16:00 . Pandemi, Apakah Pentol Sejati Terdampak?   |   15:00 . Siap Jaga Kyai Dan NKRI, Santri IPSPN-NU Dikukuhkan   |   13:00 . 852 Modin Wanita Dapat Insentif Rp125 Ribu Tiap Bulan   |   12:00 . MTQ di Bojonegoro Dilaksanakan 15 Oktober Mendatang   |   10:00 . Perlancar Aliran Sungai, Pemkab dan Koramil Kerja Bakti   |   08:00 . Angin Kencang Akibatkan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang   |   07:00 . Berikut Ciri-Ciri Sakit Jantung   |   23:00 . Makin Maju, Pesantren Mahasiswa Attanwir Diresmikan   |   22:00 . Intip Museum Pertanian di Wisata Edukasi Pejambon   |   21:00 . Wisata Edukasi Pejambon Diresmikan Menteri Desa   |   20:00 . 2 Sembuh, Tambahan 2 Positif   |   19:00 . Hujan Deras Disertai Angin, 4 Pohon Tumbang Tutup Jalan Nasional di Balen   |   18:00 . Pohon Tumbang di Jalan Nasional Akibat Angin Kencang   |   17:00 . Resmi Dilantik, PAC IPNU IPPNU Kanor Komitmen Genjot Kaderisasi   |   15:00 . Pandemi Covid-19, Ratusan TPA/TPQ Dapat BOP 10 Juta Dari Kemenag RI   |  
Sun, 27 September 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 09 March 2020 10:00

Bahasaku adalah Bahasamu

Bahasaku adalah Bahasamu *Foto ilustrasi.net

Pengirim: Khoirul Faizin*

Setiap jiwa memiliki titah yang sama, selalu berorientasi kepada kebaikan dan kebenaran. Hanya saja tidak semua kebenaran dinilai benar juga oleh orang lain. Satu alasan adalah karena manusia tidak memiliki kebenaran yang mutlak.

Seperti yang banyak diketahui bahwa tidak selamanya angka 10 berasal dari penjumlahan antar 5 dan 5. Bisa jadi angka sepuluh bersumber dari 3 dan 7 atau bahkan 9 dan 1.

Keberagaman manusia dalam menilai suatu kebenaran itulah menandakan akan ketidakmutlakan manusia dalam kebenaran.

Keberagaman Bahasa dalam pemikiran

Bahasa adalah alat yang digunakan masyarakat untuk berkomunikasi. Dalam artian lebih luas bahasa memiliki arti sebagai pemikiran dan sudut pandang. Tentunya setiap pemikiran akan memunculkan bahasa yang berbeda, itulah keberagaman bahasa dalam pemikiran.

Dalam suatu kondisi pedagang pakaian akan menaikan harga dagangannya karena minggu-minggu itu adalah menjelang hari raya. Bahasa pedagang mengatakan “meningkat dan mendesaknya kebutuhan masyarakat adalah kesempatan yang baik untuk menaikan harga”.

Berbeda dengan bahasa pembeli sebagai konsumen akan memiliki bahasa yang berbeda seperti “alangkah mahalnya pakaian setiap menjelang hari raya, dan aku tak akan membeli pakaian di hari-hari seperti ini”.

Dua bahasa yang berbeda yang tak bisa disalahkan keduanya. Karena mereka memiliki sisi benar yang tidak dapat disalahkan secara mutlak. Namun, dalam kondisi lain kebenaran yang mereka anggap benar bisa juga dinilai salah oleh orang lain. Karena hakikatnya kebenaran manusia bukanlah kebenaran yang mutlak.

Satu pelajaran penting adalah ketika manusia dihadapkan kepada satu kondisi dimana tidak ada kebenaran yang dapat dinilai dari kondisi tersebut. Maka yang perlu diketahui adalah kebenaran itu ada hanya saja manusia harus melihat dari sisi yang belum pernah dia lihat yaitu sisi benar yang harus kita akui kebenarannya.

Tenggang rasa dan toleransi adalah bentuk dari keluasan berpikir dan wawasan seseorang. Sebagaimana KH. Abdurrahman Wahid yang akrab dengan sapaan Gusdur yang sangat luas wawasannya hingga tercermin dalam setiap kebijakan yang beliau ambil yang penuh dengan toleransi dan ramah terhadap semua golongan. Tak lain karena Gusdur mampu melihat sisi-sisi benar dari semua makhluk yang meskipun terlihat tidak benar di mata kebanyakan orang.

Melihat kebenaran dalam ketidakbenaran

Sangat aneh ketika junjungan kita Nabi Muhammad SAW membiarkan seorang badui yang buang air kecil (Kencing) di dalam masjid yang pada zaman dahulu masih beralas pasir. Siapa yang tidak berpikir bahwa itu salah dan sangat tidak benar.

Maka spontan salah satu sahabat nabi yang bernama Umar bin Khattab mengatakan akan memenggal kepala orang badui tersebut karena melakukan tindakan yang sangat salah menurut pandangan kebanyakan orang.

Namun di situlah keluasan hati nabi Muhammad SAW nampak. Dengan ketenangannya beliau mampu menemukan kebenaran dan kebaikan dari orang badui tersebut sehingga menahan umar untuk melakukan hal tersebut dan membiarkan orang badui tersebut untuk tetap kencing di dalam masjid hingga selesai.

Alasan pertama adalah orang badui adalah orang pedalaman yang sangat kering akan ilmu dan pengetahuan jadi sangat wajar ketika orang badui melakukan hal tersebut, karena mereka menganggap bahwa itu hal yang biasa dan lumrah serta baik.

Alasan kedua adalah ketika orang badui itu kencing dan kemudian dengan spontan ditarik atau disuruh pindah dari tempat tersebut maka air kencing yang menjadi najis itu akan menyebar dan merata di dalam masjid.  Ketika orang badui selasai kencing barulah nasehat tentang adab dalam masjid dan buang air besar itu disampaikan.

Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita sering melihat perbuatan orang lain yang kita anggap itu salah dan tidak layak untuk dilakukan. Namun sebenarnya adalah hanya karena kesempitan wawasan kita yang tidak bisa melihat kebenaran orang lain dari sudut pandang mereka.

Kebenaran Mutlak

Kebenaran mutlak adalah hasil dari penjumlahan 5 dan 5 maka kebenaran mutlanya adalah hasil berupa angka 10. Dalam gramatika kehidupan untuk mencapai angka 10 banyak kebenaran yang bisa ditempuh. Namun untuk menemukan kebenaran penjumlahan 5 dan 5 maka hasil 10 adalah suatu kemutlakan.

Sebuah analogi yang sangat sederhana bahwa pemikiran manusia adalah komponen-komponen untuk menemukan suatu kebenaran. Sedangkan hasil kebenaran mutlak adalah milik Allah SWT.

Lantas alasan apa manusia merasa benar sendiri dan mengabaikan kebenaran orang lain, karena memandangnya sebagai kesalahan dan ketidakbenaran dalam bersikap.

Cukuplah melihat kebenaran dalam setiap makhluk akan menjadikan hidup tak akan congkak dan kongkong dengan kebenaran yang hakikatnya tak lebih dari satu anggapan membenarkan diri sendiri yang didorong oleh kebusukan iblis dan kenikmatan nafsu.

*Mahasiswa Pasca Sarjana UINSA Surabaya dan santri Ponpes Attanwir Talun Bojonegoro.

Tag : khoirul faizin, bahasa


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat