22:00 . Kalianyar Tidak Termasuk Pemberhentian, Bus Langsung ke Terminal   |   19:00 . Pemkab Siapkan 14 Titik Pemberhentian Bus   |   18:00 . BPBD Salurkan Bantuan Paket Sembako Kepada Pedagang Kantin Sekolah   |   17:00 . Cegah Penyebaran Covid-19, PAC Pagar Nusa Balen Semprot Disinfektan Massal   |   16:00 . ODP di Bojonegoro Turun 1 Angka   |   15:00 . Banjir Kepohbaru, 40 Hektar Sawah Siap Panen Terendam   |   13:00 . 2 Korban Tenggelam Ditemukan Mengambang di Bengawan Solo   |   12:00 . PA Batasi Semua Pelayanan Selama Pandemi Covid-19   |   11:00 . Petugas Gabungan Patroli Bubarkan Kerumunan   |   10:00 . Tren Air Bengawan Solo Naik Cukup Cepat   |   09:00 . Efek Corona Omzet Pedagang Jamu Tradisional dan Rempah Meroket   |   08:00 . Update Grafik Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 4 April   |   07:00 . Baru Selesai Belanja, Ini Tips agar Bahan Makanan Keluarga Terhindar dari Corona   |   06:00 . Selamat Jalan, Pak Armin...   |   21:00 . Kawal Dana di Desa, Siagakan Ribuan Relawan   |  
Mon, 06 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 20 January 2020 12:00

Kampung Anyaman Bambu yang Masih Bertahan Hingga Kini

Kampung Anyaman Bambu yang Masih Bertahan Hingga Kini

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Anyaman merupakan salah satu kesenian tradisional asal nusantara. Selain sebagai kesenian, anyaman ternyata juga bisa jadi bisnis yang sangat potensial untuk digeluti. Seperti yang dilakukan oleh sebagian warga Desa Temu Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro ini.

Tiap rumah yang berderet rapat dan rapi pasti bisa ditemukan tuan rumah yang tengah asyik menganyam bambu untuk dijadikan wadah tembakau.

Jemari yang lincah dan telaten membuat pola menimbulkan suara gemrisik halus yang khas. Tak hanya usia produktif yang melakukan aktivitas tersebut, para manula pun turun berkreasi menganyam bambu untuk dijadikan wadah tembakau.

"Usaha ini turun temurun dari kakek nenek. Sebelum saya lahir keluarga saya sudah menekuni usaha ini hingga kini," terang Parto (72) sambil menganyam bambu.

Sebelum diolah menjadi sayatan tipis, Parto menjelaskan, bambu dibelah kecil-kecil kemudian seratnya dibuang supaya bersih. Berbekal 'bendo' yaitu sejenis alat potong terbuat dari besi yang berbentuk pipih serta tajam, para pengrajin gesit melakukan pekerjaannya.

Menurut Katmo (52) warga lain, produk anyaman bambu dari desa ini langsung diambil pabrik rokok. Jadi para pengrajin tidak usah repot-repot mencari pasar untuk menjual hasil karya anyamannya.

"Biasanya yang memesan adalah pabrik rokok dan gudang tembakau. Jadi untuk pemasaran kami tak ada kendala," imbuhnya.

Untuk membuat wadah tembakau dari anyaman bambu, Katmo membeli bahan baku berupa batang bambu yang harganya Rp5 ribu per batang. Bambu tersebut kemudian dibelah, ditipiskan, dan dikeringkan sehingga menjadi bahan yang berkualitas.

"Untuk satu batang biasanya bisa jadi 3 wadah tembakau. Harganya yang paling murah Rp20 ribu dan paling mahal Rp30 ribu. Tergantung musim,” pungkasnya. [her/mu]

Tag : anyaman bambu, kerajinan, bambu


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat