15:00 . Usulkan 1000 Formasi, 615 untuk CPNS dan 385 PPPK   |   14:00 . Tahun 2021, Pemkab Bojonegoro Anggarkan 18 Milyar untuk Santunan Kematian   |   13:00 . Warga Ngumpakdalem Gotong Royong Bangunkan Rumah untuk Disabilitas   |   12:00 . BUMDES Lohjinawe Sarangan Perkuat Ekonomi Desa Melalui UMKM   |   11:00 . 190 KM Jalan Cor dan 20 KM Jalan Aspal Bakal Dibangun Tahun Ini   |   10:00 . Santunan Korban Catat Tetap Jasa Raharja 2020 Menurun   |   09:00 . Tingkatkan Layanan Masyarakat, Kesra Gunakan Aplikasi SANDUK   |   07:00 . Penyebab dan Cara Mencegah Bau Badan, Biar Nggak Minder Saat Bergaul!   |   06:00 . Manfaat Vaksin COVID-19   |   23:00 . Gandeng Kantor Pos, RSUD Bojonegoro Luncurkan Layanan Antar Obat   |   22:00 . Inilah Susunan Kepengurusan DPC Partai Gerindra Bojonegoro   |   21:00 . Warga Ngrejeng Purwosari Hilang, Diduga Tenggelam di Sungai Gandong   |   20:00 . 30 Pasangan Mesum Terjaring Razia, 1 Pelajar Hamil 2 Bulan   |   20:00 . Begini Virus Corona Menyerang dan Menyebar   |   19:00 . Pelaku Pencurian 12 Laptop di SDN 1 Bakung Diamankan Polisi   |  
Tue, 19 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Masyarakat Berani Lapor, Angka Kekerasan di Bojonegoro Menurun

blokbojonegoro.com | Saturday, 04 January 2020 16:00

Masyarakat Berani Lapor, Angka Kekerasan di Bojonegoro Menurun

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Bojonegoro, diklaim oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro terus mengalami penurunan.

Kepala Dinas  Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro, melalui Kasi Perlindungan Perempuan dan anak, Suharto menjelaskan, tingginya angka jumlah kekerasan perempuan dan anak itu dinilai karena banyak orang tua atau masyarakat mulai berani melaporkan masalah kekerasan yang terjadi di sekitarnya, sehingga laporan itu tercatat dan segera mendapat penanganan dari pihaknya.

"Tapi, jumlah angka kekerasan perempuan dan anak tiap tahun terus menurun kasusnya," tandas Suharto kepada blokBojonegoro.com.

Masih kata Suharto, untuk menekan jumlah kasus kekerasan itu, pihaknya juga mengoptimalkan keberadaan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (SATGAS PPA) di tiap-tiap kecamatan atau desa. Diharapkan adanya Satgas PPA itu, bisa menekan angka kekerasan yang terjadi di Bojonegoro agar terus turun.

Selama 2019 lalu angka kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Bojonegoro sebanyak ada 50 kasus dengan rincian kasus kekerasan perempuan dan anak itu meliputi kekerasan fisik 2 kasus, kekerasan psikis 12 kasus, penelantaran 3 kasus, pemerkosaan 6 kasus, persetubuhan 5 kasus, pencabulan 6 kasus, kenakalan 6 kasus dan perebutan hak asuh anak ada 4 kasus. Dan untuk kasus melarikan anak dibawah umur dan mempekerjakan anak, tercatat tidak ada laporan.[saf/ito]

Tag : Kasus, kekerasan, anak, bojonegoro, DP3akb


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat