20:00 . Warga Bubulan ini Pernah Temukan Koin Cina Kuno Saat Mencangkul di Ladang   |   19:00 . Pencarian Korban Tenggelam di Kedungbondo Kembali Dihentikan   |   18:00 . Ahbabul Mustofa Semprot Disinfektan Sampai Bagikan Sembako   |   17:00 . Terus Menurun, Total Ada 56 Orang ODP di Bojonegoro   |   16:00 . Masa Belajar di Rumah Siswa Diperpanjang   |   15:00 . Masyarakat Tolak Gedung Pusdiklat Jadi RS Sementara Corona   |   14:00 . Petugas Gabungan Semprot Disinfektan Hingga Pelosok Bojonegoro   |   13:00 . Timsar Perluas Pencarian Korban Hingga Bengawan Solo   |   12:00 . Gugus Tugas Tejo Rutin Semprot Disinfektan   |   11:00 . Selain Masker, Tempat Cuci Tangan Laris Terjual   |   10:00 . Cuci Kendaraan, Gratis Masker dan Handsanitizer   |   09:00 . Biasa Mangkal di Pasar dan Perempatan, 6 Anak Jalanan Diamankan   |   08:00 . Update Grafik Perkembangan Covid-19 di Jawa Timur dan Bojonegoro Per 3 April   |   07:00 . 6 Nasihat Terbaik untuk Sahabatmu yang Sedang Putus Cinta   |   06:00 . EMCL Berikan Alat Pencegahan Penyebaran Virus Corona   |  
Sun, 05 April 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 25 February 2020 07:00

4 Stereotip Wanita Karier yang Harus Diubah

4 Stereotip Wanita Karier yang Harus Diubah

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Saat ini, menjadi wanita karier adalah impian yang didambakan oleh kaum perempuan. Dengan menjadi wanita karier, mereka bisa mendapatkan penghasilan yang sangat luar biasa dengan kemampuannya sendiri.

Hanya saja, meskipun saat ini wanita yang bekerja sangatlah lumrah, masih saja ada anggapan miring kalau seorang perempuan harusnya tidak bekerja dan hanya wajib mengurus rumah tangga.

Berikut ini adalah contoh stereotip seorang wanita dalam berkarier yang harus diubah:

1. Tidak Boleh Jadi Pemimpin

Stereotip pertama yang selalu melekat tentang wanita karier adalah tidak bisa menjadi pemimpin. Hal tersebut dikarenakan banyak yang beranggapan bahwa derajat wanita lebih rendah dari pria, sehingga hanya pria yang boleh jadi pemimpin. Nyatanya, dalam dunia karier siapapun bisa memimpin. Asalkan memiliki kinerja yang bagus serta strategi yang cerdas.

2. Tidak Memiliki Sifat Keibuan

Karena terlalu sibuk dengan pekerjaan, para wanita karier sering dibilang tidak memiliki jiwa keibuan. Namun, jangan salah seorang wanita karier yang baik tentunya dapat memisahkan kepentingan pekerjaan kantor dan rumah. Jiwa keibuan tentunya tidak akan luntur hanya karena terlalu sibuk di kantor.

3. Tidak Bisa Mengurus Rumah

“Sibuk kerja terus, gimana mau mengurus rumah?” Pertanyaan tersebut seringkali ditujukan kepada wanita karier.

Tahukah kamu, bahwa banyak wanita karier yang mampu mengurus rumah dengan berangkat lebih pagi untuk menyiapkan segala kebutuhan anak dan suaminya. Oleh sebab itu jangan beranggapan negatif kalau seorang wanita yang bekerja tidak bisa mengurus rumah. Asalkan semuanya seimbang tentunya seorang wanita bisa melakukan banyak hal sekaligus.

4. Wanita Karier Susah Dapat Jodoh

Hanya karena disibukan akan bekerja bukan berarti seorang wanita karier dianggap tidak bisa mendapat jodoh. Jangan khawatir, banyak kok perempuan yang sudah menikah dan tetap bekerja. Tetaplah berusaha dalam mengejar ambisi. Ingat, jodoh sudah ada yang mengatur, akan ada seseorang yang memang layak mendampingi kamu saat sukses nanti.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan, wanita karir


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 30 March 2020 12:00

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh

    Menguntungkan, Warga Purwosari Panen Waluh Petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro berhasil menanam waluh (labu kuning) tumpangsari dengan pohon pisang di tegalannya. Suparno bisa memanen waluh muda 40 buah setiap hari, karena sayuran...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat