18:00 . Ibu-ibu PKK di Kedungprimpen Belajar Pemasaran Daring   |   17:00 . FKMB UINSA Kembangkan Potensi Desa Melalui Bakmas   |   16:00 . Nyentrik, Polisi Ramah Dikenal Kumisnya   |   15:00 . Boromania Beri Waktu Manajemen Persibo Beri Kepastian   |   14:00 . Pendekar Velg Super Jago   |   13:00 . Sama-sama Naik, ini Harga Jual dan Buyback   |   12:00 . Meski Selesai Secara Kekeluargaan, Mbah Dul Enggan Balik   |   11:00 . PWI Bojonegoro Gelar Lomba Menulis Potensi Desa   |   10:00 . Nurul Hayat Bojonegoro Resmikan 3 Rumah Baru untuk Korban Puting Beliung   |   09:00 . ABC Kampanyekan Pola Hidup Bersih dan Sehat di Desa Setren   |   08:00 . Ular Besar Diamankan di Lingkungan Warga Kota Bojonegoro   |   07:00 . Kunci Stamina Prima untuk Calon Pengantin   |   21:00 . Antisipasi Banjir, Pemkab Bojonegoro Gelar Pelatihan Anggota Satlinmas Desa   |   20:00 . Dalam Satu Hari, Damkar Bojonegoro Tangkap 4 Ular di Lokasi Berbeda   |   19:00 . Harga Cabai Rawit Melonjak Hingga Rp85 Ribu Per Kilogram   |  
Fri, 24 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 06 January 2020 15:00

Penderita HIV/AIDS di Bojonegoro Capai 1.160 Orang

Penderita HIV/AIDS di Bojonegoro Capai 1.160 Orang

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Bojonegoro semakin bertambah setiap tahunnya. Pada tahun 2019 ada 158 penderita baru yang ditemukan. Angka tersebut merupakan hasil dari validasi data jumlah penderita HIV Aids yang dilakukan oleh Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro.

Kasi Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Wheny Dyah mengatakan, setiap tahunya Dinas Kesehatan selalu menemukan pengidap setiap tahunya. Dibanding tahun 2019, penemuan pada tahun 2018 lebih banyak yaitu mencapai 190 orang.

"Kita mulai mencari pengidap HIV/AIDS pada tahun 2002 lalu, sampai Desember 2019 kita sudah menemukan 1408 kasus dengan total kasus kematian mencapai 204 orang. Jadi, total penderita HIV/AIDS mencapai 1160 orang," ujarnya.

dr. Wheny menjelaskan penemuan kasus HIV/AIDS setiap tahunya beragam. Mulai tahun 2002 ada 2 kasus, tahun 2003 tidak ada kasus, tahun 2004 ada 2 kasus, tahun 2005 ada 3 kasus, tahun 2005 ada 6 kasus, tahun 2006 ada 6 kasus, tahun 2007 ada 16 kasus, tahun 2008 ada 21 kasus, tahun 2009 ada 30 kasus, tahun 2010 45 kasus, tahun 2011 64 kasus, tahun 2012  ada 65 kasus.

Pada tahun 2013 mengalami peningkatan yang sangan signifikan mencapai 126 kasus, tahun 2014 ada 132 kasus, tahun 2015 ada 186 kasus, tahun 2016 ada 166 kasus, tahun 2017 ada 176 kasus, tahun 2018 ada 190 kasus dan tahun 2019 mencapai 158 kasus.

Penemuan kasus tersebut menurut dr. Wheny bukan karena semakin banyaknya orang yang gonta ganti pasangan atau 'Jajan Sembarangan'. Melainkan alat yang semakin canggih yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan, ataupun alat medis yang ada di Kabupaten Bojonegoro.

"Sebenarnya dari dulu juga sudah ada, tetapi alat pendeteksi yang kita milik kurang begitu mumpuni, sehingga baru-baru ini penemuan kasus pengidap HIV/AIDS semakin banyak," lanjutnya kepada blokBojonegoro.com.

Tak hanya itu, pengidap HIV/AIDS tidak bisa digambarkan dengan kondisi tubuh yang kurus, kering ataupun memperihatinkan. Namun, kebanyakan penemuan adalah orang yang bugar, cantik, tampan dan tidak mencerminkan terkena penyakit.

Terkait penemuan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bojonegoro, kebanyakan masih disebabkan karena suka gonta ganti pasangan. Selain itu, juga bisa melalui alat suntik, Air Susu Ibu (ASI), dan beberapa penyebab masuknya bakteri ke dalam tubuh.

"Untuk penyakit HIV/AIDS sendiri sebenarnya sudah ditemukan obatnya, tetapi harus diminum seumur hidup," imbuhnya.[din/lis]

Tag : Hiv, aids, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat