22:00 . Kalianyar Tidak Termasuk Pemberhentian, Bus Langsung ke Terminal   |   19:00 . Pemkab Siapkan 14 Titik Pemberhentian Bus   |   18:00 . BPBD Salurkan Bantuan Paket Sembako Kepada Pedagang Kantin Sekolah   |   17:00 . Cegah Penyebaran Covid-19, PAC Pagar Nusa Balen Semprot Disinfektan Massal   |   16:00 . ODP di Bojonegoro Turun 1 Angka   |   15:00 . Banjir Kepohbaru, 40 Hektar Sawah Siap Panen Terendam   |   13:00 . 2 Korban Tenggelam Ditemukan Mengambang di Bengawan Solo   |   12:00 . PA Batasi Semua Pelayanan Selama Pandemi Covid-19   |   11:00 . Petugas Gabungan Patroli Bubarkan Kerumunan   |   10:00 . Tren Air Bengawan Solo Naik Cukup Cepat   |   09:00 . Efek Corona Omzet Pedagang Jamu Tradisional dan Rempah Meroket   |   08:00 . Update Grafik Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 4 April   |   07:00 . Baru Selesai Belanja, Ini Tips agar Bahan Makanan Keluarga Terhindar dari Corona   |   06:00 . Selamat Jalan, Pak Armin...   |   21:00 . Kawal Dana di Desa, Siagakan Ribuan Relawan   |  
Mon, 06 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 03 February 2020 14:00

Warga Bogo Kembangkan Bisnis Ale, Omzet Rp30 Juta Per Bulan

Warga Bogo Kembangkan Bisnis Ale, Omzet Rp30 Juta Per Bulan

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Bagi sebagian warga Desa Bogo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, ale maupun kecambah merupakan hasil pertanian utama di desanya, karena letak tanahnya yang subur serta dikelilingi bantaran Sungai Bengawan Solo.

Salah satu warga Bogo, Utomo (35) berusaha menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan mengandalkan lahan pekarangan belakang rumah seluas 3 hektare, serta kemampuannya dalam bercocok tanam dan berbisnis, yakni dengan mengembangkan bisnis pertanian sejenis komoditas ale atau kecambah. Rupanya bisnis yang ia jalani selama 2 tahun ini, mampu meraup omzet 30 juta rupiah setiap bulannya.

"Kalau bisnis ale milik saya sendiri berjalan 2 tahun, memanfaatkan lahan pekarangan rumah. Untuk omzet juga tidak kalah fantastis," kata pria 35 tahun ini.

Masih kata utomo, rupanya perawatan komoditas ale atau kecambah juga sangat mudah. Untuk ale sejenis lamtoro dibutuhkan masa tanam 4 hari, untuk ale sejenis klampis 6 hari. Serta membutuhkan penyiraman air sebanyak 3 hingga 4 kali dalam satu minggu.

"Ale klampis paling lama 6 hari, ale klampis agak besar biasanya untuk memasak sayur. Kalau ale lamtoro kecil-kecil untuk sajian pecel," Jelas Utomo.

Utomo juga menjelaskan kepada blokBojonegoro.com untuk proses persemaian benih ale tidaklah sulit, dan tentu melewati beberapa tahapan.

Diantaranya, kulit ale yang telah dikupas direndam air selama kurang lebih 5 jam hingga mengembang, kedua biji yang tidak layak dibuang untuk dipilah, ketiga untuk biji yang kualitas baik kemudian direndam lagi selama 15 jam, di tahapan terakhir biji terbaik baru bisa ditanam di tanah persemaian.

Ale yang telah Utomo panen kemudian tak serta merta hanya dibiarkan saja, namun masih akan ia kelola dengan baik hingga menghasilkan rupiah. Yakni ia distribusikan di pasar kota Bojonegoro maupun pasar Dander. "Biasanya menerima pemesanan benih biji ale dari para tengkulak baik dari Bojonegoro maupun luar," imbuhnya.

Utomo juga berharap, dengan adanya sumber daya manusia sekaligus sumber daya alam yang memumpuni tak hanya sekedar untuk berbisnis untuk kepentingan pribadi. Namun terlebihnya juga mampu memberikan kontribusi bagi desa baik secara sosial maupun ekonomi, dengan membentuk sebuah agro wisata yang nantinya juga sebagai salah satu bentuk perkenalan potensi sumber daya alam desa. [liz/ito]

Tag : bisnis, ale, bogo, kapas, bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat