15:00 . Antisipasi Bencana, BPBD Cek Pintu Air   |   14:00 . Hari Ini Pisah Sambut Kepala SMPN 4 Bojonegoro   |   13:00 . Ada 7 Taman di Bojonegoro Dibawah Naungan Pemkab   |   12:00 . Momen Imlek, BPBD Prediksi Hujan Lebat Bakal Guyur Sejumlah Daerah   |   11:00 . Intip Keindahan Taman Lokomotif   |   10:00 . Kebutuhan BBM dan LPG Diprediksi Meningkat, Pertamina Siapkan Antisipasi Jelang Imlek   |   09:00 . Sekolah Bengawan Solo Ajarkan Siswa Sayangi Alam   |   08:00 . Bupati Resmikan Taman Lokomotif   |   07:00 . Masih Menyusui Kok Bisa 'Kebobolan'?   |   18:00 . Ibu-ibu PKK di Kedungprimpen Belajar Pemasaran Daring   |   17:00 . FKMB UINSA Kembangkan Potensi Desa Melalui Bakmas   |   16:00 . Nyentrik, Polisi Ramah Dikenal Kumisnya   |   15:00 . Boromania Beri Waktu Manajemen Persibo Beri Kepastian   |   14:00 . Pendekar Velg Super Jago   |   13:00 . Sama-sama Naik, ini Harga Jual dan Buyback   |  
Fri, 24 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 09 January 2020 12:00

Gusdurian Bojonegoro Deklarasi Bijak Penggunaan Sampah Plastik

Gusdurian Bojonegoro Deklarasi Bijak Penggunaan Sampah Plastik

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Komunitas Gusdurian Bojonegoro mendeklarasikan bijak menggunakan sampah, sebagai upaya untuk mengkampanyekan pengurangan sampah plastik. Deklarasi tersebut melibatkan dari berbagai lintas organisasi kepumudaan, baik dari pelajar, kemahasiswaan, kemasyarakat dan lintas keimanan.

Acara yang diadakan di Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) Kabupaten Bojonegoro, Kamis (9/1/2020) ini, juga dirangkai dengan dialog kebudayaan dalam rangka haul Gus Dur yang ke-10 atau satu dekade haul Gusdur, dengan menghadirkan pemateri dari akademisi dan juga dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro, Achmad Syoleh Fatoni sempat berdiskusi sekaligus bersosialisasi terkait dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Menurutnya Indonesia menepati urutan ke dua setelah Negara China penyumbang sampah terbesar  di dunia.

Fatoni menjelaskan, untuk mengurangi penggunaan plastik ditengah masyarakat memang sedikit sulit. Pasalnya, penggunaan plastik bisa dikatakan sudah menjadi penunjang kebutuhan sehari-hari masyarakat.

"Bayangkan saja sehari-hari kita tidak jauh dari penggunaan plastik, seperti wadah berbelanja, bungkus makanan dan lainnya, coba dihitung dalam sehari kita membuang berapa banyak sampah plastik sehingga tidak kaget kita berada di urutan ke dua," ujarnya.

Dampak buruk plastik tidak bisa lenyap begitu saja, membutuhkan minimal 80 tahun sampai ratusan tahun untuk hancur. Oleh karena itu, harus ada kesadaran diri dan juga dimulai dari diri sendiri untuk lebih bijaksana dalam penggunaan plastik.

Sampah plastik juga menjadi ancaman di lautan, saat ini monster terganas di laut bukan ikan hiu ataupun ikan paus, melainkan sampah. Bahkan banyak biota laut yang mati akibat sampah plastik yang sangat banyak.

"Mulai saat ini kita harus mengurangi penggunaan plastik dan jangan membuang plastik sembarang, kita harus bertekat untuk pembatasan dan pemanfaat plastik," ucapnya.

Dalam acara tersebut Gusdurian Bojonegoro juga sudah mengkampanyekan bijak dalam penggunaan plastik, dengan tidak menggunakan air gelas ataupun botol plastik untuk minum waktu acara. Panitia haul gusdur tersebut menyediakan wadah minum dan juga bisa dibawa pulang.

"Kita bekerjasama dengan DLH Kabupaten Bojonegoro terkait deklarasi ini dengan memberikan botol minuman kepada para peserta, dengan harapan botol tersebut bisa dimanfaatkan untuk wadah bekal minum sehari-hari," tutup Kordinator Gusdurian Bojonegoro, Hendro Sulistyo.[din/ito]

Tag : gusdurian, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat