Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 14 February 2020 09:00

Harmonisasi Santri Masuk Birokrasi

Harmonisasi Santri Masuk Birokrasi

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Sudah tak dapat dihitung berapa banyak masyarakat Indonesia yang telah mengikuti pembelajaran di pondok pesantren. Tidak aneh jika banyak bermunculan alumni pondok pesantren (Ponpes) yang berkiprah di berbagai bidang.

Tidak hanya di bidang keagamaan dan pendidikan, bahkan santri juga bisa terjun di dunia politik.

Seperti halnya Imam Sholihin (41), yang kini menduduki jabatan sebagi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro.

Alumni PonPes Denanyar Jombang ini mengaku, tidak terlintas di benaknya bisa menduduki jabatan di gedung perwakilan rakyat yang ada di jalan Trunojoyo Kota Bojonegoro ini.

"Di kala itu ada temen partai yang meminta saya menjadi ketua DPAC PKB, lalu saya minta persetujuan kepada para kiyai. Waktu itu suriyahnya K.H. Ahmad Sholihuddin dan tanfidznya K.H. Mansyur, beliau setuju kalau saya menjadi ketua DPAC," ceritanya.

Ketika menjadi Ketua DPAC itu, kata Solihin, ada tugas untuk mencari Caleg karena akan ada kontestasi pemilu tahun 2014. Lalu laki-laki asal Desa Turi Kecamatan Tambakrejo itu mencari sosok yang pantas menerima amanah Kyai tersebut.

"Setelah cari-cari justru malah tidak dapat seorang caleg, terus akhirnya kiyai menunjuk saya, waktu itu K.H. Ahmad Sholihuddin selaku suriah MWC NU Tambakrejo yang mengamanahi," lanjutnya.

Ketika belum sampai waktu pendaftaran ditinggal pergi selama-lamanya oleh K.H. Ahmad Sholihuddin. Pada waktu malam ketiga ngaji tahlilan di kediaman beliau, Solihin pun masih bertanya kepada teman-temannya.

"Siapa yang mau menjadi calon legeslatif? Dan akhirnya diputuskan saya yang harus maju," imbuhnya.

Padahal pertama kali menjadi Caleg ia hanya punya modal uang pribadi sekitar Rp60 juta. "Punya uang Rp60 juta itu pun karena pas dapat arisan," tuturnya sambil tersenyum merasa tidak percaya bisa menjadi anggota DPRD Bojonegoro.

Akhirnya nekat daftar karena itu amanah para kyai, ia dengan yakin maju menjadi Caleg PKB pada tahun 2014. Hasilnya alumni Denanyar Jombang itu terpilih dengan 3.301 suara pada preode pertama.

Namun periode kedua pada Pileg 2019, ia berfikir matang apakah selama menjadi wakil rakyat sudah memenuhi keinginan rakyat, terutama Dapil Bojonegoro IV. Dan bersyukur, ia bisa terpilih kembali dengan mengantongi 6.654 suara.

Imam Solihin dua periode menjadi anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, bahkan untuk periode 2019-2024 diamanahi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menduduki kursi ketua dewan, meski namanya tidak masuk usulan lima nama ke DPP PKB.

Pasalnya partainya mendapatkan 10 kursi pada Pileg 2019, sehingga PKB berhak menempatkan wakilnya menjadi ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro.

"Pada waktu itu saya dipanggil ke bali bertepatan Mukernas PKB, di sana saya ternyata diajukan menjadi ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro. Di sana di tes juga dikuatkan oleh DPC, bahwa saya dimasukkan kandidat susulan, ya tanpa saingan wong sendirian secara otomatis saya yang dipilih," ungkapnya. [her/mu]

Tag : dprd, dprd bojonegoro, ketua dprd bojonegoro


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.



Berita Terkini