23:00 . Besok, Pemkab Salurkan Sembako untuk Pedagang di Sekolah   |   22:00 . Dampak Corona Pedagang Banting Setir Jual Masker Hingga Bahan Pokok   |   21:30 . Pulang Dari Malaysia, Tiga Warga Bojonegoro Dikarantina di Batam   |   21:00 . Cegah Penyebaran Covid-19, Ngablak Perketat Keamanan Masuk Desa   |   20:30 . Pemkab Buka Rekrutment Tenaga Kesehatan dan Non Kesehatan Tangani Covid-19   |   20:00 . Update Hari Ini 12 ODP Baru, 1 Selesai Pemantauan   |   19:00 . Cegah Covid-19, Gugus Tugas Tejo Lakukan Penyemprotan Disinfektan   |   18:00 . Pelantikan Kades Tahap I, Diprioritaskan Bagi Desa yang Diisi PJ   |   17:00 . Jumlah ODP di Dander Melebihi Kota, Total Ada 60 ODP Di Bojonegoro   |   16:00 . Inilah Jadwal Lengkap Pelantikan Kades Lewat Video Conference   |   15:00 . Begini Jalannya Pelantikan Kades di Kecamatan Kota Lewat Video Conference   |   14:00 . Melalui Video Conference, Bupati Tekankan Segera Bertindak Cepat Atasi Covid-19   |   13:00 . Live Streaming: Pelantikan Kades Tahap 1   |   12:00 . Pedagang di Kantin dan Warga Kurang Mampu akan Mendapat Bantuan   |   11:00 . 3 Desa Terima Mesin Semprot Disinfectan dari Pertamina EP Asset 4 Field Sukowati   |  
Thu, 02 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 17 January 2020 09:00

Ajari Anak Cinta Lingkungan dengan Les Bayar Botol Bekas

Ajari Anak Cinta Lingkungan dengan Les Bayar Botol Bekas

Kontributor: herman bagus

blokBojonegoro.com - Saat ini kegiatan belajar tidak hanya bisa dilakukan di dalam ruang kelas saja, tetapi juga bisa di luar sekolah, untuk mendalami mata pelajaran yang dirasa sulit.

Nah, salah satu solusinya adalah dengan mendatangkan guru les privat untuk membantu proses belajar siswa.

Seperti di balai Desa Kedungprimpen Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, beberapa mahasiswa mengadakan les selama satu bulan, dengan syarat anak-anak membawa botol bekas.

"Jika ingin ikut belajar, datang saja bawa botol plastik bekas. Nanti botol tersebut akan diganti dengan ilmu," ucap Iin salah satu pengajar.

Konsep tukar botol dengan ilmu, dipilih tujuannya mengurangi sampah dan tentu untuk mengedukasi anak-anak agar turut menjaga kebersihan lingkungan.

Dia ingin menunjukkan bahwa sampah plastik tidak hanya dibuang atau dianggap menjadi sampah, tapi juga bisa disulap jadi kerajinan tangan yang menarik.

"Kegiatan seperti ini sangat cocok untuk murid-murid, agar kesadaran mereka dapat terbentuk dan melahirkan kreativitas baru yang bagus untuk merangsang perkembangan otak," terang Iin kepada blokBojonegoro.com.

Botol bekas merupakan salah atau limbah plastik yang sangat sulit terurai, dan semakin hari semakin banyak sampah botol bekas, sebab tingginya minat masyarakat terhadap minuman dalam kemasan.

"Maka dari itu kita harus pandai-pandai memutar otak, bagaimana agar botol bekas yang tidak memiliki manfaat dapat kita rubah menjadi sebuah produk maupun kreasi yang memiliki nilai jual dan menghasilkan kerajinan tangan terbaru," tutup Iin memotivasi peserta les. [her/mu]

Tag : les, botol bekas, lingkungan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat