21:00 . Tak Ada Ujian Susulan, 369 Peserta SKD Dinyatakan Gugur   |   20:00 . BKPP Bojonegoro Umumkan Hasil SKD CPNS Akhir Februari   |   19:00 . 213 ASN Eselon III Bakal Ikuti Asessment di Jakarta   |   18:00 . Mahasiswa STIE Cendekia Kunjungi Lapangan Banyu Urip   |   17:00 . Duh...! Politik Uang Masih Jadi Tren Cakades?   |   16:00 . Tanggul Jebol, 135 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Terancam Gagal Panen   |   15:00 . Cerita Mahasiswa Asal Bojonegoro Saat Virus Corona Mewabah   |   14:00 . 500 Sak Disiapkan untuk Perbaiki Tanggul Kali di Kanor yang Jebol   |   13:00 . Survei, PDPM Ungkap Pencalonan Kades   |   12:00 . Sensus Penduduk 2020 Dimulai, Pemkab Bojonegoro Siap Dukung   |   11:00 . Bupati Sambut 1.039 Personel BKO untuk Pengamanan Pilkades Serentak   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Siap Dukung Sensus Penduduk 2020   |   09:30 . Hujan, Bengawan Solo Masuk Siaga Hijau   |   09:00 . Semangati Kiai Kampung, Gusdurian Berikan Sepeda dan Peralatan Ibadah   |   08:00 . Selesai Observasi, Mahasiswa Asal Bojonegoro Kuliah di Cina Pulang   |  
Tue, 18 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 26 January 2020 08:00

Tahu Lontong Mak Katinem, Rasa Khas Sejak Puluhan Tahun

Tahu Lontong Mak Katinem, Rasa Khas Sejak Puluhan Tahun

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Tahu lontong adalah salah satu jenis hidangan yang digemari masyarakat Indonesia, termasuk di Bojonegoro. Dari ribuan pedagang tahu lontong yang ada, ada satu pedagang legendaris yang sudah berjualan sejak tahun 1970 di Kabupaten Bojonegoro, dia adalah Mak Katinem.

Warung tahu lontong Mak Katinem berlokasi di Perempatan Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro ini tak pernah kehilangan pelanggan. Bahkan jumlah pengunjungnya terus bertambah dari hari ke hari, dari generasi ke generasi.

Setiap hari  Mak Katinem  berjualan lontong di pinggir jalan dengan menggunakan gerobak pikul.

Deretan motor dan mobil yang terparkir di pinggir jalan, serta antrean pengunjung yang berjubel hingga di luar warung, cukup menggambarkan cita rasa lontong yang enak. Bahkan para pengunjung rela berdiri cukup lama untuk sekadar membawa pulang tahu lontong dari Mak Katinem.

Dengan cekatan Mak Katinem meracik bumbu tahu lontong dikerubuti para pembeli. Perempuan paruh baya ini terus tersenyum sambil meracik bumbu yang berserak di depannya.

"Kalau saya melayani pembeli itu ya sesuai antrean, tak pandang itu pejabat atau orang biasa. Karena pembeli adalah raja, jadi saya gak pilih-pilih ya harus antre," ujarnya.

Untuk melayani pembeli yang antre, wanita kelahiran Magetan itu dibantu asistennya yang menggoreng tahu dengan  kompor. Wanita tersebut tak berhenti menggoreng tahu, sambil sesekali memotong lontong. Hal itu untuk mempercepat proses racik yang dilakukan Mak Katinem mengingat banyaknya pembeli yang datang.

Setelah semua bahan berada di atas piring, baru kemudian dimasukkan beberapa irisan lontong kecil-kecil di atasnya, kemudian ditambah bawang goreng menambah sedap aroma racikan. Rasa bumbu tahu racikan Mak Katinem memang super. Tak terlalu kental, juga tak terlalu encer. Rasa kacangnya sangat kuat dengan bumbu yang pas.

Cita rasa seperti ini diklaim tak pernah berubah sejak berdiri sejak puluhan tahun.  Mak Katinem buka usai Maghrib hingga pukul 01.00 malam. “Kalau sudah habis sebelum itu ya tutup,” kata Mak Katinem.

Harga yang dipatok juga tak terlalu mahal, Rp8.000 per porsi tahu lontong. Jika kalian penyuka tahu lontong atau tahu tek, tak ada salahnya mampir mencicipi kuliner legendaris ini. [her/lis]



Tag : Kuliner, lontong, tahu


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat