20:00 . Peserta Diseminasi Aku Sehat Senam Bersama   |   19:00 . Aku Sehat Gelar Evaluasi Bersama Program   |   18:00 . Beri Masukan Pemangku Kebijakan, Paparkan Hasil KKN kepada Stakeholder   |   17:00 . Maknyus Lezatnya Sate Kelinci Khas Warung Online   |   16:00 . Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro Beri Penghargaan 10 UMKM Berprestasi   |   15:00 . Hore..! 124,5 Kilometer Jalan Rigid Beton Tahun Ini   |   14:00 . Izin Keluar, Cafe dan Karaoke Ini Siap Buka Kembali   |   13:00 . Dinas PUPR Kebut Perencanaan Jembatan Darurat   |   12:00 . Pemohon Paspor di UKK Imigrasi Masih Stabil   |   11:00 . Ikut Koalisi, Gerinda Merapat ke Pemkab, Benarkah?   |   10:00 . Kemenag Bojonegoro Benarkan Umroh Sementara Distop   |   09:00 . Ribuan Jamaah Hadiri Silaturohim IHM-NU Se-Bojonegoro   |   08:30 . Semangat Ikuti Semiloka Sahabat Pertamina   |   08:00 . Tajak Sumur di Trembes, Pertamina EP Gelar Syukuran dan Santunan   |   07:00 . Anak Balita Sangat Pendiam, Kenapa Ya?   |  
Sat, 29 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 06 February 2020 07:00

Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main Gadget

Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main Gadget

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Belajar makan sendiri adalah bagian dari perjalanan tumbuh kembang anak. Orangtua perlu sabar dalam menghadapi tantangan saat mengajari makan anak.

Misalnya, ketika anak hanya mau makan makanan tertentu, makan terlalu lama atau sulit diam ketika makan.

Tak sedikit orangtua yang memilih memberikan gawai (gadget) pada anak agar anak tenang ketika makan, sehingga orangtua -khususnya ibu- bisa mengerjakan pekerjaan lainnya.
Cara ini mungkin berhasil. Namun, kebiasaan memberi gadget pada anak ketika makan bisa membawa dampak buruk terhadap perkembangan anak karena minimnya interaksi anak dengan pemberi makan.

"Responsive feeding itu harus interaksi dengan kita (orangtua). Kalau ada gadget artinya si anak tidak berinteraksi dengan kita."

Hal itu diungkapkan oleh dr. Fransisca Handy, Sp.A dari Siloam Hospital Lippo Village Tangerang seusai peluncuran Sugarbaby Healthy Silicone Feeding Set di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2020).

Fransisca menjelaskan, anak yang terbiasa sibuk dengan gadget ketika makan akan terlambat memiliki keterampilan makan mandiri.

Padahal, keterampilan makan mandiri membantu meningkatkan kemampuan motorik anak, meningkatkan kepercayaan dirinya serta membuatnya lebih fokus dan menikmati proses makan.

Sementara ketika anak terbiasa fokus pada gadget ketika makan, tidak ada aktivitas aktif yang dilakukan.
"Makan harus prosesnya aktif, anak harus terlibat di dalamnya. Kalau anak hanya nonton, buka mulut lalu disuapin berarti tidak terlibat dalam proses makan," tuturnya.

Agar anak tidak terlanjur lengket dengan gawai saat makan, perbanyak interaksi aktif dengan lingkungan sekitar anak dan orang yang memberikan makan.

Orangtua memegang peran yang sangat penting untuk membantu anak mengubah perilakunya.

"Pada anak kecil sebetulnya yang perlu berubah perilakunya adalah orang dewasanya karena anak melakukan apa saja yang disediakan. Kita sebagai orangtua cukup sabar dan mampu untuk mengelola proses makan ini tanpa gadget atau tidak," kata Fransisca.

Meski sulit, mengubah kebiasaan anak makan sambil main gawai bukan hal yang mustahil. Misalnya, dengan mengganti gadget dengan buku anak yang menarik dan penuh warna atau mainan kesukaannya.

Benda-benda yang ada di sekitar juga bisa diperkenalkan pada anak sekaligus mengajarinya mengenal nama benda.

"Bisa kayak mangkok, gelas, jadi alat makan atau bahan makanan yang bisa dia mainkan. Itu jadi salah satu cara yang bisa kita tawarkan," tuturnya.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat