22:00 . Kalianyar Tidak Termasuk Pemberhentian, Bus Langsung ke Terminal   |   19:00 . Pemkab Siapkan 14 Titik Pemberhentian Bus   |   18:00 . BPBD Salurkan Bantuan Paket Sembako Kepada Pedagang Kantin Sekolah   |   17:00 . Cegah Penyebaran Covid-19, PAC Pagar Nusa Balen Semprot Disinfektan Massal   |   16:00 . ODP di Bojonegoro Turun 1 Angka   |   15:00 . Banjir Kepohbaru, 40 Hektar Sawah Siap Panen Terendam   |   13:00 . 2 Korban Tenggelam Ditemukan Mengambang di Bengawan Solo   |   12:00 . PA Batasi Semua Pelayanan Selama Pandemi Covid-19   |   11:00 . Petugas Gabungan Patroli Bubarkan Kerumunan   |   10:00 . Tren Air Bengawan Solo Naik Cukup Cepat   |   09:00 . Efek Corona Omzet Pedagang Jamu Tradisional dan Rempah Meroket   |   08:00 . Update Grafik Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 4 April   |   07:00 . Baru Selesai Belanja, Ini Tips agar Bahan Makanan Keluarga Terhindar dari Corona   |   06:00 . Selamat Jalan, Pak Armin...   |   21:00 . Kawal Dana di Desa, Siagakan Ribuan Relawan   |  
Mon, 06 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 21 January 2020 19:00

Polemik Pengusiran Kakek Asal Kumpulrejo Hanya Salah Faham

Polemik Pengusiran Kakek Asal Kumpulrejo Hanya Salah Faham

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Polemik pengusiran yang menimpa Dul Ngali, kakek berusia 80 tahun asal Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro pagi tadi, Selasa (21/1/2020),  mendapat klarifikasi dari sang keponakan, yaitu Suwarni.

Sebelumnya masyarakat Bojonegoro dihebohkan dengan berita pengusiran kakek asal Kumpulrejo dari rumahnya oleh pemilik lahan rumah yang notabenya adalah sang keponakan, lantaran diduga disebabkan perbedaan pilihan calon kepala desa.

Dalam vidio yang dikirimkan, Suwarni mengaku kejadian pengusiran yang menimpa Dul Ngali hanyalah salah faham. Suwarni mengatakan, dirinya tidak pernah melakukan pengusiran kepada Dul Ngali.

Ia juga menjelaskan, penudingan terhadap dirinya sebenarnya hanya masalah pemasangan benner salah satu calon saja yang berlokasi di halaman rumah mbah Dul. Yang mana seharusnya belum waktunya untuk dipasang.

"Saya tidak bermaksud mengusir Mbah Dul dan saya bersumpah saya tidak mengusir Mbah dul. Terkait pemasangan benner tersebut Mbah Dul juga tidak pernah minta izin untuk memasang banner," ujar Suwarni.

Dalam vidio tersebut Mbah Dul juga mengungkapkan bahwa kasus pengusiran yang menimpa dirinya hanyalah salah faham saja, dan tidak ada pengusiran kepada dirinya yang dilakukan oleh sang keponakan.

"Saya dan Suwarni tidak ada masalah apa-apa dan sudah kita selesaikan secara kekeluargaan," tutup Mbah Dul sambil tertawa. [din/mu]

Tag : pengusiran, pilkades, calon kades


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat