakan masyarakat, lantaran kisah sukses petaninya.

Bahkan di Bojonegoro sendiri tak sedikit warga di Desa Klino Kecamatan Sekar sudah mulai budidaya porang.

Umbi-umbian ini dapat hidup subur di hutan tropis. Tanaman yang juga disebut iles-iles tersebut dikategorikan termasuk tanaman semak dengan memiliki ciri tinggi mencapai 100 hingga 250 cm dengan umbi tanaman berada di dalam tanah.

Menurut Selamet (38) perangkat Desa Klino porang adalah tanaman yang toleran dengan naungan rimbunnya daun hingga 60%. Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl. Bahkan, sifat tanaman tersebut dapat memungkinkan dibudidaya di lahan hutan di bawah naungan tanaman lain.

"Tanaman porang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan, karena punya peluang yang cukup besar untuk diekspor," tuturnya kepada blokBojonegoro.com.

Menurutnya, petani porang di Desa Klino menjual hasil panennya ke tengkulak yang berada di Desa Klangon Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun.

"Harga porang bisa mencapai Rp2.500 untuk satu umbi dengan berat 4 kilogram, dalam hitungan normal 100 pohon porang bisa menghasilkan Rp1 juta," kata Jogoboyo Selamet.

Untuk luasan 1 hektar, kata dia, bisa ditanam sebanyak 6.000 bibit, sehingga bisa menghasilkan 24 ton/hektar, yakni dengan penghitungan 6.000 dikalikan 4 kilogram. Dengan demikian, maka dalam hitungan kasar, jika satu hektar bisa menghasilkan 24 ton, dan dikalikan dengan harga Rp2.500/kilogram, kurang lebih bisa menghasilkan Rp60 juta," katanya.

Secara umum perkembangbiakan tanaman porang dapat dilakukan dengan beberapa cara, yakni perkembangbiakan dengan katak, perkembangbiakan dengan biji/buah, dan perkembangbiakan dengan umbi.

Katak merupakan bintil berwarna coklat kehitaman yang muncul pada pangkal atau tangkai daun. Dalam 1 kg katak berisi sekitar 100 butir katak. Katak ini pada masa panen dikumpulkan kemudian disimpan sehingga bila memasuki musim hujan bisa langsung ditanam pada lahan yang telah disiapkan.

Sedangkan dengan biji atau buah, tanaman porang pada setiap kurun waktu empat tahun akan menghasilkan bunga yang kemudian menjadi buah atau biji. Dalam satu tongkol buah bisa menghasilkan biji sampai 250 butir yang dapat digunakan sebagai bibit porang dengan cara disemai terlebih dahulu. [her/mu]

Tag : porang, petani porang, penghasil porang, pusat porang


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat