08:00 . Klaim Triwulan Pertama, Santunan Jasa Raharja Tembus Rp5 M   |   07:00 . 5 Tips Menghindari Bau Apek pada Hijab   |   22:00 . Karyawan 4 Swalayan dan 1 Pabrik Ikuti Rapid Test   |   21:00 . Sat Lantas Polres Bojonegoro Beri Dispensasi Perpanjangan SIM   |   20:30 . Intip Mancing Pakai Umpan Kucur   |   20:00 . Polsek Tambakrejo Distribusikan Bantuan Beras Polri Peduli Covid-19   |   19:30 . Tambahan 1 Lagi, Ada 50 Positif Covid-19 di Bojonegoro   |   19:00 . Galang Dana, SP PEPC Sumbang APD untuk Tenaga Medis di Rumah Sakit   |   18:30 . Rapid Test Wartawan, Hasilnya Non Reaktif   |   18:00 . Sambut New Normal, ini Persiapan Wisata Wonosalam   |   17:30 . FJTB Buka Posko Pengaduan Terkait Bantuan Covid-19   |   17:00 . Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Rp24,236 Miliar untuk Beasiswa   |   16:30 . BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Paket APD kepada Pemkab Bojonegoro   |   16:00 . Pemkab Bojonegoro Ngobrol Bareng Milenial Tentang Beasiswa   |   15:00 . Mabes Polri Distribusikan 2000 Paket Beras di Bojonegoro   |  
Thu, 28 May 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 29 March 2020 11:00

Waspada Corona, Jangan Panik

Dampak Corona Permintaan Masker Kain Melonjak

Dampak Corona Permintaan Masker Kain Melonjak

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Sulitnya memperoleh masker pabrik di pasaran, akibat dampak dari wabah virus Corona/COVID-19 membuat beberapa pelaku usaha harus mengubah trik penjualan, salah satunya dilakukan Laili warga asal Ledokkulon, Kecamatan Kota Bojonegoro.

Baca juga: [Hasil Tes PDP Butuh Waktu Seminggu]

Kini pihaknya telah mengubah penjualan yakni beralih ke industri masker kain rumahan, dimana masker kain mengalami permintaan/meningkat drastis. 

Perempuan yang memiliki nama lengkal Laili Hikmatus itu sebelum beralih ke penjualan industri masker kain, awalnya memproduksi kerajinan tangan berupa souvenir vintage. Namun karena dampak dari wabah COVID-19 pendapatannya menurun drastis, sehingga membuat wanita asal Ledokkulon ini tak kehilangan akal untuk beralih ke produksi sekaligus penjualan masker kain. 

Berbekal kemahiran dalam menjahit, serta sulitnya mendapatkan masker sekaligus harga yang dijual di pasaran terlalu melambung tinggi dia memproduksi masker kain dalam jumlah banyak. 

"Awalnya memang produksi kerajinan, tetapi karena ada wabah COVID-19 jadi memungkinkan untuk beralih ke penjualan masker kain. Karena produksi kerajinan sendiri sepi," tutur Laili.

Laili juga mengatakan, dalam sehari pihaknya mampu memproduksi hingga 50 pcs masker kain. Dengan penjualan harga yang relatif murah di pasaran, yakni Rp5.000 hingga Rp8.000 per biji. 

"Sehari bisa produksi 50 pcs. Saya menjualnya harga yang relatif ringan dari Rp5.000 hingga Rp8.000, istilahnya tidak memberatkan para konsumen karena sama-sama membutuhkan dalam situasi dan kondisi seperti ini," ujarnya kepada blokBojonegoro.com.

Masker kain yang di produksi oleh Laili ini tak hanya menawarkan 1 motif saja. Namun ada 2, yakni polos dan motif batik. Serta perjualan dilakukan secara online maupun dibantu melalui reseller. [liz/lis]




.

Tag : Masker, corona, kain


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat