14:00 . Berapa Passing Grade SKD CPNS 2019 yang Bisa Masuk Tahap SKB?   |   13:00 . Musim Durian Tiba Pedagang Dadakan Menjamur   |   12:00 . Curah Hujan Tinggi, Disperta Berharap Petani Daftar AUTP   |   11:00 . Inovatif, Pria Ini Sulap Kelengkeng Jadi Minuman Herbal Hingga Shampo   |   08:00 . Tahanan Polres Nikah, Prosesi Ijab Kabul Dikawal Polisi   |   07:00 . Mengenal Karakter Anak Berdasarkan Hari Lahirnya   |   22:00 . Terpilih Jadi Kades, Pria Ini Diarak Keliling Kampung   |   21:00 . Terpilih Jadi Kades Bangilan, M Safii Diarak dengan Lantunan Salawat   |   20:00 . Pasangan Pasutri Ini Jadi Kades di Kecamatan Kalitidu   |   19:00 . Warga Kalirejo Antusias Tunggu Hasil Rekapitulasi Pilkades   |   18:00 . Pilkades Kalitidu Berundian Motor Hingga Perkakas Elektronik   |   16:00 . Perhitungan Suara di Bangilan Mundur, Suasana Sempat Memanas   |   15:00 . Demi Datang ke TPS Warga Harus Lewati Dua Kecamatan   |   14:00 . Warga Pancur Meninggal Mendadak Saat Ikut Nyoblos   |   13:00 . Tak Mau Masuk Bilik Suara, Kakek di Pohbogo Takut Akan Disuntik   |  
Thu, 20 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 03 February 2020 13:00

Gus Sholah Wafat, PCNU Bojonegoro Kehilangan Sosok Pemersatu Bangsa

Gus Sholah Wafat, PCNU Bojonegoro Kehilangan Sosok Pemersatu Bangsa

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Kabar duka dirasakan seluruh Bangsa Indonesia termasuk Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro, setelah Salahuddin Wahid, cucu Hadratussyaikh KH. M Hasyim Asy'ari wafat, Minggu (2/2/2020) malam. Pasalnya sosok pemersatu bangsa sudah meninggal dunia.

"Kepergian Gus Sholah adalah duka mendalam yang tidak hanya dirasakan oleh NU pada khususnya, namun juga Indonesia dan dunia, pada umumnya," kata ketua PCNU Kabuaten Bojonegoro, dr. H. Kholid Ubed, Sp. PD.

Dikenangnya, banyak hal yang ditorehkan dan diajarkan melalui prilaku maupun tindakannya. Pasalnya semasa hidup Gus Sholah bukan hanya sosok dengan konsistennya mampu menunjukkan nilai-nilai Nahdliyyah, sebagaimana diajarkan sang kakeknya Hadratussyaikh KH. M Hasyim Asy'ari.

"Dalam berorganisasi yakni berkomitmen dalam organisasi dan keumatan. Selain itu kiprah beliau dalam konteks kebangsaan, telah mampu memberikan standar tinggi pada NU, khususnya dalam memperjuangkan hak asasi manusia, perdamaian, kesetaraan, dan pluralisme," kenang Dokter Ubed.

Dokter Ubed yang juga mantan ketua PC ISNU Kabupaten Bojonegoro mengungkapkan, Gus Sholah dinilai mampu menjalankan visi besar NU, yang mempertemukan dua kutub utama tegaknya Indonesia yakni kutub kebangsaan dan keagamaan sekaligus.

"Visi yang juga pernah dilakukan serupa oleh kakaknya, Gus Dur. Sugeng tindak, Gus. Semoga kami bisa meneruskan jejak dan langkah panjenengan," pungkasnya dengan sedih merasa kehilangan. [zid/ito]

Tag : gus, pcnu, bojonegoro, sholah


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat