05:00 . 5 Pasien di Bojonegoro Sembuh, Kasus Baru Bertambah 5 Orang   |   23:00 . Seleksi Bojonegoro FC, Dikerucutkan Jadi 30 Pemain   |   22:00 . Era Industri, Pemkab Optimalkan Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah   |   21:00 . BPBD Bojonegoro Minta Warga Waspadai Fenomena La Nina   |   20:30 . KPC PEN Gelar Webinar Kolaborasi dengan Pemkab Bahas Vaksin Covid-19   |   20:00 . Ademos Latih Timlak Patra Daya Program 2020   |   19:30 . Infrastruktur Publik di Bandungrejo Rampung, Warga Lancar Beraktifitas   |   19:00 . Setelah Vaksin Tiba, Harus Masyarakat Tetap Disiplin 3M   |   18:30 . Satgas Sayangkan Sikap Habib Rizieq yang Tak Mau Telurus Kontak   |   18:00 . Jumlah Kasus Meningkat, Menjadi Pembelajaran Serius   |   17:30 . Diterjang Banjir, Jembatan di Kuniran Ambruk   |   17:00 . Menyambut HPN 2021, PWI Bojonegoro Siapkan Beberapa Kegiatan   |   16:30 . Detik-detik Jembatan Bambu Hanyu Terbawa Banjir Sungai   |   16:00 . Jaga Kamtibmas, Kapolres Bojonegoro Ajak Terus Lawan Covid-19   |   15:00 . Bahas 15 Raperda, DPRD Bojonegoro Utamakan Raperda RTRW   |  
Thu, 03 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 18 May 2020 06:00

Waspada Corona, Jangan Panik

Inilah Perbedaan Rapid Test, PCR dan TCM

Inilah Perbedaan Rapid Test, PCR dan TCM

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com – Ketika wabah Virus Corona atau Covid-19 menyerang banyak negara, termasuk Indonesia, berbagai tes dilakukan untuk mendeteksi warga terpapar virus atau tidak. Sejauh ini terdapat tiga jenis uji yang terkadang belum dipahamai secara utuh oleh masyarakat awam.

Yakni dengan Rapid Test (RT), Polymerase Chain Reaction (PCR) dan alat Tes Cepat Molekuler (TCM). Apa perbedaan tiga jenis tes tersebut?

RT (Rapid Test)

Pemeriksaan rapid test ini menggunakan sampel darah. Seseorang yang terinfeksi akan membentuk antibodi yang disebut immunoglobulin, yang bisa dideteksi di darah. Immunoglobulin inilah yang dideteksi dengan rapid test.

Rapid test bisa dilakukan di mana saja dan hanya butuh waktu 15-20 menit untuk mendapatkan hasilnya dengan menggunakan kit. Kelemahannya adalah bisa menghasilkan 'false negative' yakni ketika hasil tes tampak negatif meski sebenarnya positif. Ini terjadi jika rapid test dilakukan kurang dari 7 hari setelah terinfeksi.

PCR (Polymerase Chain Reaction)

Jenis pemeriksaan ini menggunakan sampel usapan lendir dari hidung atau tenggorokan. Lokasi ini dipilih karena menjadi tempat virus bereplikasi.

Virus yang aktif memiliki material genetika yang bisa berupa DNA maupun RNA. Pada virus Corona, material genetiknya adalah RNA. Nah, RNA inilah yang diamplifikasi dengan RT-PCR sehingga bisa dideteksi.

Pemeriksaan PCR jelas membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan hasil karena hanya dapat dilakukan di laboratorium yang sudah ditunjuk pemerintah.

TCM (Tes Cepat Molekuler)

Untuk jenis pemeriksaan TCM sebelumnya dikenal untuk mendiagnosis penyakit tuberkulosis (TB) berdasarkan pemeriksaan molekuler. Pemeriksaan pada TCM ini menggunakan dahak dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge.

Tes ini akan mengidentifikasi RNA pada virus corona pada mesin yang menggunakan cartridge khusus yang bisa mendeteksi virus ini.

Hasil tes TCM ini dapat diketahui dalam waktu kurang dari dua jam, untuk menentukan pasien positif maupun negatif. Saat ini mesin pemeriksaan tes TCM ini sudah terdapat di banyak rumah sakit, termasuk di RSUD dr. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro.

Jika sukses diujicoba Senin besok ini, maka nantinya tes tidak perlu melakukan pemeriksaan spesimen ke laboratorium seperti PCR yang sebelumnya dilakukan. [ito/mu]

Tag : covid, virus, corona, rapid tes, swab test, pcr


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat