21:00 . Genap 4 Tahun, AMSI Konsisten Mewujudkan Ekosistem Digital yang Sehat   |   20:00 . Lagi, Pasangan Tak Suami Istri Terciduk Satpol PP di Kamar Kost   |   18:00 . Antisipasi Pembobolan Rekening, Polres Gelar Rakor dengan Pimpinan Bank   |   17:00 . Mancing, Cara Asyik Menanti Azan Maghrib   |   16:00 . Menjadi Kartini Inspiratif Masa Kini Melalui Empat Pilar   |   15:00 . Klaim Triwulan Pertama Tahun 2021, Santunan Korban Luka-luka Jasa Raharja Menurun   |   14:00 . Semarakkan Hari Kartini, Kopri PK Attanwir Gelar Kompetisi Fotogenik   |   13:00 . Waspada...! Lagi-lagi Ada Akun Medsos Mengatasnamakan Bupati Anna Mu'awanah   |   12:00 . Peringatan Hari Kartini, Wanita Turut Berperan Mengisi Pembangunan Bangsa   |   11:00 . Perkuat Protokol Kesehatan untuk Ramadan Lebih Aman   |   10:00 . Provinsi Prioritas PPKM Mikro Diminta Serius Dalam Pembentukan Posko   |   09:00 . Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Mencapai 1.455.065 Orang   |   08:00 . Pemerintah Mendukung Inovasi Kesehatan Untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa   |   07:00 . Tingkat Ekonomi Keluarga Pengaruhi Usia Anak Terpapar Medsos, Kok Bisa?   |   05:00 . 3 Pasien Sembuh, 1 Tambahan Kasus Baru dan 1 Pasien Meninggal   |  
Tue, 20 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Bagaimana Mengajarkan Anak bahwa Uang Bukan Jatuh dari Pohon?

blokbojonegoro.com | Saturday, 25 January 2020 07:00

Bagaimana Mengajarkan Anak bahwa Uang Bukan Jatuh dari Pohon?

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Uang tidak jatuh dari pohon atau kalau orang Jogja bilang, “Emang tinggal metik daun pohonnya embahmu!” Seringkali pendidikan melek finansial berakhir dengan kalimat itu.

Sebuah survei baru oleh CreditsCard.com menemukan bahwa satu dari empat orang dewasa di Amerika Serikat yang memiliki anak di bawah 18 tahun mengatakan bahwa orang tua mereka tidak memberikan pelajaran tentang uang ketika masih anak-anak. Begitu juga di sekolah yang tidak mengajarkan practical life bagaimana anak mengenal uang sejak dini.

Lalu bagaimana orang tua dapat mengajarkan kebijaksanaan keuangan kepada anak-anak mereka  dengan cara praktis yang akan bermanfaat sepanjang hidup mereka?

1. Jelaskan dari mana uang itu berasal

Menurut Rachel Cruze, pakar keuangan pribadi dan penulis Smart Money Smart Kids: Meningkatkan Generasi Selanjutnya untuk Menang dengan Uang, mengatakan, “Ketika Anda mengajari anak-anak Anda tentang uang, penting untuk mengajar mereka dari mana asalnya. Uang tidak hanya datang dari dompet ibu dan ayah. Ketika Anda bekerja, Anda dibayar. Ketika Anda tidak (bekerja), Anda tidak dibayar."

Kuncinya adalah berulang kali menunjukkan hubungan antara pekerjaan dan uang dan ajarkan tiga prinsip utama pengelolaan uang yakni, memberi, menabung, dan membelanjakan

2. Ajak anak-anak berbicara tentang anggaran keluarga

“Saya telah menemukan bahwa cara terbaik untuk mengajari anak-anak Anda tentang uang adalah dengan mengajak mereka berdiskusi tentang anggaran keluarga,” kata Leif Kristjansen, pendiri FiveYearFIREescape.

Dengan mendiskusikan anggaran keluarga, Leif menemukan bahwa anak-anak akan melihat bagaimana susahnya orang tua bertanggung jawab membayar tumpukan tagihan dan masalah kehidupan. Dan anak-anak secara alami ingin meniru orang tua mereka sehingga mereka akan mulai berpikir tentang pengeluaran dan cara menguranginya.

Pembicaraan uang ini harus santai dan bahkan dapat dilakukan di meja makan. Jika anak-anak Anda terlalu muda untuk benar-benar berpartisipasi, itu tidak masalah. Tujuannya di sini adalah untuk sekadar merasa nyaman berbicara tentang uang sebagai keluarga tanpa stigma atau stres.

3. Berikan uang tunai untuk ulang tahun

Jika anak anda berulang tahun, pertimbangkan untuk memberikan uang tunai kepadanya sebagai hadiah. Ini tidak hanya menghemat waktu Anda untuk berbelanja, namun juga memberdayakan anak-anak untuk melakukan matematika dan menjadi cerdas serta membuat keputusan mau diapakan uang itu, berdasarkan anggaran yang dia punya.

4. Membayar anak untuk melakukan pekerjaan

Akan ada saatnya ketika mereka membutuhkan uang, misalnya untuk kunjungan, jalan-jalan bersama teman, atau membelikan hadiah ultah teman. Memberi mereka uang saku tidak apa-apa, tetapi juga memungkinkan mereka belajar untuk mendapatkannya. Ini sekali lagi memperkuat pemahaman tentang bagaimana penghasilan di dapat jika kamu bekerja.

Kita bisa ‘membayar’ anak kita karena melakukan pekerjaan di luar tugas normal sehari-hari. Dia tidak dibayar untuk membersihkan kamarnya atau membantu merawat adiknya, karena itu bagian dari kewajibannya di rumah. Jika anak dibayar untuk hal-hal yang memang sudah menjadi tugasnya, maka ia akan berhenti melakukannya jika tidak ada uang. Kita tidak mau hal itu terjadi, bukan?

Kevin Klug, salah satu pemilik Secure Retirement Solutions, menyarankan untuk memberikan uang saku setelah serangkaian tugas mingguan selesai. Jika tugas tidak selesai, "mereka sekarang berhutang [uang] kepada Anda untuk setiap tugas yang belum selesai."

5. Insentif uang saku

Uang saku harus dikeluarkan dengan pengertian bahwa sebagian dari uang ini dapat digunakan untuk hal-hal menyenangkan, tetapi sebagian juga harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Pelajaran ini bisa semakin intensif seiring bertambahnya usia anak-anak.

Ketika memutuskan berapa banyak uang saku  yang akan diberikan, pastikan bahwa anak memahami apa yang bisa dipenuhi dengan uang saku itu. Apakah untuk makan siang di sekolah, makanan ringan, membeli token game atau kegiatan ekstrakulikuler? Pastikan sedari awal kedua belah pihak sepakat uang saku itu digunakan untuk apa saja agar tidak timbul kesalahpahaman nantinya.

Jika anak Anda memenuhi tujuan menabung mereka, pertimbangkan untuk mengeluarkan sedikit lebih banyak uang minggu depan. Berikan insentif  dengan memberi mereka uang tambahan jika uang minggu lalu masih ada.

Banyak orang tua yang bisa memahami skenario ini: anak Anda punya uang, tetapi mereka menghabiskan semuanya di toko mainan. Sekarang, Anda berada di toko mainan lagi dan mereka menginginkan sesuatu tetapi mereka tidak memiliki uang.

"Ajari mereka bahwa ketika uang habis, (ya) habis," kata Cruze. "Ini akan sulit pada saat ini, tetapi dalam jangka panjang Anda mengajar mereka untuk hidup sesuai kemampuan mereka - dan itulah satu-satunya cara untuk menang dengan uang."

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan, uang, anak, uang saku


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat