23:00 . Berkas Lengkap, Dua Calon Rebutkan Kursi Ketua   |   22:30 . Praktek Padamkan Api   |   22:00 . PEPC Turut Berpartisipasi Tingkatkan Kewaspadaan Tanggap Darurat di Purwosari   |   21:00 . Ujian Perades di Balen, Inilah Nama-nama Peraih Nilai Tertinggi   |   20:00 . Desa Prayungan Masuk 5 Besar PPID Award, ini yang Dilakukan   |   19:30 . GP Ansor Ngambon Peringati Hari Santri dengan Donor Darah   |   19:00 . Inilah Pemenang Lomba Dalam Rangka Hari Santri   |   18:30 . Patuh Prokes Upacara Hari Santri Virtual Khidmat   |   18:00 . Harga Telur Ayam Ras Naik Kembali   |   17:30 . Berapa Lama Virus Corona Dapat Bertahan di Permukaan atau Benda?   |   17:00 . AMSI-EMCL Serahkan APD untuk Nakes di Bojonegoro dan Tuban   |   16:00 . Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang   |   15:00 . BPJS Kesehatan Ikuti Workshop Virtual Anugerah Jurnalistik   |   14:00 . Peringatan HSN, Santri Harus Patuhi Prokes   |   13:30 . 3 Wajib Melawan Covid-19 (Iman, Aman dan Imun)   |  
Fri, 23 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 10 January 2020 17:00

Datangi Kemenkes RI, DPRD Bojonegoro Bicarakan DAK Kesehatan Minim Serapan

Datangi Kemenkes RI, DPRD Bojonegoro Bicarakan DAK Kesehatan Minim Serapan

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Kebutuhan mendasar yang harus terpenuhi salah satunya adalah kesehatan. Namun setelah tutup buku anggaran tahun 2019, Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan di Kabupaten Bojonegoro masih minim serapan, hal itu disesalkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro.

"Serapan DAK 2019 untuk kesehatan di Bojonegoro ternyata rendah. Padahal pengajuan DAK kesehatan itu berbasis kebutuhan, bukan berbasis keinginan," kata sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, Jum'at (10/1/2020), saat kunjungan kerja ke Kemenkes RI.

Informasi yang dihimpun blokBojonegoro.com untuk realisasi DAK 2019, akreditasi rumah sakit tidak terserap, padahal sudah dianggarkan Rp520 juta. Sedangkan akreditasi puskesmas hanya sekitar 34 persen atau sekitar Rp894 juta, dari total anggaran Rp2,5 miliar lebih.

Belum lagi, realisasi DAK Jampersal 2019 yang terserap 50 persen dari anggaran 1,4 miliar lebih digunakan hanya sekitar Rp716 juta. Termasuk yang lainnya seperti realisasi pelayanan kefarmasian dan perbekalan kesehatan Kabupaten Bojonegoro 2019 yang mencapai 40 persen atau Rp1,7 miliar lebih dari pagu anggaran Rp4,4 miliar lebih.

"Kemenkes kesal dengan serapan yang rendah. Padahal tahun 2020, DAK kesehatan untuk Bojonegoro sekitar Rp38 miliar baik fisik maupun non fisik," terang sekretaris Fraksi Partai Golkar usai bertemu Kemenkes RI. [zid/mu]

Tag : dprd, kesehatan, kemenkes


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 16:00

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang M. Anang Febri Efendi reporter blokTuban.com resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi kedua, dilaksanakan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat