20:00 . Peserta Diseminasi Aku Sehat Senam Bersama   |   19:00 . Aku Sehat Gelar Evaluasi Bersama Program   |   18:00 . Beri Masukan Pemangku Kebijakan, Paparkan Hasil KKN kepada Stakeholder   |   17:00 . Maknyus Lezatnya Sate Kelinci Khas Warung Online   |   16:00 . Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro Beri Penghargaan 10 UMKM Berprestasi   |   15:00 . Hore..! 124,5 Kilometer Jalan Rigid Beton Tahun Ini   |   14:00 . Izin Keluar, Cafe dan Karaoke Ini Siap Buka Kembali   |   13:00 . Dinas PUPR Kebut Perencanaan Jembatan Darurat   |   12:00 . Pemohon Paspor di UKK Imigrasi Masih Stabil   |   11:00 . Ikut Koalisi, Gerinda Merapat ke Pemkab, Benarkah?   |   10:00 . Kemenag Bojonegoro Benarkan Umroh Sementara Distop   |   09:00 . Ribuan Jamaah Hadiri Silaturohim IHM-NU Se-Bojonegoro   |   08:30 . Semangat Ikuti Semiloka Sahabat Pertamina   |   08:00 . Tajak Sumur di Trembes, Pertamina EP Gelar Syukuran dan Santunan   |   07:00 . Anak Balita Sangat Pendiam, Kenapa Ya?   |  
Sat, 29 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 02 February 2020 21:00

Mahasiswa IAI Sunan Giri Sulap Gedebok Jadi Produk Bernilai Ekonomis

Mahasiswa IAI Sunan Giri Sulap Gedebok Jadi Produk Bernilai Ekonomis

Reporter : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Batang pohon pisang (debok atau gedebok) bisa dibilang menjadi bagian yang jarang dimanfaatkan. Biasanya debok pisang hanya dibiarkan membusuk begitu saja ataupun digunakan untuk pakan ternak, setelah buah pisang dipetik.

Namun ditangan orang-orang yang kreatif, gedebok pisang rupanya bisa dijadikan produk bernilai ekonomis. Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro yang terbentuk dalam Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Gedungarum, Kecamatan Kanor telah membuktikannya.

Di tangan mereka, gedebok pisang yang dianggap sebuah sampah ini berhasil dijadikan berbagai prodak yang unik dan menarik sekaligus ramah lingkungan.

Kordes Gedungarum, Ahmad Aan Haris Munandar menuturkan, selain buahnya, sebenarnya masyarakat Gedongarum sudah bisa memanfaatkan dengan mengolahnya menjadi tali, dengan harga kisaran Rp3 ribu sampai 4 ribu per kilogramnya. Oleh karena itu dengan melihat peluang yang ada dan bisa dikembangkan ke produk lainnya dengan harga jual yang lebih tinggi.

“Desa Gedungarum potensi alamnya terutama buah pisang sangat melimpah tetapi hingga saat sebagian besar masih terbatas pemanfaatannya. Sehingga, kami menggandeng salah satu narasumber yang ahli dalam tata busa untuk mencoba menginisiasi pemanfaatannya untuk dijadikan kerajinan berupa Alat Peraga Edukatif (APE) dan Baju untuk Fashion Show yang unik dan tentunya ramah lingkungan,” ungkapnya, Minggu (2/2/2020).

Mahasiswa yang akrab disapa Aan tersebut menuturkan, sebelum dijadikan baju gedebok pisang harus dikeringkan terlebih dahulu. Kemudian gedebok yang sudah kering itu di iris tipis dan kemudian dijahit.

Untuk menambah variasi tidak hanya satu warna gedebok yang digunakan, melainkan ada beberapa gedebok yang digunakan dan diberi sentuhan sedikit cairan pernis agar tidak berjamur dan mengerut.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Desa Gedungarum, Farid Ustman berharap, inovasi yang dilakukan ini bisa menjadi solusi dan inspirasi untuk mengolah gedebok pisang menjadi barang bernilai ekonomis yang tinggi, khususnya bagi guru PAUD. Pasalnya, dalam hal ini menggandeng kelompok guru/pendidik PAUD (RA/TK) yang dijadikan subjek dan objek pemberdayaan.

"Kita sengaja memilih guru RA atau TK karena selama ini gaji guru PAUD masih minim sekali, sehingga harapannya dengan  pengolahan limbah batang pisang dalam bentuk dengan nilai manfaat dan nilai ekonomis memberikan peluang usaha bagi para guru PAUD," lanjutnya kepada blokBojonegoro.com.

Rencana jangka panjangnya diharapkan para guru PAUD bisa menjadikan sebuah produksi yang besar dan dapat dijual terus menerus oleh Guru PAUD. Sebab, peluang ini sudah sangat terbuka khususnya untuk fashion agenda-agenda karnaval dan juga pemasarannya akan dijual langsung di gerai yg dimiliki Bumdes maupun secara online shop.

Selain itu, untuk memasarkanya dan mengenalkan kepada masyarakat, Kelompok KKN membuat 'Gedongarum d'Debogh Carnival' dengan diikuti sebanyak 500 peserta dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani, Karang Taruna, Siswa KB/RA/TK, IPNU-IPPNU ranting dan masyarakat setempat.

"Kita sengaja membuat Gedongarum d'Debogh Carnival untuk mengenalkannya kepada masyarakat dan juga sekaligus dirangkai dengan penutupan KKN yang sudah mengabdi disini selama satu bulan," tutup pria asal Desa Kalianyar Kecamatan Kapas ini.[din/ito]

Tag : iai, sunan, giri, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat