13:00 . Hari ini, Harga Jual dan Buyback Terpantau Naik   |   12:00 . Lebaran Ketupat, Tradisi Masyarakat Jawa   |   11:00 . Meski Tergerus Zaman, Penjual Kaset Pita Hingga VCD Masih Tetap Eksis   |   10:00 . DPRD Dorong Pemkab Anggarkan Penanganan Covid 19 Bagi Ponpes   |   09:00 . Sambut New Normal, Ponpes Harus Ada Perhatian dari Pemerintah   |   07:00 . Trik Kuatkan Imunitas Anak di Tengah Pandemi   |   22:00 . Pedagang 3 Pasar di Rapid Test, 2 Orang Rekatif   |   21:00 . Sekarang Urus Administrasi, e-KTP, KK, Akte Bisa dari Rumah   |   20:00 . Total 3 Orang Sembuh Covid-19 di Bojonegoro   |   19:00 . Kanor Zona Merah, Baureno Tambah 3 Positif   |   18:00 . Warga Talok Manfaatkan Bantaran Bengawan Solo untuk Ditanami Ale   |   17:00 . Reaktif, 2 Pedagang Pasar Baureno Diisolasi ke BLK   |   16:00 . Rapid Tes RS Swasta Tak Diakui   |   15:00 . Inilah Hasil Lengkap Rapid Test 3 Pasar   |   14:00 . Pedagang Pasar Sumberrejo Ikuti Rapid Test   |  
Sun, 31 May 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 25 March 2020 20:00

Waspada Corona, Jangan Panik

Cegah Corona, Warga yang Nongkrong akan Dibubarkan Paksa

Cegah Corona,  Warga yang Nongkrong akan Dibubarkan Paksa

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Menindaklanjuti peningkatan grafik Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah akan melakukan upaya preventif. Salah satunya yakni langkah pembatasan kerumunan orang guna pencegahan dan penyebaran virus Corona/COVID-19.

Hal itu sebagaimana tercantum dalam  surat edaran (SE), Nomor 360/983/412 208 2020. Isinya diumumkan bahwa mulai tanggal (25/03/2020) pihaknya berupaya melakukan tindakan preventif terhadap pencegahan dan penyebaran virus Corona/COVID-19. Di antaranya langkahnya dengan melakukan tindakan pembubaran paksa terhadap masyarakat yang nongkrong di warung, kafe, tempat-tempat hiburan/tempat berkumpulnya kerumunan orang yang lebih dari 4 orang (tidak harus menunggu tutup).

Bupati Bojonegoro, Anna Muawannah menambahkan SE ini merupakan salah satu upaya preventif terhadap pencegahan/memutus mata rantai COVID-19 dengan tindakan social distancing/jaga jarak sosial, mengingat situasi wabah ini dalam kategori pandemi.

"Diharapkan warga Masyarakat Bojonegoro ini, menyadari terkait situasi dan kondisi COVID-19 yang masuk dalam kategori pandemi. Untuk kesadarannya demi kebaikan bersama," jelasnya.

Sementara itu, di dalam SE, bagi yang tidak mematuhi/mengindahkan peringatan ini akan dilakukan tindakan. Yakni sebagaimana dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. [liz/lis]

Tag : Bupati, pandemi, corona


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat