20:00 . Peserta Diseminasi Aku Sehat Senam Bersama   |   19:00 . Aku Sehat Gelar Evaluasi Bersama Program   |   18:00 . Beri Masukan Pemangku Kebijakan, Paparkan Hasil KKN kepada Stakeholder   |   17:00 . Maknyus Lezatnya Sate Kelinci Khas Warung Online   |   16:00 . Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Bojonegoro Beri Penghargaan 10 UMKM Berprestasi   |   15:00 . Hore..! 124,5 Kilometer Jalan Rigid Beton Tahun Ini   |   14:00 . Izin Keluar, Cafe dan Karaoke Ini Siap Buka Kembali   |   13:00 . Dinas PUPR Kebut Perencanaan Jembatan Darurat   |   12:00 . Pemohon Paspor di UKK Imigrasi Masih Stabil   |   11:00 . Ikut Koalisi, Gerinda Merapat ke Pemkab, Benarkah?   |   10:00 . Kemenag Bojonegoro Benarkan Umroh Sementara Distop   |   09:00 . Ribuan Jamaah Hadiri Silaturohim IHM-NU Se-Bojonegoro   |   08:30 . Semangat Ikuti Semiloka Sahabat Pertamina   |   08:00 . Tajak Sumur di Trembes, Pertamina EP Gelar Syukuran dan Santunan   |   07:00 . Anak Balita Sangat Pendiam, Kenapa Ya?   |  
Sat, 29 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 07 February 2020 14:00

Embung Dinormalisasi dengan Cara Geomembrane

Embung Dinormalisasi dengan Cara Geomembrane *Foto embung saat musim kemarau.

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Sebanyak tujuh embung atau cekungan penampung air akan dinormalisasi dan direhabilitasi kondisinya oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Bojonegoro pada 2020 ini.

Embung sendiri digunakan untuk mengatur dan menampung air hujan sekaligus untuk meningkatkan kualitas air.

Kepala Bidang Air Baku dan Irigasi, PU-SDA, Dinas Pengairan Bojonegoro, Iwan Kristian menjelaskan, normalisasi dan rehabilitasi embung itu tahun ini cukup berbeda, yaitu menggunakan lapisan geomembrane (lembaran pelapis antibocor) di bagian dasarnya.

"Penggunaan geomembrane itu sendiri berguna untuk menampung daya air lebih lama, meski dalam musim kemarau datang, air di embung masih ada," bebernya.

Dengan cara ini, saat hujan air yang ditampung di embung bisa banyak dan air tidak mudah meresap ke tanah, sehingga warga bisa memanfaatkan air tersebut. "Apabila sudah dilanda kekeringan, air embung bisa diolah dan bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga," jelasnya.

Adapun 7 embung yang bakal dinormalisasi yakni di Desa Megale, Desa Tlogoagung, Desa Geger dan Desa Drokilo di Kecamatan Kedungadem.

Sedangkan di Kecamatan Sugihwaras embung berada di Desa Sugihwaras, kemudian Kecamatan Sekar ada di Desa Bobol, dan Kecamatan Gondang ada di Desa Pragelan.

Mantan pejabat Dinas Pendidikan ini menambahkan, normalisasi dan rehabilitasi embung berdasarkan usulan dari desa yang telah mendapat persetujuan dari Pemkab Bojonegoro. Untuk pengelolaan setelah dinormalisasi  sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah desa.

"Jadi jika ada desa yang ingin mengajukan pembangunan atau rehabilitasi embung, dapat mengajukan proposal ke Pemkab," pungkas Iwan kepada blokBojonegoro.com. [saf/mu]

Tag : embung, air, embung desa, normalisasi embung


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat