22:00 . Besok Pilkades Digelar, Tak Ada Lonjakan Penumpang Turun di Terminal   |   21:00 . Tak Ada Ujian Susulan, 369 Peserta SKD Dinyatakan Gugur   |   20:00 . BKPP Bojonegoro Umumkan Hasil SKD CPNS Akhir Februari   |   19:00 . 213 ASN Eselon III Bakal Ikuti Asessment di Jakarta   |   18:00 . Mahasiswa STIE Cendekia Kunjungi Lapangan Banyu Urip   |   17:00 . Duh...! Politik Uang Masih Jadi Tren Cakades?   |   16:00 . Tanggul Jebol, 135 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Terancam Gagal Panen   |   15:00 . Cerita Mahasiswa Asal Bojonegoro Saat Virus Corona Mewabah   |   14:00 . 500 Sak Disiapkan untuk Perbaiki Tanggul Kali di Kanor yang Jebol   |   13:00 . Survei, PDPM Ungkap Pencalonan Kades   |   12:00 . Sensus Penduduk 2020 Dimulai, Pemkab Bojonegoro Siap Dukung   |   11:00 . Bupati Sambut 1.039 Personel BKO untuk Pengamanan Pilkades Serentak   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Siap Dukung Sensus Penduduk 2020   |   09:30 . Hujan, Bengawan Solo Masuk Siaga Hijau   |   09:00 . Semangati Kiai Kampung, Gusdurian Berikan Sepeda dan Peralatan Ibadah   |  
Wed, 19 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 20 January 2020 12:00

Kampung Anyaman Bambu yang Masih Bertahan Hingga Kini

Kampung Anyaman Bambu yang Masih Bertahan Hingga Kini

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Anyaman merupakan salah satu kesenian tradisional asal nusantara. Selain sebagai kesenian, anyaman ternyata juga bisa jadi bisnis yang sangat potensial untuk digeluti. Seperti yang dilakukan oleh sebagian warga Desa Temu Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro ini.

Tiap rumah yang berderet rapat dan rapi pasti bisa ditemukan tuan rumah yang tengah asyik menganyam bambu untuk dijadikan wadah tembakau.

Jemari yang lincah dan telaten membuat pola menimbulkan suara gemrisik halus yang khas. Tak hanya usia produktif yang melakukan aktivitas tersebut, para manula pun turun berkreasi menganyam bambu untuk dijadikan wadah tembakau.

"Usaha ini turun temurun dari kakek nenek. Sebelum saya lahir keluarga saya sudah menekuni usaha ini hingga kini," terang Parto (72) sambil menganyam bambu.

Sebelum diolah menjadi sayatan tipis, Parto menjelaskan, bambu dibelah kecil-kecil kemudian seratnya dibuang supaya bersih. Berbekal 'bendo' yaitu sejenis alat potong terbuat dari besi yang berbentuk pipih serta tajam, para pengrajin gesit melakukan pekerjaannya.

Menurut Katmo (52) warga lain, produk anyaman bambu dari desa ini langsung diambil pabrik rokok. Jadi para pengrajin tidak usah repot-repot mencari pasar untuk menjual hasil karya anyamannya.

"Biasanya yang memesan adalah pabrik rokok dan gudang tembakau. Jadi untuk pemasaran kami tak ada kendala," imbuhnya.

Untuk membuat wadah tembakau dari anyaman bambu, Katmo membeli bahan baku berupa batang bambu yang harganya Rp5 ribu per batang. Bambu tersebut kemudian dibelah, ditipiskan, dan dikeringkan sehingga menjadi bahan yang berkualitas.

"Untuk satu batang biasanya bisa jadi 3 wadah tembakau. Harganya yang paling murah Rp20 ribu dan paling mahal Rp30 ribu. Tergantung musim,” pungkasnya. [her/mu]

Tag : anyaman bambu, kerajinan, bambu


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat