12:00 . Kapolda: Surabaya Tiru Bojonegoro Perangi Covid-19   |   11:00 . Meski Sudah Ada Aplikasi Online, Dispendukcapil Tetap Layani Manual   |   10:00 . Panen Ale Pinggir Bengawan Solo   |   09:00 . Ini Jadwal PPDB Online Tingkat SMP   |   08:00 . Semangat Raup Rupiah dari Anyaman Bambu   |   07:00 . 3 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Saat Bayi Demam   |   22:00 . Jalan Beton Mulai Digarap, Ini Komentar Warga   |   21:00 . Sehari Sebelum Kecelakaan, Korban Buat Status Alam Kubur   |   20:00 . Tambahan 2 Orang Positif Covid-19 dari ODP   |   19:00 . Alhamdulillah....5 Orang Positif Covid-19 di Bojonegoro Sembuh   |   18:00 . Saksi: Tadi Saya Sudah Berteriak   |   17:00 . Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu di Balen Memakan Korban Jiwa   |   16:00 . Besok, Semua Operator Sekolah Ikuti Diklat Online   |   15:00 . Sutikno: Pembatalan Kebarangkatan Jamaah Haji Adalah Langkah Tepat   |   14:00 . Kepala SMA/SMK yang Ikut Hadir Pelantikan di Surabaya di Rapid Test   |  
Thu, 04 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 05 January 2020 17:00

Kohati Lafran Pane Gelar Diskusi Optimalisasi Peranan Perempuan

Kohati Lafran Pane Gelar Diskusi Optimalisasi Peranan Perempuan

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), komisariat Lafran pane Universitas Bojonegoro, gelar diskusi terkait optimalisasi peranan perempuan di ranah publik maupun domestik, Minggu (5/1/2020) sore.

Sekretaris umum Lafran Kedung pane HMI wati, Desi Pertiwi mengatakan, boleh seorang wanita terjun ke dalam ranah publik, seperti bekerja. Akan tetapi harus memenuhi  kewajibannya di ranah domestik, yakni tidak melupakan kodratnya sebagai seorang anak, istri maupun ibu.

"Sebagai seorang wanita tentunya secara tidak langsung sadar akan hak dan kewajiban kita sebagai seorang wanita, kewajiban harus dipenuhi terlebih dahulu," jelas Ika.

Terlebih seorang perempuan nantinya sebagai calon ibu untuk anak-anak kita. Sebab seorang ibu merupakan Madrasatul ula (Madrasah utama). Oleh karena itu, seorang ibu dituntut untuk memiliki pengetahuan, pengalaman yang lebih dahulu. Barulah setelah itu meminta hak, untuk berkecimpung di ranah publik.

"Pada intinya seorang perempuan harus bisa memainkan peran domestik dan publik secara seimbang, supaya tidak berat sebelah," tutup Ika kepada blokBojonegoro.com. [liz/ito]

Tag : diskusi, perempuan, mahasiswa, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat