19:00 . 2 Orang Positif Covid-19 dari 2 Kecamatan Dinyatakan Sembuh   |   18:00 . Kabar Baik, Total 12 Pasien Positif Covid-19 di Bojonegoro Sembuh   |   15:00 . Masa Pandemi Covid-19, Penjualan Sepeda Motor Anjlok   |   14:00 . Meraup Rupiah dari Cairan Ajaib Kelinci   |   13:00 . Bupati Bojonegoro Hadiri Penyaluran BLT DD di Desa Growok   |   12:00 . Kapolda Jatim: Surabaya Tiru Bojonegoro Perangi Covid-19   |   11:00 . Meski Sudah Ada Aplikasi Online, Dispendukcapil Tetap Layani Manual   |   10:00 . Panen Ale Pinggir Bengawan Solo   |   09:00 . Ini Jadwal PPDB Online Tingkat SMP   |   08:00 . Semangat Raup Rupiah dari Anyaman Bambu   |   07:00 . 3 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Saat Bayi Demam   |   22:00 . Jalan Beton Mulai Digarap, Ini Komentar Warga   |   21:00 . Sehari Sebelum Kecelakaan, Korban Buat Status Alam Kubur   |   20:00 . Tambahan 2 Orang Positif Covid-19 dari ODP   |   19:00 . Alhamdulillah....5 Orang Positif Covid-19 di Bojonegoro Sembuh   |  
Fri, 05 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 07 April 2020 07:00

Dear Ladies, Ini 5 Hal yang Paling Ditakuti Laki-laki saat Menjalin Komitmen

Dear Ladies, Ini 5 Hal yang Paling Ditakuti Laki-laki saat Menjalin Komitmen

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius atau pernikahan memang dibutuhkan komitmen dari kedua belah pihak. Komitmen ini penting dimiliki oleh setiap pasangan, karena bisa menandakan apakah hubungan yang sedang dijalani tersebut benar-benar serius atau tidak.

Namun, tak sedikit orang (khususnya laki-laki) masih takut dan ragu saat menjalin komitmen dengan pasangannya. Padahal hubungan yang dijalani mungkin saja sudah berjalan cukup lama.

Ternyata, ketakutan itu biasanya disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya karena belum siap untuk memasuki jenjang pernikahan. Selain alasan tadi, ternyata masih banyak hal lain yang ditakuti laki-laki saat menjalin sebuah komitmen. Apa sajakah itu? Melansir Psychology Today, simak informasinya berikut ini.

1. Takut mendapat penolakan

Alasan pertama kenapa laki-laki takut menjalin sebuah komitmen adalah karena ia takut mendapat penolakan dari pasangannya. Selain itu, mereka juga takut bahwa kekasih yang ia cintai akan menghilang secara tiba-tiba dan meninggalkannya. Karena itulah, mereka akan selalu memastikan bahwa perempuan yang sedang bersamanya itu pasangan yang tepat, sebelum akhirnya memutuskan untuk menjalin komitmen bersama.

2. Takut kehilangan kebebasan

Alasan selanjutnya adalah karena mereka takut akan kehilangan kebebasan. Mereka berpikir bahwa kehidupan yang lebih serius (pernikahan) bisa membuat hidupnya lebih dikekang dan tidak akan bebas lagi.

Karena itulah, saat membicarakan masa depan, mereka umumnya akan diam, gugup, kesal bahkan marah. Mereka juga bahkan selalu menghindari topik pembicaraan mengenai pernikahan atau masa depan.

3. Takut tak bisa menafkahi pasangannya

Banyak laki-laki mempresentasikan maskulinitas dengan seberapa mahir mereka dalam memenuhi kebutuhan sendiri dan pasangannya. Karena bagi mereka, kemampuan untuk mendapatkan uang dan bisa menafkahi pasangan dianggap menjadi bukti sebagai seorang laki-laki seutuhnya.

Sebaliknya, ketika mereka menganggap belum bisa menafkahi pasangannya, maka hal inilah yang kemudian memicu perasaan takut untuk menjalin sebuah komitmen. Ketakutan ini juga akan diperparah, jika ada tuntutan dari keluarga pasangan agar laki-laki tersebut memiliki materi yang cukup saat membina sebuah hubungan keluarga.

4. Takut mempercayai seorang perempuan

Ketakutan ini biasanya disebabkan oleh hubungan masa lalu yang cukup buruk, sehingga menimbulkan bekas luka atau trauma yang cukup mendalam. Laki-laki cenderung akan berhati-hati saat mempercayai seorang perempuan, sehingga ia juga akan berhati-hati saat memutuskan untuk menjalin sebuah komitmen.

5. Takut bahwa dia tidak bisa membuat keputusan yang benar

Hal ini juga menjadi kekhawatiran yang besar bagi seorang laki-laki. Mereka terbiasa berpikir panjang ke depan, sehingga saat membuat keputusan ia akan sangat berhati-hati. Saat membuat keputusan, ia juga akan mempertimbangkan beberapa aspek; seperti dampak bagi masa depannya hingga keluarganya sendiri.

*Sumber: kumparan.com

Tag : pendidikan, kesehatan


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat