10:00 . DPRD Dorong Pemkab Anggarkan Penanganan Covid 19 Bagi Ponpes   |   09:00 . Sambut New Normal, Ponpes Harus Ada Perhatian dari Pemerintah   |   07:00 . Trik Kuatkan Imunitas Anak di Tengah Pandemi   |   22:00 . Pedagang 3 Pasar di Rapid Test, 2 Orang Rekatif   |   21:00 . Sekarang Urus Administrasi, e-KTP, KK, Akte Bisa dari Rumah   |   20:00 . Total 3 Orang Sembuh Covid-19 di Bojonegoro   |   19:00 . Kanor Zona Merah, Baureno Tambah 3 Positif   |   18:00 . Warga Talok Manfaatkan Bantaran Bengawan Solo untuk Ditanami Ale   |   17:00 . Reaktif, 2 Pedagang Pasar Baureno Diisolasi ke BLK   |   16:00 . Rapid Tes RS Swasta Tak Diakui   |   15:00 . Inilah Hasil Lengkap Rapid Test 3 Pasar   |   14:00 . Pedagang Pasar Sumberrejo Ikuti Rapid Test   |   13:00 . Sempat Ketakutan, Pedagang Sambut Positif Rapid Test   |   12:00 . Disdik Rumuskan Kebijakan Normal Baru di Sekolah   |   11:00 . Ditemukan Meninggal, Korban Terseret Sejauh 8 Kilometer   |  
Sun, 31 May 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 30 March 2020 22:00

Waspada Corona, Jangan Panik

DPRD Pertanyakan Kesiapan Dinkes Tanggulangi Corona

DPRD Pertanyakan Kesiapan Dinkes Tanggulangi Corona

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Terkait adanya pendemi virus corona di Kabupaten Bojonegoro, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro mempertanyakan kesiapan Dinas Kesehatan (Dinkes) menanggulangi Covid-19 itu. Hal itu di akukan saat rapat koordinasi melalui telekonfrens dari ruang komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Senin (30/3/2020).

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Mochlasin Affan menjelaskan, Komisi C melakukan rapat koordinasi dengan dinas kesehatan dan RSUD, terkait penanganan pencegahan Covid-19. Namun karena belum ada APD (Alat Pelindung Diri) dikarenakan situasi saat ini, maka mekanisme telekonferens atau komunikasi by telepon digunakan dengan dihadiri beberapa anggota Komisi C DPRD Bojonegoro.

[Baca juga: Respon Instruksi Bupati, Pertamina EP Asset 4 Salurkan Bantuan ke Dinkes ]

"Terkait dengan ruang isolasi yang dimiliki oleh rumah sakit rujukan dan rumah atau gedung isolasi yang dipersiapkan oleh Pemkab. Tadi kita juga menanyakan terkait dengan anggaran, kesiapan tim medis dan lainnya yang berkaitan dengan Covid-19," jelasnya.

Politisi Partai Demokrat itu mengungkapkan pula, terkait dengan ruang isolasi Pemkab mengaku sudah menyiapkan di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Tetapi sekarang ini gedung untuk isolasi itu sedang disiapkan dengan beberapa kebutuhan, karena paling tidak kita butuh tenaga untuk menangani disana.

Sebab dirumah sakit itu lanjut Affan, kalau ruang isolasi ternyata sangat terbatas hanya untuk 5 atau 6 bed (tempat tidur) saja. Sedangkan dengan anggaran, juga kita koordinasikan ada beberapa hal penanganan covid ini menjadi atensi DPRD karena memang Komisi C yang membidangi terkait dengan persoalan kesehatan. Pada saat ada persoalan Covid-19 kita semua tidak hanya di Bojonegoro, di dunia juga menjadi sangat terguncang dengan kejadian ini.

"Kita mengkoordinasikan terkait dengan persiapan Pemkab dalam menghadapi pencegahan Covid-19. Termasuk mengecek sejauh mana persiapan gedung Pusdiklat di Ngumpakdalem Dander yang mau difungsikan sebagai Rumah Sakit untuk ruang isolasi darurat corona," terang Affan.

Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dua periode menambahkan, gedung Pusdiklat sekarang sedang dalam tahap rehab, dan dipersiapkan untuk melakukan rekruitmen tenaga yang menangani itu. Sehingga terkait dengan gedung isolasi atau Rumah Sakit sementara, kita juga menanyakan anggarannya.

"Menanyakan bagaimana langkah yang akan diambil Pemkab kalau seandainya wabah ini semakin meluas di Bojonegoro. Apakah anggarannya mencukupi, tersedia dan sampai saat ini belum ada persoalan terkait dengan anggaran," imbuhnya.

Pasalnya lanjut Affan, ada beberapa DAK yang peruntukannya bisa dialokasikan untuk penanganan Corina. Sebab ada beberapa pergeseran anggaran yang bisa dilakukan agar antisipasi terkait dengan beberapa proyek, beberapa perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja yang memiliki mobilitas lintas daerah terutama dari beberapa daerah yang dikategorikan zona merah.

"Dinas kesehatan dan kelompok yang membentuk tim khusus untuk menangani persoalan itu, melakukan pengawasan. Bahkan kalau memang diperlukan melakukan langkang-langkah pencegahan teknis apabila mereka memang tidak bisa melakukan standar atau protokol seperti yang diharapkan," pungkasnya. [zid/ito]

Tag : waspada, corona, bojonegoro, dprd, dinkes


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat