20:00 . Peserta Diseminasi Aku Sehat Senam Bersama   |   19:00 . Aku Sehat Gelar Evaluasi Bersama Program   |   18:00 . Beri Masukan Pemangku Kebijakan, Paparkan Hasil KKN kepada Stakeholder   |   17:00 . Maknyus Lezatnya Sate Kelinci Khas Warung Online   |   16:00 . Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro Beri Penghargaan 10 UMKM Berprestasi   |   15:00 . Hore..! 124,5 Kilometer Jalan Rigid Beton Tahun Ini   |   14:00 . Izin Keluar, Cafe dan Karaoke Ini Siap Buka Kembali   |   13:00 . Dinas PUPR Kebut Perencanaan Jembatan Darurat   |   12:00 . Pemohon Paspor di UKK Imigrasi Masih Stabil   |   11:00 . Ikut Koalisi, Gerinda Merapat ke Pemkab, Benarkah?   |   10:00 . Kemenag Bojonegoro Benarkan Umroh Sementara Distop   |   09:00 . Ribuan Jamaah Hadiri Silaturohim IHM-NU Se-Bojonegoro   |   08:30 . Semangat Ikuti Semiloka Sahabat Pertamina   |   08:00 . Tajak Sumur di Trembes, Pertamina EP Gelar Syukuran dan Santunan   |   07:00 . Anak Balita Sangat Pendiam, Kenapa Ya?   |  
Sat, 29 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 09 January 2020 13:00

Ini yang Unik dari Perbatasan Bojonegoro - Madiun

Ini yang Unik dari Perbatasan Bojonegoro - Madiun

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Setiap kabupaten hampir dapat dipastikan memiliki batas wilayah. Hal ini sebagai tanda wilayah mana saja yang masuk ke kabupaten tersebut dan mana wilayah yang masuk kabupaten lain.

Di indonesia umumnya, batas wilayah kabupaten ditandai dengan tugu atau patok. Namun, berbeda dengan perbatasan yang ada di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro dan Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Selain ditandai dengan tugu perbatasan antar kedua kabupaten juga ditandai dengan pertemuan dua hutan yang berbeda yaitu hutan jati dan hutan mahuni.

Menurut Suwarno (73) seorang warga Desa Klino yang ditemui blokBojonegoro.com di sekitar hutan, pohon-pohon yang tumbuh di hutan itu pun tumbuh alami  tanpa campur tangan dari manusia.

"Dari zaman saya masih kecil ya sudah seperti itu, dulu besar-besar pohonnya sekarang yang besar sudah habis," jelasnya dalam Bahasa Jawa.

Selain dibatasi dengan pohon mahuni dan pohon jati perbatasan kedua kabupaten tersebut juga dibatasi dengan tugu yang berusia cukup tua. Tugu tua tersebut bertuliskan "Batas Daerah Bojonegoro".

"Aslinya di situ ada dua tugu di kanan kiri jalan, berhubung Desa Klino sekarang Kecamatannya Sekar maka tugu yang satu dirobohkan karena masih bertuliskan Desa Sekar, Kecamatan Ngambon", terang kakek berusia 73 tahun tersebut.

Tugu yang di bangun dari era orde baru ini sudah mulai kusam dan terlihat tua. Bahkan di bawahnya banyak ditumbuhi lumut-lumut karena sudah tidak terurus.

"Pertemuan dua hutan merupakan fenomena alam yang unik. Diharapkan dengan adanya kekayaan alam ini semakin menimbulkan rasa memiliki bagi kita semua sehingga timbul jiwa Nasionalisme, bersama sama mari kita jaga dan pelihara kelestarian alam yang kita miliki," tutupnya. [her/lis]

Tag : Wilayah, unik, perbatasan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat