20:00 . Peserta Diseminasi Aku Sehat Senam Bersama   |   19:00 . Aku Sehat Gelar Evaluasi Bersama Program   |   18:00 . Beri Masukan Pemangku Kebijakan, Paparkan Hasil KKN kepada Stakeholder   |   17:00 . Maknyus Lezatnya Sate Kelinci Khas Warung Online   |   16:00 . Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro Beri Penghargaan 10 UMKM Berprestasi   |   15:00 . Hore..! 124,5 Kilometer Jalan Rigid Beton Tahun Ini   |   14:00 . Izin Keluar, Cafe dan Karaoke Ini Siap Buka Kembali   |   13:00 . Dinas PUPR Kebut Perencanaan Jembatan Darurat   |   12:00 . Pemohon Paspor di UKK Imigrasi Masih Stabil   |   11:00 . Ikut Koalisi, Gerinda Merapat ke Pemkab, Benarkah?   |   10:00 . Kemenag Bojonegoro Benarkan Umroh Sementara Distop   |   09:00 . Ribuan Jamaah Hadiri Silaturohim IHM-NU Se-Bojonegoro   |   08:30 . Semangat Ikuti Semiloka Sahabat Pertamina   |   08:00 . Tajak Sumur di Trembes, Pertamina EP Gelar Syukuran dan Santunan   |   07:00 . Anak Balita Sangat Pendiam, Kenapa Ya?   |  
Sat, 29 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 04 February 2020 12:00

Beberapa Komoditi Bahan Pangan Naik, Pedagang Mengeluh

Beberapa Komoditi Bahan Pangan Naik, Pedagang Mengeluh

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Sejumlah pedagang yang ditemui di pasar Kota Bojonegoro, Selasa (4/2/2020)  mengeluhkan kenaikan harga beberapa komoditi kebutuhan pokok. Salah satu di antaranya, komoditi jenis cabai merah keriting, bawang putih serta telur broiler.n

Salah satu pemicu penyebab naiknya komoditi cabai merah keriting dan bawang putih karena keadaan cuaca yang tidak menentu. Hal itu berdampak pada perolehan hasil panen dan jumlah produksi komoditi yang diperlukan di pasaran.

Saparno, salah satu pedagang telur di Pasar kota Bojonegoro, mengungkapkan, kenaikan harga telur memang sudah terlihat sejak 3 hari terakhir, dari semula Rp18.000  per kilogram naik menjadi Rp20.000 per kilogram atau naik sekitar Rp2.000.

Suparno sebagai pedagang kelontong pun, tampak mengeluhkan kenaikan harga pokok yang semula stabil namun tiba-tiba berdampak bagi omzet yang ia peroleh.

"Ya berpengaruh omzet, semula konsumen membeli telur hitungan kilogram. Ketika harga telur naik tentunya mengurangi takaran menjadi setengah maupun seperempat kilogram, apalagi telur juga salah satu kebutuhan pokok rumah tangga," ujar Suparno.

Di satu lokasi yang sama, Sumiyati, pedagang komoditi cabai dan bawang putih mengatakan.
Kenaikan komoditi kedua bahan pokok tersebut memang baru terjadi 3 hari ini, namun harga kenaikan melonjak begitu drastis.

Salah satunya bawang putih semula Rp25.000 naik menjadi Rp45.000 per kilogram, sedangkan untuk harga komoditi cabai merah keriting yang semula Rp50.000 naik menjadi Rp60.000 per kilogram. 

"Untuk bawang putih baru 3 hari naik, kalau cabai memang sudah semingguan," jelas Sumiyati.

Sumiyati juga berharap, dari kenaikan beberapa komoditi bahan pokok ini bisa kembali lagi ke harga stabil. Karena memang sangat berpengaruh sekali dalam sektor perekonomian di lapangan terlebih pasar tradisonal. Yang semula harga normal pembeli tampak tidak memberikan respon, justru dengan adanya kenaikan dapat mengurangi omzet penjualan.

"Ya harapannya harga kebutuhan pokok bagi rakyat kecil diturunkan, karena pengaruh sekali di perekonomian pasar tradisional. Banyak pembeli yang mengurangi jatah kebutuhan semula kilogram, ketika naik mintanya setengah kilogram karena harga melonjak," imbuh Sumiyati. [liz/col]


Tag : Harha, Harga, pedagang, cabai


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat