07:00 . Yang Bisa Anda Lakukan untuk Membantu Anak Berteman   |   20:00 . Peringati HPSN, SMPN 6 Gelar Gerebek Sampah   |   19:00 . Gunakan Kunci T, Komplotan Curanmor Beraksi saat Hiburan Elekton   |   18:00 . Harga Jual Dan Buyback Logam Mulia Merangkak   |   17:00 . Kembangkan Skill, SMK Pemuda Taruna Bojonegoro Luncurkan SMK MINI   |   16:00 . Musim Tanam, Petani Dominasi Agunan Ajuan Gadai   |   15:00 . Rp38 M untuk Peningkatan Fasilitas Sekolah   |   14:00 . Pengangkatan PPPK Belum Jelas   |   13:00 . Judi saat Pilkades, Dua Orang Diamankan   |   12:00 . Jogging Track Tingkatkan Kesehatan Sekaligus Kenyamanan Warga   |   11:00 . Transfer dari Pusat Telat, Bantuan Pangan Non Tunai Terlambat   |   10:00 . Jumat Pahing Penjual Bunga Boreh Pasang Lapak   |   09:00 . Fokus Keselamatan Kerja, Pertamina EP Gelar Puncak Peringatan Bulan K3   |   08:00 . DLH Beserta Perangkat Desa Gelar Jumat Bersih   |   07:00 . Anak Pendiam, Apakah Mungkin karena Faktor Keturunan?   |  
Sat, 22 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 20 January 2020 07:00

5 Kebiasaan Baik yang Sering Dianggap Masalah dalam Hubungan

5 Kebiasaan Baik yang Sering Dianggap Masalah dalam Hubungan

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Ada kalanya kita merasa ada beberapa kebiasaan buruk dalam hubungan dan berusaha menghentikannya.

Padahal sebenarnya, kebiasaan tersebut sebenarnya justru membuat hidup dan hubungan kita menjadi lebih baik.

Tidak ada paksaan untuk tetap menjalani hubungan jika kita tidak bahagia, namun kita perlu menemukan batasan tipis antara hubungan yang 'beracun' dan sesuatu yang sebenarnya dapat ditoleransi.

Berikut lima kebiasaan dalam hubungan yang sering dianggap sebagai masalah.

1. Sesekali melupakan konflik

Banyak orang berfokus menyelesaikan setiap argumen dalam hubungan, namun terkadang lebih sehat untuk melupakannya.

Sejumlah konflik mungkin tidak dapat diselesaikan dan memperjuangkan hal itu hanya memerburuk kondisi.

Perlu diingat, tidak semua konflik layak diperjuangkan, apalagi jika itu hanya masalah sepele. Menghindari konflik tersebut bisa jadi lebih baik demi menyelamatkan hubungan.

2. Tertarik pada orang lain

Ingin tertarik dengan pasangan sepanjang waktu sangat tidak mungkin secara biologis. Kita harus menerima bahwa kita bisa saja merasa tertarik pada orang lain, dan itu bukan masalah.

Bukan berarti kita tidak cinta lagi dengan pasangan, melainkan hanya bentuk kekaguman kita kepada orang lain.

Tindakan yang berdasarkan ketertarikan atau kesukaan ada di tangan kita, dan setiap tindakan kita tentu memiliki konsekuensi, entah itu menjaga atau menghancurkan hubungan. Karena bagaimanapun daya tarik sebagian besar bersifat sementara, dan cinta itu nyata.

3. Menghabiskan waktu sendiri

Selama apapun kamu menjalin hubungan, kamu tetap perlu memiliki waktu untuk diri sendiri atau me time.

Menghabiskan waktu bersama pasangan memang penting, tapi bergerak maju dalam hidup dan memenuhi impian diri sendiri juga sama pentingnya.

Berikan ruang dalam suatu hubungan, karena itu justru akan menguatkan ikatan.

Menghabiskan waktu secara terpisah selama beberapa waktu juga membuat masing-masing individu memperoleh kembali "percikan" yang hilang.

4. Menerima kelemahan satu sama lain

Tidak ada di dunia ini yang sempurna, dan begitu kita menerima kelemahan satu sama lain, semakin kuat hubungan itu.
Kita perlu menyukai dan menerima seperti apa pasangan kita, lalu ambil keputusan apakah kita ingin benar-benar bersamanya atau tidak.

5. Tidak sengaja menyakiti

Ada waktu di mana kita melakukan sesuatu yang orang lain tidak suka atau merasa sakit karena itu, begitu pula sebaliknya.

Intinya adalah kita tidak berpura-pura bahagia dan mengungkapkan secara jujur jika kita terluka.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan, asmara


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat