09:00 . Eksekutif-Legislatif Sepakati APBD 2021 Diangka 6,2 T   |   08:00 . Penting untuk Kenali Gejala Covid Sejak Awal   |   07:00 . Wajib Tahu, Ini 4 Penyebab Sperma Encer dan Solusinya   |   06:00 . Momentum HGN; dari Guru untuk Bangsa   |   05:00 . Wabup Sebut Pademi Covid Tak Pengaruhi UMKM di Bojonegoro   |   21:00 . TBM Budi Utomo Tingkatkan Budaya Literasi di Kecamatan Malo   |   20:00 . Workshop dan Pelatihan untuk Perajin Resmi Dibuka Hari Ini   |   19:00 . Wisata Gerabah Rendeng Masih Bertahan di Tengah Pandemi   |   18:30 . Update Perkembangan Terkini Covid-19 di Indonesia   |   18:00 . Sempat Pindah-pindah Tempat, Geprek ini Kebanjiran Pelanggan Setiap Hari   |   17:00 . Cegah Pernikahan Dini, 44 Mahasiswa Ikuti Pembinaan Pra Nikah   |   16:00 . Wisata Edukasi Grabah Kembali Dibuka, Begini Kondisinya di Masa Pandemi   |   15:00 . AKBP Eva Guna Pandia Resmi Jabat Kapolres Bojonegoro   |   14:00 . Nikmatnya Es Cao Legendaris di Jalan Teuku Umar   |   13:00 . Program-program Imunisasi di Indonesia Terbukti Berhasil Cegah Penyakit Menular   |  
Wed, 25 November 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 04 February 2020 17:00

Ditarik Rp650 Ribu, Pengurusan PTSL di Kedungadem Dikeluhkan Pemohon

Ditarik Rp650 Ribu, Pengurusan PTSL di Kedungadem Dikeluhkan Pemohon

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2019 di Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, dikeluhkan masyarakat. Pasalnya para pemohon sertifikat tanah mengaku ditarik uang dengan besaran bervariasi mulai Rp600 ribu sampai Rp900 ribu.

Namun masyarakat hanya bisa gigit jari, terkait pungutan sepihak yang diduga dilakukan panitia PTSL di desa setempat. "Sejak awal tidak pertemuan sama sekali. Masyarakat didatangi ke rumah," kata salah seorang warga Sujati, warga Dusun Sumbergirang, Desa Jamberejo saat mengantre mengambil sertifikatnya di balai desa setempat, Selasa (4/2/2020).

Warga berusia 47 tahun itu menyesalkan, besaran tarikan bervariasi karena setahunan yang lalu masyarakat ada yang diminta membayar Rp900 ribu. Sedangkan ia bersama warga lainnya diminta membayar Rp600 ribu.

"Tidak bisa protes, pembayaran uang itu sepihak. Tidak ada penjelasan kegunaan uang pembayaran PTSL kepada panitia itu, padahal aturannya Rp150 ribu. Desa Sidomulyo Rp300 ribu," sesalnya.

Hal senada juga dikeluhkan pemohon PTSL lainnya di Desa Jamberejo, Madali (49). Ia diminta membayar Rp650 ribu, kalau warga dari luar desa yang memiliki tanah di Desa Jamberejo bayarnya Rp750 ribu.

"Masyarakat merasa dirugikan, karena aturannya Rp150 ribu. Seharusnya dijelaskan uang itu digunakan apa saja, apalagi tidak ada kuitansi dari panitia atau BPN," keluh Madali.

Tampak ratusan pemohon mengantre di balai desa, saat pembagian sertifikat tanah program PTSL itu selain dihadiri petugas BPN (Badan Pertanahan Nasional), Sulistianigsih selaku wakil I PTSL BPN Bojonegoro. Hadir pula, Camat Kedungadem, Arwan, Kapolsek dan Danramil Kedungadem, serta kepala Desa Jamberejo, Nyuwanto Widodo beserta panitia PTSL dan perangkat desa setempat. [zid/lis]

Tag : Ptsl, pungutan, sertifikat


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 22 October 2020 16:00

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang

    Sah, Anang blokTuban Lepas Lajang M. Anang Febri Efendi reporter blokTuban.com resmi melepas lajang. Ikrar janji suci diucapkan Anang di akad nikah pukul 09.00 WIB hari Senin (19/10/2020) di kediaman mempelai wanita. Resespsi kedua, dilaksanakan...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat