23:00 . Kanwil BPN Serahkan 3.313 Sertifikat Tanah Kepada Pemkab   |   23:00 . BPN Bojonegoro Serahkan Sertifikat Hak Atas Tanah Kodim   |   22:00 . Satu Guru Setingkat SMA Terkonfirmasi Covid 19   |   20:00 . Klaim Pasien Covid 19 se-Jatim Capai Rp1 Triliun   |   19:00 . Bersih-Bersih, Polres Gelar Tes Urine Bagi Anggota   |   18:00 . Wabup Penuhi Panggilan Sebagai Saksi di Polda Jatim   |   15:00 . Bupati Bojonegoro Menyerahkan Sertifikat Hak Atas Tanah   |   14:00 . Suporter Persibo Surati Pemkab Bojonegoro   |   13:00 . 98.76 Persen Warga Bojonegoro Memiliki Jaminan Kesehatan   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan UHC dari BPJS Kesehatan   |   07:00 . 7 Macam Kelainan pada Payudara Wanita dan Cara Mengobatinya   |   22:00 . Pelatihan Berkelanjutan PEPC Kuatkan UMKM   |   21:00 . Sembuh 3 Orang, 3 Pasien Terkonfirmasi Positif   |   19:00 . Panen Tembakau, Harga Jual Masih Stabil   |   18:00 . Dinkop: Total Pendaftar BLT UMKM Bojonegoro Capai 14.550   |  
Thu, 24 September 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 18 January 2020 09:00

Tradisi Gumbregan di Selatan Bojonegoro yang Masih Terjaga

Tradisi Gumbregan di Selatan Bojonegoro yang Masih Terjaga

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Tradisi gumbregan atau yang dikenal ulang tahun ternak, sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Seperti yang dilakukan warga Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Jumat (17/1/2020) pagi, yang masih menjaga tradisi tersebut.

Tradisi gumbregan merupakan tradisi ritual sekaligus berdoa yang diperuntukkan bagi hewan ternak, khususnya sapi dan kerbau. Sebagaimana diketahui, kedua hewan tersebut dahulu banyak digunakan masyarakat untuk membantu kegiatan terutama di bidang pertanian.

Tradisi ini diawali kenduri Gumbregan. Setelah itu sesepuh dusun memberikan ketupat bagi hewan ternak.

"Kami percaya jika mendapatkan ketupat bisa membawa rezeki bagi kami. Salah satunya hewan ternak kami sehat dan bisa beranak pinak," tutur Kamisah (50), salah seorang warga.

Hewan ternak dulu juga melekat sebagai salah satu simbol kekayaan seseorang. Sehingga tujuan diadakannya gumbregan juga sebagai bentuk rasa syukur warga yang memiliki ternak. Dewasa ini, pelaksanaan tradisi ini memiliki maksud untuk melestarikan. Sebab Gumbregan merupakan salah satu warisan budaya nenek moyang.

"Dengan tradisi ini kami bersyukur kepada tuhan, atas ternak yang sehat," ucapnya.

Wasianto, sesepuh Desa Nglampin menjelaskan, tradisi ini sebagai ungkapan rasa syukur karena tuhan memberikan kehidupan dan rezeki lewat hewan ternak.

"Tradisi ini hampir merata dan digelar setahun sekali. Masyarakat bersyukur karena diberikan rezeki. Dimana hewan juga membantu mengolah lahan dan menopang kehidupan. Masyarakat percaya jika menggelar Gumbregan ternak mereka akan sehat dan berkembang biak," tuturnya. [her/mu]

Tag : tradisi , warga desa, gumbregan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat