18:00 . Ibu-ibu PKK di Kedungprimpen Belajar Pemasaran Daring   |   17:00 . FKMB UINSA Kembangkan Potensi Desa Melalui Bakmas   |   16:00 . Nyentrik, Polisi Ramah Dikenal Kumisnya   |   15:00 . Boromania Beri Waktu Manajemen Persibo Beri Kepastian   |   14:00 . Pendekar Velg Super Jago   |   13:00 . Sama-sama Naik, ini Harga Jual dan Buyback   |   12:00 . Meski Selesai Secara Kekeluargaan, Mbah Dul Enggan Balik   |   11:00 . PWI Bojonegoro Gelar Lomba Menulis Potensi Desa   |   10:00 . Nurul Hayat Bojonegoro Resmikan 3 Rumah Baru untuk Korban Puting Beliung   |   09:00 . ABC Kampanyekan Pola Hidup Bersih dan Sehat di Desa Setren   |   08:00 . Ular Besar Diamankan di Lingkungan Warga Kota Bojonegoro   |   07:00 . Kunci Stamina Prima untuk Calon Pengantin   |   21:00 . Antisipasi Banjir, Pemkab Bojonegoro Gelar Pelatihan Anggota Satlinmas Desa   |   20:00 . Dalam Satu Hari, Damkar Bojonegoro Tangkap 4 Ular di Lokasi Berbeda   |   19:00 . Harga Cabai Rawit Melonjak Hingga Rp85 Ribu Per Kilogram   |  
Fri, 24 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 04 January 2020 16:00

Masyarakat Berani Lapor, Angka Kekerasan di Bojonegoro Menurun

Masyarakat Berani Lapor, Angka Kekerasan di Bojonegoro Menurun

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Bojonegoro, diklaim oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro terus mengalami penurunan.

Kepala Dinas  Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro, melalui Kasi Perlindungan Perempuan dan anak, Suharto menjelaskan, tingginya angka jumlah kekerasan perempuan dan anak itu dinilai karena banyak orang tua atau masyarakat mulai berani melaporkan masalah kekerasan yang terjadi di sekitarnya, sehingga laporan itu tercatat dan segera mendapat penanganan dari pihaknya.

"Tapi, jumlah angka kekerasan perempuan dan anak tiap tahun terus menurun kasusnya," tandas Suharto kepada blokBojonegoro.com.

Masih kata Suharto, untuk menekan jumlah kasus kekerasan itu, pihaknya juga mengoptimalkan keberadaan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (SATGAS PPA) di tiap-tiap kecamatan atau desa. Diharapkan adanya Satgas PPA itu, bisa menekan angka kekerasan yang terjadi di Bojonegoro agar terus turun.

Selama 2019 lalu angka kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Bojonegoro sebanyak ada 50 kasus dengan rincian kasus kekerasan perempuan dan anak itu meliputi kekerasan fisik 2 kasus, kekerasan psikis 12 kasus, penelantaran 3 kasus, pemerkosaan 6 kasus, persetubuhan 5 kasus, pencabulan 6 kasus, kenakalan 6 kasus dan perebutan hak asuh anak ada 4 kasus. Dan untuk kasus melarikan anak dibawah umur dan mempekerjakan anak, tercatat tidak ada laporan.[saf/ito]

Tag : Kasus, kekerasan, anak, bojonegoro, DP3akb


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat